TPG Tetap Dibayar – Ambon Ekspres
Trending

TPG Tetap Dibayar

Indikasi adanya penyalagunaan tunjangan sertifikasi guru (TPG) dua bulan pada triwulan pertama tahun 2014 senilai Rp 14 milyar yang disebut-sebut disalahgunakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga(Dikpora) kabupaten Maluku Tengah, dibantah pemerintah.

Ada  kesalapaham antara Dikpora dan DPRD khususnya komisi D terkait alur dana dimaksud. Namun, untuk memperjalas persoalan itu, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Malteng melakukan konsultasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan pada, 24 Agustus 2015, lalu.

Kepala PPKAD, Jainudin Ali kepada  Ambon Ekspres di ruang kerjanya menjelaskan, setelah berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan, disebutkan tunjangan tersebut dapat dibayarkan dengan kas daerah karena setiap tahun dilakukan audit oleh BPKP serta rekon dengan Kementerian Pendidikan.

Namun, lanjutnya sebagai dasar pembayaran dua bulan pada triwulan pertama tersebut, pihak Dinas Pendidikan menunggu surat keputusan(SK) carry over atau SK kekurangan bayar sebagai dasar pembayaran. “Jadi TPG bisa dibayar menggunakan uang kas daerah karena setiap tahun ada audit BPKP, nah saat ini menunggu SK carry over untuk dasar pembayaran,” jelasnya, Senin,(7/9).

Jainudin mengutarakan, hasil audit BPKP tentang sisa dana senilai Rp 19,4 milyar tersebut sesungguhnya adalah dana yang belum terbayar pada triwulan IV tahun 2013. Nah, dana tersebut terbawa hingga tahun 2014 bersamaan dengan audit BPKP sehingga hasil audit tersebut dilaporkan ke Pusat.

Karena itu, dari realisasi laporan tersebut pemerintah pusat hanya mentransfer Rp 2,6 milyar untuk memenuhi Rp 19,4 miliar yang total TPG 2217 guru berjumlah Rp 22 milyar. “Penundaan pembayara pada 2013 itu lantaran keterlambatan  pengiriman SK sertifikasi dari pempus,” ujarnya. Karena itu untuk pembayaran dua bulan triwulan pertama dana tersebut tidak cukup.

SK carry over yang diterbitkan Kementerian Keuangan tersebut bukan pada tahun 2013, tapi tahun 2014 terkait dengan dua bulan pada triwulan pertama. “Keseluruhan triwulan pada 2013 selesai terbayar, hanya dua bulan pada triwulan pertama 2014 disitu maka muncul SK carry over,” terang Jainudin.

Saat ini Pemkab Malteng katanya siap membayar TPG dua bulan tersebut hanya saja menunggu SK carry over dari Kementerian. Ditambahkannya, hingga kini BPKP juga belum melakukan audit, sementara masih tersimpan dana senilai Rp 17 milyar untuk membayar dua triwulan yang berjumlah Rp 15 milyar. Dana tersebut baru ditransfer pemerintah pada tahun 2015. “Total dana yang ditransfer pusat Rp 42 milyar, kita sudah bayar Rp 25 milyar jadi tersisa Rp 17 milyar,” kata dia.

Menyoal adanya penambahan dana TPG tahun ini berjumlah Rp 42 milyar dari tahun sebelumnya, Jainudin menandaskan, penambahan tersebut sesuai Peraturan Menteri Keuangan(PMK) dengan asumsi bisa terjadi peningkatan jumlah guru penerima sertifikasi. “Asumsinya seperti itu,” katanya lagi, SK carry over untuk TPG tersebut ditandatangani tiga lembaga masing-masing Direktorat Pendidikan Menengah, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). “Saya perlu jelaskan bahwa dana TPG itu ada, siap dibayar tapi kita menunggu SK carry over, bila sudah ada segera dibayar,” kuncinya. (ANC)

Most Popular

To Top