PKS-Gerindra Tetap Tak Ajukan Calon – Ambon Ekspres
Trending

PKS-Gerindra Tetap Tak Ajukan Calon

AMBON,AE— Komisi Pemilihan Umum kabupaten Buru Selatan, hingga kemarin belum menerima surat keterangan kematian dari keluarga Hakim Fatsey, calon bupati Buru Selatan. Sementara itu, PKS dan Gerindra tetap pada komitmen awal untuk tidak mengusulkan calon pengganti Fatsey.

Ketua KPU Buru Selatan (Bursel), Said Sabi yang dihubungi Ambon Ekspres via telepon, Minggu (20/9), mengaku, tidak mengetahui apa alasan pihak keluarga soal keterlambatan penyampaian kematian Fatsey.

“Sampai sekarang belum ada keterangan kematian almarhum dari pihak keluarga. Kami juga tidak tahu apa alasannya. Coba dikoordinasikan dengan tim atau parpol pengusung,”kata Sabi.

Sabi mengungkapkan, dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 9/2015 junto PKPU nomor 12/2015 pasal 77-84, tidak ada ketentuan batas waktu. KPU akan melakukan membuka pendaftaran jika sudah mengantongi surat keterangan kematian dari camat atau lurah di tempat dimana almarhum tinggal.

“Kalau dalam aturan normatif, tidak ada penjelasan mengenai waktu. Olehnya itu, harus ada surat dari kelurahan/desa atau camat. Kalau sudah ada, barulah kita proses. KPU tetap menjalankan tahapan, sambil menunggu surat keterangan kematian, karena itu adalah aturan,”jelasnya.

Dia menjelaskan, sesuai aturan, pasangan calon yang meninggal di masa kampanye hingga pemungutan suara dan disampaikan secara resmi kepada KPU melalui surat keterangan kematian, tahapan akan ditunda selama 10 hari. Tiga hari untuk pendaftaran, hari lainnya untuk verifikasi dokumen calon pengganti dan penetapan.

“Kalau calon berhalangan tetap (meninggal) dalam tahapan kampanye hingga pemungutan suara, maka tahapan akan ditunda selama 10 hari. Tapi harus ada surat keterangan itu. Nah, kalau ada, tahapan kampanye bisa ditunda, dan tahapan lainnya seperti pemutakhiran data pemilih tetap berjalan,”ungkapnya.

Fatsey meninggal dunia di kediamannya di Galungung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. Belum ada keterangan resmi yang ditunjukan kepada KPU dari keluarga soal kematiannya. Fatsey adalah calon bupati Bursel dengan calon wakilnya Anthon Lesnussa.

Pasangan ini diusung PKS (1 kursi) dan Gerindra (4 kursi). Hingga kemarin, PKS dan Gerindra belum mengajukan calon pengganti tokoh masyarakat Ambalau itu.

Dua partai ini, mengaku, sangat sulit mencari figur pengganti Fatsey dalam waktu yang relatif singkat. Apalagi dengan aspek elektabilitas yang setarah dengan Fatsey, mustahil didapatkan.

“Gerindra tetap konsisten dengan sikap politiknya untuk tidak mengajukan calon pengganti almarhum Hakim Fatsey. Alasannya seperti yg saya sampaikan ke anda beberapa waktu yg lalu. Sulit bagi Gerindra untuk menemukan calon pengganti yang memiliki kualifikasi yang setara dengan alamarhum, paling kurang dari segi tingkat pengenalan dan tingkat elektabilitas,”kata Ketua DPD partai Gerindra Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa kepada Ambon Ekspres, Sabtu (19/9).

Hak rakyat untuk memiliki pemimpin yang baik, harus dihormati. Pemimpin yang nanti memimpin Bursel lima tahun kedepan, harus melalui proses yang selektif, bukan atas dasar pemaksaan.

“Selain itu Gerindra juga harus menghormati hak rakyat di Bursel untuk memperoleh pemimpin yang mereka kehendaki, bukan pemimpin yang terpilih karena rakyat tidak punya pilihan lain yang lebih baik atau karena faktor kekuatan modal dan kekuasaan,”paparnya.

Semua partai pengusung lanjut Hendrik, punya keinginan atau target memenangi Pilkada. Karenanya, proses menuju hal itu, perlu dilakukan dengan kesiapan yang matang, bukan sekadar jadi penggembira. Di Pilkada Bursel 2017, Gerindra akan lebih siap untuk meraih kemenangan.

“Jika ditunda ke 2017 maka Gerindra memiliki kesempatan yang lebih baik untuk konsolidasi dan melakukan persiapan teknis lainnya dengan lebih mantap untuk bertarung di Pilkada. Semua Partai Pengusung pasti menargetkan menang di Pilkada. Kalau hanya sekedar ikut saja dan tidak serius untuk meraih kemenangan, untuk apa mau maju?,”ketusnya.

Keputusan Gerindra untuk tidak mengusulkan calon pengganti Fatsey, telah dipertimbangkan dengan matang. Olehnya itu, dia berharap keluarga dan simpatisan dapat menerima keputusan politik Gerindra.

“Gerindra berharap semua pihak khususnya keluarga, para pendukung dan simpatisan almarhum untuk bisa menerima keputusan politik yang dilakukan oleh Gerindra, karena keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara terukur. Kalau ada yang tidak puas, ya, itu dapat dimaklumi, karena tidak ada suatu keputusan politik yang dapat memuaskan semua pihak,”ungkapnya.

Dia menegaskan, tidak ada sedikitpun kepentingan Gerindra dibalik desakan agar parpol pengusung mengajukan pengganti Fatsey. Masyarakat kata dia, pasti memahami sikap politik Gerindra saat ini di Pilkada Bursel, setelah meninggal dunianya Fatsey.

“Kami juga perlu mengingatkan bahwa ada juga yang mendorong-dorong agar pilkada Bursel dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Bursel, dan dorongan itu sarat dengan kepentingan mereka.  Kepentingan itu dapat saya pastikan bukan kepentingan Gerindra. Saya percaya masyarakat cukup cerdas dan dapat memahami apa yang saya maksudkan,”tandas mantan calon wakil Gubernur Maluku 2013 itu.

Sikap senada juga masih tetap dipegang DPW Partai Keadilan Sejahrera (PKS) Maluku. Sikap tersebut telah disampaikan dengan alasan rasional. “Hingga sekarang belum ada perubahan sikap. Ketua DPD Gerindra dan ketua DPW PKS Maluku sudah sampaikan ke media. Hingga kini, masih tetap pada sikap awal. Sikap Gerindra dan PKS sudah disampaikan dengan alasan-alasan yang rasional,” kata sekretaris DPW Suhfi Majid kepada Ambon Ekspres via sms.
(TAB)

Most Popular

To Top