Lautan Manusia Di HUT KOTA – Ambon Ekspres
Trending

Lautan Manusia Di HUT KOTA

AMBON, AE— Perayaan HUT Kota Ambon pada 7 September 2015 yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Senin (8/9) meriah dan disaksikan ribuan warga. Berbagai atraksi hiburan dan budaya ditampilkan dalam acara tersebut.

Upacara ini turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak RI Yohansa Yembise, Gubernur Maluku Said Assagaff, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Robert O. Blake, Forkompida Maluku dan Kota Ambon serta ribuan masyarakat Kota Ambon.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy yang juga Upulatu Kota Ambon lengkap dengan baju kebesaran bertindak sebagai pemimpin upacara. Walikota beserta tamu undangan lainnya juga menikmati tarian budaya kolosal yang menceritakan tentang tradisi budaya Kota Ambon yang dipentaskan ratusan pelajar di kota ini siswi. Sejumlah musik etnik Maluku dan musik orkestra juga ditampilkan dalam HUT Kota Ambon yang membuat suasana semakin semarak.

Para peserta umumnya mengenakan pakaian adat khas Maluku yakni baju cele dan kebaya Ambon. Selain kental tradisi adat, HUT Kota Ambon kali ini juga semakin semarak karena berbagai atraksi seni dan alunan musik tradisional.

Kemeriahan perayaan HUT Kota Ambon juga diwarnai dengan atraksi tiga pesawat TNI AU Sukhoi SU 27-30 dari skuadron udara Lanud 11 Sultan Hasanuddin Makassar. Atraksi fly pass dan free fill pesawat tempur andalan RI ini sempat membuat kaget ribuan warga kota.

Menurut ketua panitia HUT Kota Ambon ke 440, Broery Nanulaitta, ketiga pesawat tempur tersebut langsung terbang dari Lanud 11 Hasanuddin Makassar ke Kota Ambon. Atraksi pesawat tempur ini ketiga pesawat berjenis Sukhoi SU 27-30 tersebut dilangit Kota Ambon berlangsung sekitar 20 menit. Bersama tiga pesawat tempur tersebut, atraksi udara juga dimeriahkan dengan terjun payung.

Ada 10 penerjun yang bereaksi. Mereka membawa bendera Merah Putih, bendera HUT Kota Ambon, bendera Mangente Ambon dan bendera Provinsi Maluku. Bendera-bendera tersebut kemudian diserahkan langsung penerjun kepada Gubernur Maluku, Said Assagaff dan Wali Kota Ambon, Richard Lohenapessy.

Usai upacara, dilanjutkan dengan acara makan patita yang dilaksanakan Pemkot Ambon ini dalam rangkaian perayaan HUT Kota Ambon ke 440 juga berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) kategori meja terpanjang. Sebelumnya rekor meja terpanjang di Indonesia pernah dibuat di Surabaya tahun 2009 lalu.

Penyerahan piagam MURI kepada Upulatu Kota Ambon atau Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, dilaksanakan dalam upacara perayaan HUT Kota Ambon sebelum acara makan patita oleh perwakilan MURI.
Pantauan Ambon Ekspres, meja makan yang dibuat Pemkot Ambon untuk acara makan patita sepanjang 2.470 meter, terbentang tanpa putus pada beberapa ruas jalan yaitu Jalan AY Patty, Sultan Hairun, Said Perintah  dan AM Sangadji, Diponegoro dan Anthony Rebook.

“Saat ini kita telah membuatkan meja sepanjang 2.470 meter yang diatas tersedia berbagai jenis makanan khas Maluku. Semua itu disediakan bagi masyarakat Kota Ambon,” kata Louhenapessy.

Dirinya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondisi keamanan yang telah tercipta selama ini. “Acara ini merupakan bentuk terima kasih kepada masyarakat, karena telah berkomitmen menjadikan Kota Ambon sebagai kota masa depan bagi semua,” ungkapnya.

Dikatakan, HUT Kota Ambon ke 440 ini memang  sengaja dibuat semeriah mungkin agar masyarakat luas dapat memahami bahwa Kota Ambon layak dikunjungi. “Beberapa waktu lalu, Kota Ambon pernah mengalami situasi kelam karena konflik kemanusiaan. Dikesempatan kali ini kami ingin mengubah semua pandangan itu bahwa Ambon layak dikunjungi siapapun,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Louhenpessy, mengucapkan rasa terima kasih kepada warga kota Ambon yang telah bergotong royong meraikan HUT dan berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan tersebut. ”Kepada TNI AU yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini kami juga menyampaikan terima kasih,” sahut Louhenapessy.

Rangkaian perayaan HUT dilaksanakan hingga tadi malam. Diantaranya pesta rakyat yang dipusatkan pada beberapa ruas jalan. Diantaranya titik nol Kota Ambon di perempatan Jalan Pattimura, dan kawasan Talake. Disana masyarakat sudah memadati seluruh ruas jalan. Alunan lagu dari penyanyi lokal pun larut.
Pesta kembang api juga dipusatkan di tiga titik, Lapangan Merdeka, titik Nol, dan Talake.

Sejumlah ruas jalan di pusat kota Ambon mulai dipadati warga kota  Ambon sejak   sekira pukul 07 : 00 WIT pagi hingga malam pukul 24.00. Warga yang datang untuk menyaksikan  upacara dalam  rangka  memperingati HUT Kota Ambon, di Lapangan Merdeka. Ribuan warga menyesaki semua sudut lapangan.

Kemeriahan kian terasa ketika sejumlah anggota TNI angkatan Udara melakukan atraksi, terjun payung   dengan membawa bendera merah putih, lambag kota Ambon, lambang provinsi Maluku, dan kain yang bertuliskan ucapan Selamat HUT  Kota Ambon.

Keramaian di Lapangan Merdeka kembali tercipta pada pukul 20 :00 Wit. Ribuan warga kota  kembali memadati kawasan lapangan Merdeka dan Pattimura Park. Sejumlah tenda yang didirikan bagi tetamu upacara, terlihat masih berdiri. “Kita ingin suasan seperti ini terus ada,” ungkap salah satu warga  Edward, malam tadi.

Meski upacara HUT kota Ambon telah ditutup, namun  menurut Edward, terlalu meriah bila kesempatan itu dilewatkan tanpa keluarga dan kerabat di lokasi itu. Apalagi, dalam suasana itu, bisa memperkuat kerukungan hidup antar warga kota.

Irwandi, warga  Batu Merah mengatakan, dengan suasana yang tercipta itu, warga semakin menyatu dalam kebersamaan. HUT kota Ambon harus menjadi momentum untuk mewujudkan hal itu.” Jadi, kita datang ke sini, bukan sekadar untuk cari hiburan, tapi ada hal positif lain yang kita lihat, yaitu kebersamaan,” ungkapnya. (TAB/MAN/ISL/ARI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!