Pembiayaan UMKM di Maluku Meningkat – Ambon Ekspres
Amboina

Pembiayaan UMKM di Maluku Meningkat

AMBON, AE.—Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Wuryanto mengatakan, akses pembiayaan bank umum terhadap UMKM di Maluku mencapai Rp.2,39 Triliyun atau tumbuh sebesar 14,12 persen (y.o.y) dan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 8,06 persen (y.o.y).

“Pembiayaan bank umum untuk UMKM di Maluku terus meningkat, bahkan bukan itu saja, porsi kredit UMKM terhadap total kredit juga mengalami peningkatan”, ungkapnya, Selasa, (15/9).

Dijelaskan, baik debet pembiyaan bank umum untuk UMKM saat ini mencapai Rp.2,39 Triliyun dengan pertumbuhan 14,12 persen meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari porsi krediy UMKM terhadap total kredit juga meningkat jika dibandingkan dengan perkembangan total kredit ditriwulan sebelumnya.

“Saat ini, porsi kredit UMKM dari total kredit meningkat dan tercatat sebesar 28,06 persen. Angka tersebut, naik di bandingkan triwulan sebelumnya sebesar 27,33 persen,” jelasnya.
Ditambahkan, jenis kredit untuk UMKM yang mengalami tren meningkat adalah kredit Modal Kerja (KMK). “Dimana kredit ini tercatat tumbu 23,72 persen, sedangkan kredit jenis investasi dalam tren kontraksi 6,84 persen (y.o.y),” tambahnya.

Sedangkan, untuk risiko kredit UMKM juga meningkat dan perlu untuk diwaspadai. “Non Perfoming Loan (NPL) kredit UMKM mencapai 106,2 miliar atau sebesar 4,43 persen meningkat disbanding triwulan sebelumnya sebesar 4,27 persen,” tuturnya.

Sementara, untuk aksebilitas terhadap pembiayaan perbankan menurun. Dimana Rasio rekening kredit terhadap penduduk menurun sebesar 8,14 jika dibandingkan triwulan sebelumnya. “Penururnan ini sejalan dengan penurunan optimism konsumen.

Rasio kredit terhadap jumlah penduduk tertinggi berada di Kabupaten Maluku Tenggara yang mencapai 15,28, sedangkan rasio terendah berada di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sebesar 0,21,” sebutnya.

Untuk rasio rekening kredit trehadap luas wilayah di Maluku sebesar 2,45 rekening/km2, relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya. “Rasio rekening kredit terhadap wilayah tercatat tertinggi di Kota Ambon, sedangkan terendah di Kabupaten MBD,” tuturnya. (IWU)

Most Popular

To Top