Penerimaan TNI AD Utamakan Putra Daerah – Ambon Ekspres
Amboina

Penerimaan TNI AD Utamakan Putra Daerah

AMBON, AE.—Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo diharapkan bisa menegaskan kebijakan penerimaan prajurit TNI AD lebih mengutamakan putra daerah Maluku. Pasalnya, saat ini proses seleksi penerimaan prajurit diduga sering diikuti oleh para pemuda yang berasal dari luar Maluku sehingga mempersulit anak daerah untuk bersaing menjadi prajurit TNI AD.

Saat ini, banyaknya pelamar dan pendaftar calon bintara TNI AD yang mendaftarkan diri di panitia penerimaan daerah Kodam XVI/Pattimura menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) sementara. Ada dugaan para pelamar ini bukan lahir atau lulusan sekolah dari Maluku.

Kondisi tersebut dibantah Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arh Hasyim Lalhakim. Menurut dia, seleksi penerimaan prajurit di TNI AD tetap memprioritaskan putra daerah.

“Tidak ada itu dari luar. Kami seleksi benar administrasi mereka karena yang diutamakan itu anak daerah. Sejak awal ketua panitia daerah pak Kasdam telah mengumpulkan seluruh orang tua pendaftar dan mengatakan tidak ada kata lain selain anak daerah lebih diutamakan,” ungkap Hasyim.

Dikatakan, KTP sementara itu, rata-rata dimiliki anak daerah yang belum memiliki KTP secara sah dan asli dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di kabupaten/kota yang ada di Maluku. “Itu adik-adik kita di Maluku. Kalaupun itu ada dari luar, maka tidak ada kata lain selain anak daerah tetap di utamakan,” tegasnya.

Prioritas putra daerah dalam seleksi bintara ini, lanjut Hasyim, mencapai 70 persen sementara sisanya dari luar Maluku. Namun kata dia, Kodam XVI/Pattimura, yang menaungi dua provinsi maka harus seimbang antara Maluku dan Maluku Utara. “Maluku dan Maluku Utara. Jadi kuotanya 70 sampai 80 persen untuk putra daerah dari dua provinsi ini. Sisanya itu urusan panitia pusat,” terangnya.

Dikatakan, untuk kuota penerimaan bintara di kodam XVI/Pattimura tahun 2015 ini mendapatkan jatah 100 orang lebih dari Markas Besar TNI AD. “Sekitar seratus orang. Bintara ini ada dua panitia, yang panitia daerah itu, ketuanya pak Kasdam dan panitia pusat itu langsung dari Mabes TNI AD,” ujarnya.

Sementara untuk tahap seleksi sendiri, lanjut dia, kini sudah memasuki pentahapan akhir, yang mana telah diambil alih panitia pusat. “Sudah selesai tes psikologi dan saat ini masuk tes kesehatan kedua sebelum akhirnya masuk pantukhir. Tes saat ini, itu sudah kewenangan panitia pusat langsung dari Mabes TNI AD. Dan yang pasti anak daerah tetap diutamakan,” kuncinya. (AHA)

Most Popular

To Top