2 Orang Nyaris Terpanggang Api – Ambon Ekspres
Trending

2 Orang Nyaris Terpanggang Api

AMBON,AE— Sintia  (18) dan Rita (29) seketika panik dan terhentak dari tidur mereka, karena merasakan panas tak biasa dan kepulan asap yang hampir memenuhi kamar di lantai dua. Mereka histeris saling berpelukan mencari jalan keluar dari kamar. Di saat Keadaan semakin genting kedua wanita itu langsung melompat keluar dari jendela yang tingginya empat meter dari tanah.

Kebakaran hebat pun terjadi, api dengan cepat menghanguskan empat rumah termasuk satu gedung berlantai  tiga, tepat di depan jalan Sultan Hasanudin Desa Batumerah, sekira pukul 07,15 WIT, Sabtu  (12/9). Kebakaran di kawasan padat penduduk itu, sudah pernah terjadi 2 tahun lalu, namun kali ini yang terparah.

Dari pantauan Ambon Ekspres di lokasi kebakaran, warga yang melihat api mulai membesar langsung berhamburan rumah mencari air dengan alat seadanya memedamkan api. Sontak jalan Sultan Hasanudin, ditutupi warga. Arus lalulintas langsung dialihkan ke jalan Jendral Sudirman di atas. Api baru bisa padam 30 menit kemudian, setelah tujuh mobil kebakaran milik Pemeritah Kota Ambon, dibantu warga memadamkan api.

“Awalnya saya mendengar ada yang berteriak kebakaran, saya lihat kesana api besar di tingkat (lantai dua) saya langsung lari,” kata salah satu warga Sapril Lisaholet. Kata dia, saat kebakaran, angin berhembus kencang sehingga api dengan cepat melalap habis rumah warga. ”Api langsung membesar dan membakar rumah lain di samping,  karena angin sangat kuat,” ujarnya.

Warga sempat kesulitan memadamkan api, karena di sekitar lokasi kebakaran tidak ada sumber air. ”Kami bingung mau cari air kemana? Karena tidak ada parigi (sumur) di sekita situ. Cuma ada satu parigi tetapi dekat dengan rumah terbakar kami tidak bisa mendekat,” ungkap warga lain.

Maryam, warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kebakaran mengaku kaget dengan kebakaran tersebut.” Saya sudah bangun, dan sedang duduk di dalam rumah tiba-tiba ada yang berteriak kebakaran, saya lihat orang-orang berlari, disitu saya langsung pinsan dan tidak tau lagi apa yang terjadi,” ungkapnya.

Sementara, beberapa korban yang saat kejadian menyelamatkan diri ke rumah tetangga, mengaku tidak sempat mengambil surat-surat penting dan harta benda mereka saat kebakaran terjadi. “Saat kebakaran saya tidak tidur di rumah, hanya saudara saya saja Sintia dan Rita,” ujar Novia (22).

Dia mengaku semua ijazah yang disimpan di rumah itu, hangus terbakar. ”Ijazah saya dan saudara saya semuanya terbakar. Karena mereka hanya berpikir untuk menyelamatkan diri, dengan melompat dari loteng (tingkat),” kisahnya. Bahkan, kata Novita, uang jutaan rupiah yang disimpan mamanya, juga ikut hangus terbakar, ”ada uang mama yang disimpan juga yang terbakar,” imbuhnya.

Semetara Sintia maupun Rita tidak bersedia memberikan keterangan, karena masi shok dengan kejadian tersebut. Terpisah, Abdulkader Pacina (53), yang juga rumahnya ikut terbakar mengaku, saat kejadian dirinya sedang  terlelap tidur.” Saya sedang tidur, saya mendengar ada suara ribut saya kira ada tabrakan, tiba-tiba istri dan saudara saya mendobrak pintu. Mereka berteriak kebakaran, mereka bilang saya ke dapur, ternyata saya lihat api sudah besar di dapur,” kisah Pacina.

Pacina yang panik, juga tidak sempat mengangkat barang-barang berharganya. ”Saya hanya angkat surat-surat penting, baju-baju baru saya yang di lemari tidak sempat saya angkat,” katanya sedih. Pacina yang merintis usaha air isi ulang itu, mengatakan bersyukur karena masih selamat dari musibah itu. ”Ya mau bikin bagaimana lagi, ini musibah yang penting kita masih selamat,” pungkasnya. (ARI)

Most Popular

To Top