Kenapa Edwin-RR Kini Diam? – Ambon Ekspres
Trending

Kenapa Edwin-RR Kini Diam?

Harus Keluar Dari Pansus

AMBON,AE— Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae maupun Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw kini tak lagi garang mengusut kasus dugaan mark up pembelian gedung Bank Maluku di Surabaya, Jawa Timur. Keduanya juga sudah sulit ditemui, apalagi dimintai informasi soal kelanjutan pansus.  Padahal, Edwin disebut-sebut memiliki cukup bukti keterlibatan sejumlah pejabat di daerah ini.Edwin maupun Richard (RR) tak lagi mau membuka mulut.

Padahal beberapa waktu lalu keduanya bertengkar hebat terkait perlu tidaknya pansus. Edwin tetap mendorong pansus bekerja kala itu, namun belakangan dia mulai kendor, terutama paska pertengkarannya dengan RR. RR disebut diatur oleh Ketua DPD Golkar Maluku, namun informasi ini sudah dibantah oleh Zeth Sahuburua. Edwin, maupun RR hampir ditendang keluar dari pansus. Namun keduanya buru-buru akur. Drama perdamaian pun terlihat melankolis. Keduanya berpelukan di depan paripurna. Pedamaian itu melunakan hati anggota pansus.

Rencana fraksi-fraksi menyampaikan sikap mereka terhadap perlu tidaknya Edwin dan RR di pansus pun batal. Tapi keduanya akan dievaluasi.

Evaluasi terhadap dua pimpinan DPRD Maluku itu dilatari pertengkaran antara keduanya beberapa waktu lalu. Saat itu, Pansus tidak tahu harus berkonsultasi pada siapa, karena pimpian DPRD sudah masuk dalam Pansus, bahkan mereka yang terlibat pertengkaran.

Ketua Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) Abdullah Marasabessy mengatakan bahwa seluruh pimpinan DPRD, ketua-ketua fraksi di DPRD Maluku tetap pada kesepakatan bahwa pimpinan DPRD tidak lagi di Pansus. “Mereka akan diposisikan selaku koordinator Pansus,” ungkap Marasabessy, Minggu (12/9).

Keputusan tersebut didasarkan pada insiden sebelumnya, semua pimpinan fraksi dan dua pimpina DPRD sepakat bahwa tidak perlu lagi ada pimpinan DPRD di Pansus. Sehingga, bila dalam proses kerja Pansus terjadi masalah, maka Pansus dapat berkonsultasi kepada pimpinan DPRD, karena pimpinan DPRD sudah di luar Pansus.

“Tapi kalau unsur pimpinan sudah masuk dalam Pansus Bank Maluku, lalu terjadi deadlock, seperti yang terjadi kemarin,Pansus mau konsultasi dengan siapa lagi, karena pimpinan sudah terlibat dalam Pansus itu sendiri,” jelasnya.

Dikatakan, agenda Pansus yang akan dibahas dalam masa sidang keempat nanti, diantaranya adalah tentang keberadaan Edwin Huwae dan Richard Rahakbauw dalam Pansus. Dua pimpinan di parlemen itu diharapkan agar memahami maksud pimpian fraksi, agar Pansus berjalan maksimal.

Marasabessy menegaskan, hal yang harus diingat  bahwa pertengkaran antara Huwae dan Rahakbauw telah memantik rasa kecewa masyarakat terhadap DPRD, terutama Pansus. Sehingga, kedepan harus lebih berhati-hati.

Sebenarnya, kata dia semua pembahasan agenda Pansus sudah diselesaikan pada masa sidang ke tiga yang berakhir tanggap 15 bulan ini. Namun, tertunda. Salah satu penyebabnya karena beberapa insiden antara dua pimpinan DPRD tersebut.Sehingga agenda Pansus bank Maluku, diputuskan untuk dibicarakan dalam masa sidang keempat.

Anggota Pansus lainnya, Robby Gaspesz mengakui hal yang sama. Pimpinan fraksi masih tetap pada kesepakatan awal, meninjau kembali keterlibatan Edwin Huwae dan Richard Rahkabauw dalam Pansus Bank Maluku. “Hanya kebetulan kita masih dalam masa reses, jadi sementara belum dilanjutkan. Nanti, awal dalam pekan ini kembali dibahas. Jadi, nanti ikuti saja perkembangan Pansus,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Maluku dari partai Gerindra itu.

Wakil ketua Fraksi Demokrat, Melkyas Frans menegaskan, kendati Edwin Huwae dan Richarad Rahakbauw telah berdamai, namun kesepakatan pimpinan fraksi belum berakhir, akan dilanjutkan pada masa sidang keempat nanti.
“Nanti baru dibicarakan lagi dalam rapat Pansus. Intinya, dengan atau tanpa pimpinan DPRD, Pansus akan tetap jalan,” tegas ketua komisi A DPRD Maluku itu.

Setelah Pansus kembali bekerja, beberapa kegiatan yang akan dilakukan, diantaranya kunjungan ke Surabaya untuk melihat gedung yang dibeli untuk dijadiakn kantor bank Maluku cabang Surabaya, mengundang dan meminta keterangan  dari para mantan direksi dan komisaris bank Maluku yang aktif saat terjadinya transaksi gedung serta transaksi Repo oleh PT AAA Sekuritas. Para pemegang  saham juga  akan diundang.

Ketua DPRD Edwin Huwae dan wakil ketua Richard Rahakbauw dihubungi untuk dikonfirmasi tentang kesepakatan para pimpinan fraksi untuk mengeluarkan mereka dari Pansus, tidak berhasil dimintai tanggapannya. Hingga berita ini naik cetak, nomor telepon seluler keduanya tidak aktif.

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti) Johan Tehuayo mengemukakan, sebagai langkah mengevaluasi kinerja Pansus, dengan melihat perdebatan antara ketua dan wakil ketua DPRD sebelumnya maka harus dilakukan perubahan komposisi Pansus bank Maluku. Pansus tanpa keterlibatan pimpinan DPRD di dalamnya.

Poin pentingnya adalah agar menghindari intrevensi kepentingan politik dari kekuatan politik di luar Pansus, yang dilakukan secara struktural kelembagaan, yang dapat menimbulkan potensi konflik. “Juga agar pimpinan dewan dapat mengontrol kinerja pansus secara efektif,” ujarnya. (MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!