Guru Iris 3 Siswa SD Pakai Kater – Ambon Ekspres
Trending

Guru Iris 3 Siswa SD Pakai Kater

AMBON,AE— tiga siswa SD Kristen dianiaya. Ketiganya diiris menggunakan pisau kater. Kini mereka menjalani perawatan medis. Sadisnya, penganiayaan dilakukan oleh gurunya sendiri. Guru tersebut berinisial ML tidak ditetapkan sebagai tersangka. Dia hanya dikenakan wajib lapor.

Insiden itu terjadi Sabtu (19/9) sekira pukul 13.15 wit. ML merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) pada sekolah tersebut. Informasi yang diterima, Minggu (20/9) menyebutkan ketiga siswa ini dianiaya di bagian kepala dengan menggunakan pisau kater.

Dari kejadian, salah seorang siswa mengalami luka dengan enam jahitan di kepala bagian kiri, satunya dengan luka dua jahitan, satunya lagi tiga jahitan.

Keluarga korban, salah satu siswa mengaku awalnya, korban bersama dua rekannya tidak membuat tolak peluru. Ini penugasan dari pelaku. Pelaku marah. Tak hanya memarahi, entah apa yang terjadi ketiga korban kemudian di suruh pelaku membawa semen, kerikil dan bola. Lantaran sekolah siang ketiganya langsung di suruh guru untuk mencari semen dan bahan-bahan yang diperlukan.

“Awalnya itu ada tugas penjas bawa tolak peluru tetapi karena tidak masuk jadi korban di (thio-red) tahu. Sementara dua temannya ini juga tidak bawa sehingga dimarahi guru kemudian disuruh cari.” Kata Ricard Waas keluarga korban.

Dia melanjutkan, “dua temannya ini pulang ke rumah tetapi karena tidak ada orang kemudian ke rumah temannya dan hanya mendapatkan Rp 20 ribu, sehingga hanya bisa membeli semen, sementara kerikil dan bola tidak cukup.

Sampai di sekolah kemudian tiga siswa campur tetapi karena sudah berserakan, pelaku langsung memukul tiga siswa dengan kater yang ada di tangannya,” beber Waas.

Usai melakukan penganiayaan, pelaku sempat membawa ketiga korban ke Puskesmas Valantine namun lantaran tutup, akhirnya kembali ke sekolah. Tibanya di pintu pagar berpapasan dengan Kepala sekolah dan langsung diperintahkan untuk di bawa ke Rumah Sakit Bhakti Rahayu guna mendapat perawatan medis.

“Kita dapat telepon langsung ke Bhakti Rahayu. Tetapi ketika cek awal pelaku mengaku kalau tiga siswa ini bermain kater sendiri sehingga terluka. setelah di desak pelaku akui itu. Pelaku sempat pingsan di rumah sakit. Sudah dibuat laporan pengaduan resmi ke Polres, masih menunggu bapak (ayah) korban yang sementara tugas di Jakarta tiba baru kita lanjut prosesnya,” tutur Waas.

Pihak keluarga berharap, oknum guru ini harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. dari pihak dinas pendidikan sudah mendatangi keluarganya untuk mendapat penjelasan terkait kejadian tersebut.”Dari pihak dinas sudah mendatangi kami pihak keluarga dan memberikan penjelasan terkait dengan persolan ini,” kata Ricard.

Terpisah kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Benny Kainama yang dikonfirmasi, mengaku sudah mendapat laporan resmi dari pihak sekolah dan sudah diambil langkah tegas. Apa yang dilakukan pelaku, tergolong pelanggaran berat sehingga keputusan akan diambil hari Senin (hari ini).

“Yang bersangkutan bisa di mutasikan atau bisa diberhentikan setelah melihat hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kainama.
(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!