Dispora Utang Anggaran untuk Popnas – Ambon Ekspres
Trending

Dispora Utang Anggaran untuk Popnas

Meski Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ke-13 di Bandung, Jawa Barat (Jabar) telah tuntas akhir pekan lalu, namun ada cerita menarik dibalik keberangkatan pasukan ‘Seribu Pulau’ untuk bertarung di event dua tahunan tersebut.

Pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku terpaksa meminjam anggaran dari pihak ketiga untuk memberangkatkan 131 personil Popnas Maluku. ”Jujur, kami (Dispora) tidak punya anggaran untuk membiayai ratusan personil itu ke Popnas. Jalan keluarnya adalah harus ‘utang’ dari pihak ketiga,” beber Kadispora Maluku, Semmy  Huwae kepada Ambon Ekspres di Kantor Dispora Maluku, kemarin.

Dijelaskan, sebelum proses keberangkatan atlet ke Bandung, pihaknya telah meminta kepada pemerintah provinsi (bagian keuangan) agar bisa menyelesaikan masalah tersebut, tapi sampai hari ‘H’ keberangkatan anggaran itu belum dicairkan. ”Melihat kondisi ini, saya terpaksa mencari jalan keluar untuk meminjam dari pihak lain. Nanti kalau anggarannya sudah ada, baru ditutupi atau diganti,” terangnya.

”Saya yang bertanggungjawab atas keberangkatan mereka, jadi apa pun harus saya lakukan demi prestasi olahraga di Maluku,” lanjutnya.

Total keseluruhan anggaran Popnas untuk tahun ini mencapai Rp 800 juta lebih. ”Mungkin karena pemerintah daerah sementara lebih fokus untuk agenda  Pesparawi, jadi pencairan anggarannya sedikit terlambat. Kami sangat memahaminya,” katanya.

Meski begitu, Huwae tetap memberikan apresiasi yang tinggi kepada duta-duta Maluku yang telah membawa pulang 3 medali emas, 5 perak dan 2 perunggu. ”Ini prestasi yang sangat luar biasa. Walau persiapan kami menuju event tersebut tidak maksimal, namun mereka berhasil membawa pulang sepuluh medali ke tanah Maluku,” ungkapnya.

Kedepan, tambah dia, atlet hingga pelatih PPLP Maluku akan dievaluasi kembali, sehingga moment atau ajang olahraga, mereka bisa maksimal lagi. ”Ya, tentu harus dievaluasi. Semua kekurangan akan dibenahi. Kalau ini dilakukan, maka atlet-atlet Maluku bisa disegani oleh atlet daerah lain,” demikian Huwae.

Sementara itu, Carolis Nirahua, Kabid Olahraga, Dispora Maluku menjelaskan, kontingen Maluku gagal masuk sepuluh besar karena terkendala beberapa faktor diantaranya, persiapan yang minim kemudian faktor non teknis. ”Ini yang menjadikan kami terhenti di tangga ke-17,”ungkapnya.

Meski begitu, kata Nirahua, dirinya tetap bangga dengan semua atletnya.” Walau belum setahun terbentuk, namun dinas ini telah memberikan sebuah prestasi yang luar biasa untuk olahraga Maluku,” katanya. ”Semoga kedepan, atlet-atlet di daerah ini bisa memberikan yang terbaik lagi,” imbuhnya. (ZAL)

Most Popular

To Top