Hati-hati! Asap Rokok di Rumah Bisa Jadi Penyebab Kematian Bayi – Ambon Ekspres
Kesehatan

Hati-hati! Asap Rokok di Rumah Bisa Jadi Penyebab Kematian Bayi

Menyayangi anak bukan sekadar dengan memenuhi kebutuhan hidupnya. Rasa sayang pada anak juga bisa diwujudkan dengan menjauhkan anak dari asap rokok dan bahkan menjadikan area rumah sebagai kawasan yang bebas dari asap rokok. Sebab rumah menjadi tempat anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tumbuh dan berkembang.

Di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, masih ditemukan kasus kematian bayi akibat asap rokok di rumah. “Ada yang akibat asap rokok, jadi karena miskin rumahnya sempit, sekeluarga merokok semua, bayinya keplepek asap rokok. Jadi ada kasus kematian karena rokok,” ujar Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno, dan ditulis pada Jumat (11/9/2015).

Hadi menuturkan, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Banjarnegara masih terbilang tinggi. Data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) AKB di Banjarnegara pada 2014 tercatat 252 kasus kematian bayi. Sementara di tahun ini, sampai bulan Agustus tercatat ada 112 kematian bayi dan tujuh kasus kematian ibu saat melahirkan.

BACA JUGA:  Hati-Hati...Si Manis Ini Berbahaya untuk Kesehatan Anda

Menurut Hadi, selain karena asap rokok, faktor lain penyumbang angka kematian ibu dan bayi adalah akibat kelahiran dini dan pernikahan dini, serta kelahiran yang tidak diharapkan. “Faktornya banyak mulai dari pernikahan dini, kelahiran dini yang tidak diharapkan seperti kecelakaan, pendidikan reproduksi yang belum bagus,” jelasnya.

Faktor lainnya adalah infrastruktur jalan yang kurang memadai. Wilayah Banjarnegara merupakan daerah pegunungan yang membuat fasilitas kesehatan masih sulit dijanhkau warga. Karena itu untuk membantu proses persalinan, masih banyak warga yang mengandalkan dukun bayi, bahkan melahirkan sendiri.

“Ya itu, salah satu permasalahan di Banjarnegara masalah infrastruktur. Ada satu contoh Kecamatan Purwonegoro, itu ada dusun Krinjing kalau jalan kaki bisa sampai dua jam, jangankan melahirkan dengan dukun, di dusun itu malah pada melahirkan sendiri. Dari 32 kelahiran tahun 2014, itu 20 diantaranya melahirkan sendiri di rumah,” ungkap Hadi.

Solusinya adalah dengan membuat fasilitas kesehatan di dusun agar warga tidak kesulitan untuk mendapatkan sarana kesehatan. “Di sana satu desa satu bidan sudah tercapai kenapa harus mobile-mobile. Permasalahannya di satu desa untuk berjalan dari satu tempat ke tempat lain sangat jauh sekali, jadi sebenarnya di Banjarnegara tidak cukup satu bidan, mungkin satu dusun satu bidan,” papar Hadi.(vit/vit)

Most Popular

To Top