Upaya Disertifikasi Pangan Lokal – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Upaya Disertifikasi Pangan Lokal

AMBON,AE—Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Malra sementara berupaya melakukan proyek perubahan disertifikasi pangan pokok berbasis pangan lokal enbal. Upaya disertifikasi mengingat data yang dimiliki kabupaten Malra mengalami defisit.

Demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Malra, Zainal Arifin Rahayaan saat dihubungi Ambon Ekspres, pagi kemarin.

Menurut Arifin, kondisi riil yang terjadi di Maluku Tenggara sesuai data masih memiliki ketergantungan terhadap beras. “Sesuai data dari bulog dan kantor unit penyelenggara pelabuhan dalam tahun 2014 lalu tercatat terjadi deficit 1.500 ton beras dimana tingginya angka konsumsi dibandingkan dengan angka pemasokan beras di wilayah Malra,” jelasnya.

Defisit yang dimaksudkan, kata Arifin, dimana pada tahun 2014 tercatat angka konsumsi lebih besar dibandingkan ketersediaan beras. Sebagai solusi pihaknya sementara menyusun proyek perubahan disertifikasi pangan pokok berbasiskan pangan lokal yakni enbal.

Ketersediaan pangan lokal enbal akan dikelola baik menjadi enbal goreng atau menjadi olahan lain yang dapat dikonsumsi. Hanya saja untuk proyek tersebut masih diperlukan regulasi seperti dikeluarkannya peraturan bupati, keputusan bupati, hingga adanya pembentukan peraturan daerah tentang pengelolaan pangan lokal.

“Sesungguhnya untuk perda pengelolaan potensi pangan lokal sudah ada perda Provinsi Maluku hanya saja perlu disesuikan di tingkat kabupaten dengan lahirnya perda kabupaten serta peraturan bupati,” terang pimpinan SKPD yang sementara mengikuti pendidikan pimpinan eselon (pim II) di Jakarta itu.

Kedepan, katanya, bila regulasi telah lahir maka pihaknya akan membentuk tim efektif yakni tim yang terdiri dari pimpinan SKPD terkait serta melibatkan masyarakat, tokoh adat dan stakeholder lain. “Kita akan membentuk tim efektif disertifikasi pangan yang melibatkan SKPD pemberdayaan, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat,” rincinya.

Berkaitan proyek tersebut, orang nomor satu di Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Malra itu menegaskan langkah menuju realiasi proyek tersebut telah diwujudkan dengan adanya program enbal goreng (pangkin) yang akan didistribusikan pemerintah daerah kepada masyarakat penerima jatah beras miskin.

“Sesungguhnya langkah-langkah menuju proyek disertifikasi sudah diwujudkan dengan adanya program pangkin yang nantinya pada November mendatang akan didistribusikan sebanyak 9,2 ton enbal goreng bagi masyarakat penerima raskin,” kuncinya. (SAT).

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!