Sampah dan Penerangan Masih Jadi Masalah – Ambon Ekspres
Amboina

Sampah dan Penerangan Masih Jadi Masalah

AMBON,  AE.—Bersih di siang hari dan terang di malam hari merupakan visi misi Walikota Ambon Richard Louhenapessy untuk menciptakan Ambon yang lebih baik kedepan. Namun, visi misi tersebut seakan mulai ditinggalkan dan dibiarkan pudar oleh Pemkot Ambon.

Terlihat saat ini, penataan sampah masih kurang maksimal hingga pada lampu penerangan jalan yang belum seluruhnya diaktifkan.

Pantauan Ambon Ekspres, pembangunan infrastruktur maupun sarana pendukung lainnya, secara bertahap telah diwujudkan Pemkot Ambon. Dimana penataan kota sudah mulai terlihat maksimal dan terbukti sukses dengan beberapa event-event besar di Kota Ambon.

Namun, ada beberapa hal yang mulai dilupakan Pemkot Ambon, terkait kebersihan dan penerangan sesuai visi misi Walikota Ambon. Hanya pusat kota dan lokasi-lokasi tertentu yang menjadi perhatian. Sementara beberapa lokasi lainnnya, mulai tidak diperhatikan.

Seperti di Pasar Mardika dan kawasan pesisir pantai yang penataan sampah masih membutuhkan perhatian semua pihak. Juga pada beberapa kawasan pegunungan seperti di Kecamatan Sirimau dan Leitimur Selatan (Leitisel) yang belum dipasang lampu penerangan jalan.

Bahkan hingga masuk pada pusat kota, masih terlihat beberapa lampu penerangan jalan yang sudah rusak atau padam, namun tidak diperbaiki dan tidak difungsikan setiap malam.

Anggota Komisi III DPRD Ambon, Ely Toisuta mengatakan, lampu penerangan jalan sangat dibutuhkan masyarakat. Karena fungsi untuk menerangi jalan di malam hari sangat penting demi keselamatan para pengendara maupun pejalan kaki. “Sudah mulai terlihat beberapa titik dimana lampu jalan tidak diaktifkan. Entah itu rusak atau tidak dinyalakan.

Seperti di kawasan Talake dan Batu Gantung sekitarnya. Itu kadang tidak dinyalakan. Tetapi jika ada event-event penting baru dinyalakan,” ungkap Toisuta kepada wartawan di Balai Rakyat Belakang Soya, Senin (14/9).

Dirinya berharap, pemerintah maksimal dalam menangani permasalahan penerangan jalan. Dan bagi yang belum ada penerangan jalan di daerah pegunungan atau diluar dari pusat kota, bisa segera dipasang. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan memberikan pelayanan terkait penerangan yang merata bagi seluruh masyarakat di Kota Ambon.

‘’Semoga ini bisa dilihat lagi oleh pemerintah yakni dinas terkait. Mungkin bisa kembali melakukan koordinasi dengan PLN, agar bisa dipasang bagi yang belum. Dan bagi yang sudah tidak berfungsi lagi bisa segera diganti agar tidak terjadi kecelakaan dan lainnya,” pinta dia.

Anggota Komisi III DPRD Ambon, Riduan Hasan ketika dikonfirmasi menambahkan, Ambon saat ini sudah mulai berkembang dari sebelumnya. Fungsi dan peran pemerintah terlihat sudah mulai ada perkembangan. Seperti pada penataan parkir yang sudah mulai membaik dari sebelumnya. Namun, permasalahan sampah maupun penerangan jalan sesuai visi misi Walikota saat ini terlihat kurang maksimal.

“Untuk masalah sampah, kita lihat kurang serius ditangani. Perlu ada sikap tegas walikota sehingga bisa fokus terhadap penanganan sampah,” tandasnya.

Sementara untuk penerangan jalan, dirinya menilai belum menyeluruh. Masih banyak titik yang belum dipasang. Namun, seluruhnya nanti bisa dilihat tahun 2016. Dimana masa pembangunan di tahun ini selesai, baru bisa terlihat berbagai pembangunan apa saja yang belum sempat dikerjakan.

“Jadi tidak serta merta semua langsung dikerjakan. Karena keterbatasan anggaran yang jadi permasalahan. Tetapi kami harapkan agar visi misi walikota bisa dikedepankan.

Semoga tahun berikutnya PAD kita dan APBD bisa lebih meningkat sehingga berbagai pembangunan untuk menciptakan Kota Ambon yang lebih baik kedepan bisa terpenuhi,” harapnya. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!