Jaksa Minta BPKP Audit Kerugian Negara – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Jaksa Minta BPKP Audit Kerugian Negara

AMBON, AE.—Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Saumlaki, saat ini telah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku, untuk mengaudit kerugian negara dalam kasus korupsi pembangunan ruang rapat Dinas Pendidikan Kabupaten MTB.

“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan pihak BPKP untuk menghitung kerugian negara yang diakibatkan dalam proyek ini,“ kata Kasi Intel Kejari Saumlaki, Wahyu Wibowo kepada koran ini lewat telepon seluler, Selasa (15/9).

Dikatakan, sambil menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP, saat ini penyidik juga merampungkan berkas dua tersangka yakni Kadis Pendidikan MTB, Holmes Matruty dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Elias Lamerbulu. “Kami juga sementara merampungkan berkas kedua tersangka itu. Nantinya, jika sudah ada hasil audit dari BPKP, maka kita tambahkan lagi, “ jelasnya.

Disinggung soal adanya keterlibatan pihak lain yang bisa dijadikan sebagai tersangka, Wibowo mengakui hingga saat ini belum ada. Namun, tambah dia, proses penyidikan masih berjalan.

Jika dalam proses tersebut ditemukan bukti adanya keterlibatan pihak lain, maka tidak tertutup kemungkinan bahwa akan ada penambahan tersangka baru.

Untuk diketahui, Holmes dan Elias ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembangunan ruang rapat milik Dispora MTB tahun 2014 senilai Rp 838.500.000. Anggaran untuk proyek ini bersumber dari APBD MTB.

Proyek tersebut, seharusnya dilakukan lelang. Kenyataanya, tidak demikian. Pihak dinas pendidikan mengambil alih proyek ini dan menjadikannya swakelola.

Sesuai kontrak, waktu untuk melaksanakan proyek ini selama 90 hari. Sayangnya, hingga batas waktu yang ditentukan, proyek tersebut tidak kunjung selesai hingga saat ini.

Padahal, dana telah dicairkan 100 persen oleh dinas. Kini jaksa telah berkoordinasi dengan tim ahli, guna melakukan perhitungan fisik pekerjaan yang dilakukan. Hal itu bertujuan untuk menghitung berapa besar jumlah kerugian negara dalam kasus ini. (AFI)

Most Popular

To Top