Tiga Pemain Timnas Asal Maluku Ingin Berseragam Polisi Militer – Ambon Ekspres
Olahraga

Tiga Pemain Timnas Asal Maluku Ingin Berseragam Polisi Militer

Abdu : Semoga Mimpi Itu Bisa Terwujud

AMBON,AE—Mimpi tiga pemain Tim Nasional (timnas) Indonesia asal Maluku, Manahati Lestusen, Muhamad Abdu Lestaluhu dan Muhamad Rivad Marasabessy untuk berseragam Polisi Militer (PM) bakal terwujud. Tapi, mereka harus melakoni pendidikan militer selama lima bulan ke depan di Markas Kodam III/ Siliwangi, Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Menurut mereka, keinginan untuk memakai seragam PM menjadi impian mereka sejak lama.’’ Saya tidak tahu dengan teman-teman yang lain, tapi saya ingin beprofesi sebagai seorang anggota Polisi Militer,’’ ungkap Abdu Lestaluhu menghubungi Ambon Ekspres, kemarin.

Polisi Militer, kata Abdu, dikenal sebagai penegak disiplin di kalangan militer.’’ Saya ingin masuk Polisi Militer. Meski tujuannya sama-sama menjaga bangsa dan negara, tapi tugas pokoknya berbeda. Mungkin lebih ke persoalan penegakan hukum di kalangan militer,’’ tegasnya.

Lanjut mantan pemain Persija Jakarta ini, selain bertugas sebagai penegak tata tertib militer, PM juga berfungsi sebagai penyelidik kejahatan atau tindak kriminal pada institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Anggotanya dikenali dengan ban lengan (biasanya berwarna biru gelap) bertuliskan ‘PM’.’’ Semoga mimpi saya untuk berseragam PM bisa terwujud,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Rivad Marasabessy, mantan pemain timnas U-19 menjelaskan, sebelum melakoni pendidikan, dia bersama Manahati ( Lestusen), Abdu (Lestaluhu) hingga Ravi Murdianto harus mencukur rambut.’’ Sebenarnya, saya tidak suka plontos (botak), tapi mau gimana lagi, kami harus siap menjalani aturan main sebelum melakoni pendidikan yang akan dimulai besok (17 September),’’ terang Rivad.

Pemain kelahiran Tulehu mengaku sudah siap ‘istirahat sejenak’ dari aktivitas sepakbola selama masa pendidikan.’’ Saya tetap bermain bola, tapi tunggu masa pendidikan militernya selesai,’’ terang dia.

Rivad juga siap membela Maluku di Pra PON mendatang bila diperlukan oleh pelatih Aji Lestaluhu.’’ Maluku (Tulehu) adalah tempat saya dilahirkan, jadi saya siap membela provinsi itu di babak kualifikasi PON. Itu pun kalau diminta oleh Pak Aji (Lestaluhu) selaku arsitek tim sepakbola Pra PON Maluku,’’ ungkapnya.

Pemain binaan SSB Persenal Hurnala ini menambahkan, ini komunikasi terakhir saya dengan kaka (wartawan), karena semua HP calos siswa (casis) akan disita atau dipegang sementara oleh pimpinan.

’’ Beta (saya) akan hubungi kaka kalau proses pendidikan sudah selesai. Ya, semoga pendidikan bisa saya jalankan secara baik dan keinginan saya adalah bisa memakai seragam Polisi Militer,’’ demikian Rivad.

Sementara itu, Mantan Kapten Timnas U-23, Manahati Lestusen mengaku siap untuk menjalani pendidikan militer.’’ Saya sudah siap. Saya akan jalani proses ini dengan sungguh-sungguh,’’ ungkapnya.’’ Kalua sudah selesai pendidikan, saya ingin kembali membela klubnya saat ini, Borneo Fc. Ya, kalau prosesi sebagai seorang prajurit TNI, saya lebih senang di PM,’’ singkatnya. (ZAL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!