Mercuri Tembus Ambang Batas – Ambon Ekspres
Trending

Mercuri Tembus Ambang Batas

Namlea, AE— Gubernur Maluku, Said Assagaff datang lagi ke Buru. Meski bukan menjadi agenda utamanya, namun Gunung Botak kembali di evaluasi. Pekan depan, akan datang sejumlah peneliti lingkungan yang diutus pemerintah pusat untuk mengetahui langsung tingkat pencemaran mercuri disana.

Gubernur datang bersama Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen Donny Munardo, kemarin. Keduanya disambut Bupati Buru, Ramly Umasugi. Mereka bertemu petani sebelum kegiatan panen padi di Desa Parbulu, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Selasa (8/9).

Kabupaten Buru sejak lama sudah dihantui Bahaya ancaman mercuri. Diperparah dengan ditemukannya tingkat pencemaran bahan kimia berbahaya itu, karena penggunaannya sudah melewati ambang batas yang ditetapkan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia Perserikatan Bangsa-bangsa).

Sepanjang jalan dari Lapter Namlea menuju lokasi panen Desa Parbulu, pangdam melihat sendiri tromol pengolahan emas dengan menggunakan bahan baku mercuri dioperasikan di lingkungan perumahan penduduk.

Menurut pangdam, apa yang dilakukan warga berbahaya. Bahaya itu bukan hanya akan dihadapinya, tapi juga orang lain kena dampaknya. ”Dalam beberapa hari ini akan datang tim dari Jakarta yang ditugaskan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Maluku, untuk melakukan sosialisasi tentang berbahayanya mercuri,” papar Donny.

Di sisi lain, pangdam juga sempat memuji keberhasilan petani di sana yang telah berhasil meningkatkan produksi pertanian padi. Ia berharap di panen yang akan datang, produksinya akan berkali lipat lagi hingga menyamai petani di Pulau Jawa.

Pangdam, mengatakan, apa yang diraih petani hari ini tidak akan berlanjut, bila lingkungan alam sudah terganggu. Karena itu lingkungan di sekitar harus dirawat dengan baik.

Kebakaran kecil lahan kayu putih yang dapat disaksikan dari lokasi panen yang kebetulan tidak jauh dari lokasi tambang ilegal Gunung Botak, menjadi contohnya. “Contoh yang sederhana, kita lihat disamping kita terjadi kebakaran sejumlah pohon-pohon, mungkin pohon kayu putih atau alang-alang atau rumput semak belukar. Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Maluku, Said Assagaff mengatakan, tim sosialisasi yang dikirim dari Kantor Kementrian KLH dan Kehutanan segera melakukan penelitian. Masyarakat juga sudah mulai memahami bahaya mercuri tersebut, sehingga akan mudah untuk dilakukan penertiban.

Disinggung mengenai tambang ilegal di Gunung Botak, gubernur mengaku khusus yang tambang rakyat dan telah berizin tidak akan ditutup. Yang dicegah hanya penggunaan mercuri untuk mengolah emas. “Silakan beroperasi tanpa menggunakan mercuri. Mercuri dilarang. Terkait mercuri, ini sangat berbahaya, jadi harus dihentikan,” kata dia.

Sungai yang kini sudah tercemar diantaranya sungai Kayeli juga kali Anahoni. Untuk mengurangi pencemaran tersebut, pemerintah provinsi bersama pemkab Buru segera melakukan pengerukan.”Dari dulu kita sudah himbau stop penggunaan mercuri. Sekarang setelah diekspose lagi sudah diluar ambang batas. Pemerintah daerah punya tanggungjawab, tromol-tromol akan kita tarik semua. Tidak boleh dioperasikan lagi. Intinya, Mercuri tidak boleh digunakan di Kabupaten Buru karena sangat berbahaya,” tegasnya.(CR8)

Most Popular

To Top