Polantas Tak Jalankan Aturan Saat Razia – Ambon Ekspres
Amboina

Polantas Tak Jalankan Aturan Saat Razia

Masih Enggan Gunakan Papan Pemberitahuan

AMBON, AE.—Aturan pemasangan tanda larangan 50-100 meter dari lokasi tempat razia nampaknya masih belum diindahkan Satlantas Polres Ambon. Hal ini terlihat saat dilakukan razia pada Kamis (10/9) malam di Jalan Rijali Ambon.

Pantauan Ambon Ekspres, razia atau swiping pada kendaraan bermotor menyangkut kelengkapan kendaraan ini, tidak dipasang tanda larangan sesuai peraturan yang berlaku. Dimana aturan mengharuskan pemasangan tanda larangan sekitar 50-100 meter sebelum lokasi razia.

Bahkan, razia kendaraan yang dilakukan sekitar pukul 22.00 WIT hingga 23.00 WIT ini, dilakukan tepat 15-20 meter dari tikungan. Sehingga ditakutkan menimbulkan kecelakaan bagi para pengendara.

Lukman (29), salah satu pengendara usai dirazia mengaku kaget ketika dihentikan secara tiba-tiba untuk diperiksa kelengkapan kendaraan. Menurutnya, perlu ada pemasangan tanda larangan yang dipasang disekitar lokasi razia sehingga pengendara tidak kaget kalau sedang dilakukan razia.

“Beta (saya, red) kaget, pas tikungan tiba-tiba dihentikan untuk pemeriksaan SIM dan STNK. Sebenarnya, perlu ada pemberitahuan agar kita tidak kaget. Jangan sampai ada korban ketika dihentikan secara tiba-tiba,” papar Lukman.
Dirinya berharap, untuk razia berikutnya bisa segera dipasang tanda larangan atau pemberitahuan sehingga masyarakat tidak dirugikan. “Semoga untuk razia berikutnya bisa dipasang tanda pemberitahuan. Kan kalau tidak salah ada aturannya itu. Maka tolong dipatuhi sebelum aturan diterapkan kepada masyarakat,” pintanya.

Terpisah, anggota komisi I DPRD Ambon Zeth Pormes menegaskan, seharusnya aturan yang telah diberlakukan diterapkan saat melakukan razia terkait kelengkapan kendaraan. Ini agar razia yang sementara berjalan tidak menyulitkan para pengendara maupun polisi lalulintas (polentas) sendiri.

“Sebaiknya dipasang pemberitahuan sesuai aturan yang berlaku. Agar ketika razia dilakukan tidak ada komplen dari masyarakat. Cuman fakta dilapangan, biasa itu sering tidak digunakan sebagai strategi untuk menjaring pengendara yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan,” tandas Pormes.

Politisi muda asal Golkar ini menilai, sekalipun itu demi menjangkau pengendara yang tidak memiliki surat-surat kendaraan namun sebaiknya aturan tersebut bisa diberlakukan. Komisi I DPRD Ambon sebagai mitra dari kepolisian mendukung polisi melakukan razia sebagai efek jerah bagi pengendara yang tidak memiliki kelengkapan kendaraan.

“Saya kira komisi I memberikan dukungan kepada dirlantas. Karena ini demi menciptakan Kota Ambon yang taat dan peduli terhadap peraturan-peraturan lalulintas. Dan alangkah baiknya jika aturan yang telah diberlakukan itu, bisa diterapkan dengan baik di Kota Ambon,” harapnya. (ISL)

Most Popular

To Top