Vanath Tolak Caretaker Usulan Gubernur – Ambon Ekspres
Trending

Vanath Tolak Caretaker Usulan Gubernur

AMBON,AE— Menjelang akhir masa jabatannya, Bupati kabupaten Seram Bagian Timur Abdullah Vanath membuat ulah. Vanath dikabarkan menolak Sadli Le, satu dari tiga calon caretaker yang diusulkan oleh Gubernur Maluku ke Menteri Dalam Negeri. Anehnya, penguasa SBT dua periode itu menggalang diduga tanda tangan seluruh kepala desa yang diduga palsu sebagai dukungan penolakan.

Masa akhir jabatan Abdulah Vanath dan Sitti Umuriah Suruwaky sebagai bupati dan wakil bupati, 13 September 2015. Pemerintah provinsi Maluku melalui gubernur telah mengusulkan tiga nama ke Kementrian Dalam Negeri, yakni Kepala Badan Pemberdyaan Perempuan, Sadli Ie, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Syarif Bakrie Asyatri dan Hendrik Far-Far.

Tidak hanya melakukan penolakan di SBT, Vanath juga telah menyampaikan dukungan tanda tangan kepala desa/raja, Latupati dan Saniri ke Kemendagri. “Ini informasi A1. Bahkan tanda tangan para kepala desa telah dikirimkan ke Kemendagri,” kata Sumber kepada Ambon Ekspres, Selasa (8/9).

Kenapa Vanath menolak Sadli, sumber mengatakan, karena Vanath tak ingin kelanjutan tahtanya yang diwariskan kepada Sitti Umuriah Suruwaky, diambil orang lain. Kehadiran Sadli sebagai caretaker, akan mengganggu strateginya dalam pemilihan kepala daerah nanti.

“Dia (Vanath-red) takut ibu Sitti kalah. Takut kalau birokrasi dikendalikan caretaker anak daerah sendiri. Karena itu, dia l berupaya keras untuk menggagalkan Sadli Ie sebagai caretaker SBT,” kata dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, anggota DPRD SBT asal Partai Golkar, Agil Rumakat, mengatakan, tanda tangan dukungan penolakan tersebut tanpa sepengetahuan kepala desa. Justru kata dia, para kepala desa setuju bila caretaker yang nantinya ditetapkan Mendagri adalah putra daerah.

“Setelah mendapatkan informasi itu, saya tanya beberapa kepala desa. Mereka tidak melakukan penolakan dengan cara dan atas dasar apapun. Justru mereka mengaku senang kalau anak daerah yang menjadi caretaker,” kata Agil.
Berdasarkan informasi yang diperoleh kata Agil, selain penolakan dengan dukungan tanda tangan, Vanath juga menyampaikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat, bahwa caretaker SBT bukan Sadli. Padahal, hingga kemarin, belum ada penetapan resmi dari Mendagri.

“Ini buktinya Vanath takut kalau Sadli yang jadi caretaker. Informasi bahwa dia melakukan penolakan dengan memanfaatkan tanda tangan kepala desa, salah satu bukti nyata ketakutan itu,” paparnya.

Dia menilai, apa yang dilakukan Vanath merupakan bagian dari rekayasa politik untuk mempertahankan kekuasaan. Olehnya itu, siapa pun lawannya, akan dilengserkan dengan cara yang salah. “Ini kan bagian dari rekayasa besar buntuk melanjutkan kekuasaan di SBT. Dan bukan menjadi rahasia umum lagi,” katanya.

Chaos antar masyarakat dapat terjadi, lanjut dia, apabila isu penolakan terhadap anak daerah sebagai caretaker terus dihembuskan oleh Vanath dan kaki tangannya. Apalagi penetapan caretaker memasuki tahapan Pilkada di daerah bertajuk Ita Wotu Nusa itu.

“Kalau informasi itu benar, maka AV sengaja membuat kejahatan. Karena para kepala desa mengancam dan menolak caretaker yang bukan anak daerah. Chaos pasti terjadi. Apalagi memasuki Pilkada,” katanya.

Menurut wakil rakyat dari daerah pemiliha Seram Timur itu, siapun caretaker SBT harus diterima. Namun, yang lebih representatif adalah anak daerah yang tahu karakter masyarakat SBT. Apalagi segregasi antar pendukung dua pasangan calon di SBT masih menajaman.

Namun, saat dikonfirmasi, Abdullah Vanath belum menjawab pertanyaan yang dikirim vis sms. Telepon pun tak diterima mantan ketua DPD Partai Demokrat Maluku itu.

Sementara itu, hingga kemarin Mendagri belum menetapkan caretaker bupati SBT. Gubernur Maluku, Said Assagaff, mengatakan, akan menunjuk pelaksana harian bupati SBT, bila tak ada penetapan dari Mendagri hingga Vanath dan Sitti selesai masa jabatan pada 13 September.

“Kan sampai tanggal 13 September. Kalau pada saatnya belum ada, saya bikin Plh (pelaksana harian). Itu kewenangan gubernur. Saya sudah komunikasi dengan Mendagri. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada penunjukan. Pak Menteri sibuk sekali,” singkat Assagaff seusai mengunjungi Ambon Ekspres bersama Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parwasa, Senin (7/9). (TAB)

Most Popular

To Top