TI Bobol Brankas Saat Ortu Diluar Daerah – Ambon Ekspres
Metro Manise

TI Bobol Brankas Saat Ortu Diluar Daerah

AMBON, AE— Aksi nekat TI melakukan membobol brankas milik orang tuanya bersama sang pacar dan tiga rekannya yang lain dilakukan ketika orang tuanya tidak berada di rumah. Mereka mempersiapkan aksi itu juga secara sistematis. Kelima pelaku ini memiliki peran yang berbeda-beda. Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Ambon, AKP Theodorus Priyo Santosa kepad wartawan, kemarin.

Dikatakan, kelima pelaku itu sudah diciduk polisi. Masing-masing berinisial TI, BD, DP, B dan JP. “BD mempunyai peran membuka jendela dan pintu brankas. TI mengambil isi brankas, DP dan B ditugaskan memantau situasi, sementara JP hanya menerima bersih,” ungkap Theoudorus kepada wartawan, Senin,(7/9).

Menurutnya, kasus ini terungkap ketika seorang pekerja bangunan di rumah TI, melihat jendela kamar orangtua TI dirusaki. Pekerja tersebut kemudian melaporkan kepada ayah TI. Setelah melihatnya, ternyata betul, apa yang dikatakan karyawannya itu.

Pada saat masuk ke dalam kamar, ayah TI terkejut, lantaran melihat pintu brankas sudah terbuka. “Ayahnya kemudian melaporkan ke ibu TI yang saat itu sedang berada di Makassar. Pencurian brankas itu dilakukan pada 16 Agustus 2015 sekira pukul 04.00 WIT. Kasus ini dilaporkan pada 30 Agustus setelah ibu TI tiba di Ambon,” jelas Theodorus.

Theodorus menambahkan, usai menerima laporan JH, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Mereka kemudian menangkap , dan akhirnya menangkap para pelaku di beberapa di tempat berbeda di Kota Ambon. Aksi yang diduga didalangi TI, karena ibunya tidak merayakan hari jadi TI, yang jatuh pada tanggal 12 Agustus lalu.

“Diduga, aksi yang dilakukan TI ini lantaran pada tanggal 12 Agustus lalu, merupakan hari ulan tahun yang ke 16. Saat TI menelepon ibunya, JH, JH mengatakan kalau ulta TI akan dirayakan setelah ia kembali dari Makassar. Dugaan kami sementara seperti itu,” ujarnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Malteng ini, menjelaskan, kalau tempat pencurian sebenarnya itu di Lateri, Kecamatan Baguala. “Pencurian ini terjadi di rumah mereka di Lateri, bukan di Karang Panjang. Rumah mereka kan ada dua unit. Satunya di Lateri, satu lagi di Karpan. TKP terungkap pada saat penyidik mendalami keterangan para pelaku,” imbuhnya.

Pascapembobolan brankas, TI ini hidupnya berpindah-pindah. Sementara uang hasil curiannya digunakan untuk belanja keperluan sehari-harinya, juga memberli sepeda motor.”Setelah kejadian itu, TI ini kadang tidur di penginapan, terkadang ia menginap di hotel,” katanya.

Sebelumnya, salah satu gadis berinsial TI, 16 nekat membobol brankas milik orang tuanya di Lateri, dari aksi ini, TI mengambil uang Rp 200 juta, sejumlah perhiasan dan sejumlah uang eropa senilai 270 euro dimana total keseluruhan mencapai Rp300 juta.(ERM)

Most Popular

To Top