Soal Bursel, KPU Belum Bersikap – Ambon Ekspres
Trending

Soal Bursel, KPU Belum Bersikap

AMBON,AE— Komisi Pemilihan Umum kabupaten Buru Selatan hingga sore kemarin, belum menerima surat keterangan kematian almarhum Hakim Fatsey, calon bupati Bursel dari pihak keluarga. Karenanya KPU juga belum memastikan pendaftaran calon pengganti Hakim.

Ketua KPU Bursel, Said Sabi saat dihubungi Ambon Ekspres via telepon, Rabu (16/9), mengatakan, pihaknya belum bisa membicarakan hal teknis penggantian Hakim yang melibatkan pihak keluarga. Ini karena, kata dia, pihak keluarga masih dalam suasana duka.

“Jadi, tadi kami sudah melayat ke rumah almarhum. Tapi belum membicarakan soal keterangan atau dokumen yang harus masukan ke KPU sebagai acuan untuk mengambil keputusan. Kami hanya datang untuk bersilaturahmi,” kata Sabi.

Dokumen yang diminta KPU lanjut Sabi, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 9/2015 junto PKPU nomor 12/2015 tentang pencalonan, yakni surat keterangan kematian dari kepala desa/lurah atau camat. Surat keterangan ini akan disampaikan keluarga melalui tim pasangan calon atau partai pengusung ke KPU.

“Jadi nanti besok atau lusa, baru kami sampaikan ke keluarga dan meminta keterangan tersebut. Surat itu menjadi bukti bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia,” katanya.

Pembukaan pendafaran bagi calon pengganti Hakim, dimulai sejak KPU menerima surat keterangan kematian dari lurah/desa atau camat. Pendaftaran dibuka selama tiga hari. Bila tak ada calon pengganti yang didaftarkan, KPU memperpanjang masa pendaftaran selama tiga hari berikutnya.

“Pendaftaran dibuka selama tiga hari, terhitung sejak KPU menerima surat keterangan tersebut. KPU akan memberitahukan partai pengusung, bahwa selama tiga hari dibuka pendaftaran. Jadi intinya, kami masih menunggu. Kalau selama 3 hari belum ada, maka akan dibuka untu 3 hari berikutnya,”katanya.

KPU Bursel, kata dia, akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan KPU Maluku dan KPU Republik Indonesia terkait hal ini.”Baik didaftarkan atau pun tidak, kami akan berkoordinasi dengan KPU Maluku dan KPU pusat. Apakah Pilkada Bursel ditunda  atau bagaimana,” terangnya.

Berdasarkan PKPU Nomor 9 yang direvisi menjadi PKPU Nomor 12 tahun 2015 dalam pasal 84 dinyatakan : (1) dalam hal pada saat dimulainya kampanye sampai dengan hari Pemungutan Suara terdapat calon atau pasangan calon pengganti yang berhalangan tetap yang mengakibatkan jumlah pasangan calon kurang dari 2 (dua) pasangan, KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota menunda tahapan pelaksanaan Pemilihan.

Pada ayat (2), Penundaan tahapan pelaksanaan pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 10 (sepuluh) hari. (3) Pada masa penundaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Partai politik atau gabungan partai politik yang calon atau pasangan calonnya berhalangan tetap, dapat mengajukan calon atau pasangan calon pengganti paling lambat 3 (tiga) hari sejak calon atau pasangan calon dinyatakan berhalangan tetap.

Sementara itu anggota KPU Provinsi Maluku, La Alwi SH mengatakan, yang jelasnya Alat Peraga Kampanye (APK) untuk Pilkada Buru Selatan sudah dicetak. Pengadaan APK dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung karena anggarannya dibawah Rp200 juta.

“Berdasarkan ketentuan penundaan, maka didalamnya serta merta akan dilakukan peninjauan kembali terhadap keputusan-keputusan KPU Bursel sebelumnya. Juga APK yang sudah dicantumkan tanda gambar dan nama almarhum,” kata Alwi, kemarin.

Untuk diketahui, calon bupati Bursel Hakim Fatsey meninggal dunia pukul 1.30 dinihari di kediamannya di Batu Merah Tanjung, Kecamatan Siirmau, Ambon. Hakim berpasangan dengan Anthon Lesnussa yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya.

Dengan meninggalnya Hakim, kini Pilkada Bursel tersisah satu pasangan calon, yakni Tagop Soulisa-Ayub Saleky. Sesuai Undang-Undang Pilkada nomor 8/2015, Pilkada Bursel akan tunda dan dilaksanakan secara serentak 2017, bila PKS dan Gerindra tak mengajukan pengganti Hakim hingga batas yang ditentukan.(TAB)

Most Popular

To Top