7 Jam 7 Calon Sekprov Diuji – Ambon Ekspres
Trending

7 Jam 7 Calon Sekprov Diuji

AMBON, AE— Setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi, ketujuh calon sekretaris Provinsi (sekprov) Maluku, kembali memasuki suhu kompetensi baru, yakni  ujian selama tiga hari. Dihari pertama kemarin (21/9), para calon sekprov, diharuskan mengikuti ujian psikometerik atau phisiko tes. Dikabarkan ujian tersebut berlangusung ketat selama tujuh jam dari pukul 08.00 WIT sampai pukul 15.00 WIT.

Tadi para calon sudah mengikuti tes tulis yang pertama yakni phisiko tes, mulai dari jam delapan pagi sampai jam tiga siang,” tutur salah satu anggota panitia seleksi (pansel), Abidin Wakano kepada Ambon Ekspres, via seluler. Wakano mengatakan, pensel sendiri tidak diberi kesempatan untuk melihat isi dari materi dalam phisiko tes tersebut, yang terbagi menjadi enam babak.

“Memang kami pansel juga turut mengawasi tetapi, kami sendiri tidak mengetahui isi dari soal yang diberikan, kami hanya mengetahui ada enam bagian tes phisiko yang diberikan kepada calon, hingga selesai,” ungkapnya.

Menurutnya, soal yang disajikan kepada para calon itu, dibuat oleh tim independen dari pusat yang terdiri dari tiga orang. ” Tes ini benar-benar bersih dan independen, semua materi dan soal tersegel dan dibawah langsung dari Jakarta. Jadi kami sama sekali tidak mengetahui isi soal tersebut,” timpalnya lagi.

Lebih lanjut, Wakano mengatakan, setelah tes psikometrik akan ada beberapa tes lagi yakni membuat makalah, dan wawancara. ”Besok akan ada tes lagi, para calon akan membuat semacam makalah atau proposal, di dalamnya itu termuat analisis problem setelah itu dipresentasikan, oleh masing-masing calon. Tes ini juga akan dimulai dari pagi hingga selesai (sore),” katanya.

Di hari terakhir, lanjut Wakano, akan ada tes wawancara, dimana Para calon akan diwawancarai oleh asesor. ”Dalam tes wawancara para calon akan berhadapan dengan asesor, tentunya materinya akan diarahkan oleh panitia, terutama mengenai sosial budaya,” terangnya.

Ditanya soal kapan, pansel mengumumkan hasil tes tersebut, Wakano mengatakan, pansel akan berusaha agar hasil tes diumumkan sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Ya, setelah rangkaian ujian ini dilakukan, kami akan rekap dulu semua hasil ujian tersebut untuk dikaji lagi, mana yang pantas masuk dalam tiga nama yang diusulkan,” jelasnya.

Dikatakan, proses ini akan berlangsung hingga pertengahan oktober nanti.” Ya, kami harapkan sesuai jadwal yang ditentukan yakni pada pertengahan Oktober sudah ada tiga nama yang dinyatakan lolos ujian,” katanya.

Setelah tiga nama dikeluarkan oleh pansel, lanjut Wakano, pihaknya akan menyerahkan kepada Gubernur Maluku, kemudian dibawah ke pemerintah pusat, untuk proses selanjutnya, ”bila sudah ada tiga nama yang diusulkan, maka tugas dan tanggungjawab pansel telah selesai, selajutnya tinggal menanyakan gubernur,” kuncinya.

Untuk diketahui, berdasarkan keputusan panitia seleksi calon pimpinan tinggi Madya di lingkungan pemerintah provinsi Maluku nomor : 01/KEP. PANSEL/JPTM/MAL/2015 tanggal 17 September 2015, maka tujuh calon pejabat pimpinan tinggi Madya di lingkungan pemerintah provinsi Maluku tahun 2015 yang dinyatakan memenuhi syarat/seleksi administrasi adalah M.A.S Latuconsina, M.Z. Sangadji, Halatu Roy, Hamin Bin Thahir, Umad Muhammad, Meikyal Pontoh, dan Hendrik Koedoboen.

Sebelumnya, ketua Pansel Thomas Pentury mengatakan, dalam tahapan berikut, pihaknya akan berkonsultasi dengan Komisi Aparatur Negara (KASN) terkait regulasi. “Sejak awal kita terus berkonsultasi dengan KASN, termasuk nanti soal intepretasi regulasi Undang-Undang KASN, Undang-Undang ASN dan Permen 13 Tahun 2014 tentang tata cara mengangkat pejabat tinggi madya,” jelas Pentury beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dilakukan tambah Pentury, agar semua tahapan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan tidak diintepretasikan sendiri. Uji kompetensi akan dilakukan oleh anggota Pansel sendiri dan dibantu oleh asesor.

Asesor, dipilih oleh kementerian PAN-RB, ataupun berkonsultasi dengan KASN untuk menentukan siapa yang berkompeten menyusun instrument seleksi,  variabel mengukur apa yang diukur.  Asesor yang menyusun istrumen juga harus sesuai dengan apa yang diinginkan pansel. Uji kompetensi, akan dilakukan di kantor gubernur, secara tertutup.

”Pastinya asesor tidak memahami  sosiologi, dan budaya masyarakat di daerah ini, nanti ada anggota pansel sendiri yang menguasai bidang tersebut  bisa juga memberikan masukan kepada asesor. Ada juga tes yang bersifat pengukuran kompetensi jabatan. Kalau kompetensi jabatan asesor sudah memahami,” katanya.
(ARI/MAN)

Most Popular

To Top