Hi. Husein Toisuta, Aleg Tertua, dan 3 Periode di DPRD Ambon – Ambon Ekspres
Trending

Hi. Husein Toisuta, Aleg Tertua, dan 3 Periode di DPRD Ambon

Juru Damai, Yang DPRD Kini Jadi Tokoh  Kunci Golkar

Dulu dia seorang Pegawai Negeri Sipil. Saban harinya bertugas di Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Kini dia menjadi seorang politisi Golkar. Tiga periode sudah menjadi anggota DPRD  Kota Ambon. Husein Toisuta, sedikit dari PNS yang sukses banting setir menjadi seorang politisi. Jabatan terakhirnya, Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Golkar Maluku.

Pria yang lahir 18 Oktober 1957 du Sirisori Islam Kabupaten Maluku Tengah ini, cukup dikenal dikalangan masyarakat hingga pejabat. Pria yang akrab disapa “Haji Uceng”  ini merupakan sosok yang dikenal santun, rendah hati, dan pekerja keras.

Saat ini, dia menjabat Wakil Ketua DPRD Ambon di usia 59 tahun. Di  pilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sirimau I Ambon. haji Uceng juga anggota legislatif (Aleg) tertua dari 34 Aleg lainnya. Suami dari Hj. Rafiah Toisuta, yang telah dikarunia 4 orang anak dan 4 orang cucu ini, banyak berkarir sejak terjun di dunia politik.

Karirnya dimulai sejak tahun 1979, ketika berusia 28 tahun, dengan mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat Provinsi Maluku. Perlahan tapi pasti. Satu demi satu, jabatan Ia duduki. Hingga berhasil menduduki jabatan terakhir sebagai pegawai eselon IV yang membidangi perindustrian. Hingga tiba masa-masa sulit, dimana kondisi kota Ambon terpuruk, akibat konflik 19 Januari 1999 lalu.

Kala itu, situasi dan kondisi sangat memprihatinkan. Sistim pembangunan dan ekonomi memasuki masa-masa kritis. Bahkan pertumbuhan di kota Ambon nyaris tak berkembang, akibat ulah para provokator. Banyak kepentingan yang dipertaruhkan pada saat itu. Sehingga membutuhkan sosok pemimpin yang bisa mewujudkan semua harapan masyarakat, untuk menjadikan kota Ambon menjadi kota yang aman dan damai.

April tahun 2003, dengan keadaan saat itu, dia coba terlibat sebagai tim perdamaian, yang bisa berguna bagi masyarakat untuk bersama-sama membangun kota bertajuk manise dari kehancuran. Dia kemudian nekad untuk mengajukan pensiun dini. Mengusulkan permohonan kepada Gubernur Maluku, M. Saleh Latuconsina. Usai dikabulkan, dia langsung terjun ke dunia politik. Dan memilih Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai partai favoritnya, mengikuti jejak sang ayah Almarhum Hi. Zaluddin Toisuta yang merupakan pengurus Partai Golkar era 60-an.

“Jadi saat itu, tidak ada yang bisa berbicara soal perdamaian. Maka saya lepas PNS dan terjun di dunia politik, tepatnya April 2003. Dan saya ketemu saudara Richard Louhenapessy, dan meminta beliau untuk mengakomodir saya dalam pemilu legislatif (pileg) periode 2004-2009 untuk dapil Nusaniwe. Dan alhamdulillah, saya berhasil dengan memperoleh suara sekitar 700 lebih,” jawab dia.

Awal yang baik bagi beliau, yang memulai karir di lembaga legislatif sebagai Anggota DPRD Ambon. Dan dipercayakan oleh partai untuk menjadi Ketua Fraksi Golkar DPRD Ambon. Secara perlahan, aspirasi masyarakat mulai terjawab. Pembangun dan ekonomi mulai diperbaiki bersama Aleg lainnya.

Hingga di akhir periode, Ia terus menerus melakukan pendekatan kepada masyarakat. Dan hasilnya adalah sebuah kesuksesan. Karena dia terpilih kembali menjadi Anggota DPRD untuk Dapil Sirimau I periode 2009-2014. Dengan jumlah suara yang signifikan sekitar 1.600 lebih suara.

Ini membuktikan, amanah rakyat kota Ambon selalu dijaganya dan diperjuangkan. Sehingga mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari dapil yang berbeda. Apa yang dilakukan pada periode sebelumnya, ternyata menjadikan Haji Uceng semakin dikenal oleh masyarakat.

Dengan karakter yang berbeda dari anggota-anggota DPRD lainnya, membuat dia tidak putus asa untuk terus berjuang bagi kepentingan orang banyak. Akhirnya usai periode kedua itu, dia masih mencalonkan diri sebagai wakil rakyat pada Dapil yang sama.

Ibarat kata, jika kita menanam bibit emas pastinya kita akan menghasilkan berjuta-juta emas. Emas pun diraihnya. Ia kembali mendapat kepercayaan dengan total suara yang agak beda tipis dari periode sebelumnya. Dimana periode 2014-2019 ini, Haji Uceng memperoleh suara 1.665 suara. Dengan jabatan Wakil Ketua DPRD Ambon.

“Tujuan saya pertama itu untuk membangun kota Ambon agar rukun dan damai. Apa yang merupakan aspirasi dari masyarakat, kita bawa ke parlemen untuk mengusulkkan. Banyak hal yang kita perjuangkan, pembangunan infrastruktur, ekonomi dan hal-hal penting lainnya. Dan atas ijin Allah SWT, semua terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Akhirnya, Haji Uceng dan 34 Aleg DPRD Ambon lainnya, resmi dilantik pada 11 September 2014 lalu. Dan ditandai dengan pengambilan sumpah/janji oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kusnawi Muchlis, di Balai Rakyat Belakang Soya Ambon. Dan hingga kini sudah memasuki 1 tahun lebih masa kepemimpinannya di DPRD Ambon.

Selain jenjang karir yang digapainya dalam lembaga legislatif, Haji Uceng juga dikenal dikalangan masyarakat dengan prestasi-prestasi lainnya dalam menduduki jabatan-jabatan penting dalam organisasi. Yaitu sebagai Sekretaris Majelis Da’wah Islamiah (MDI) kota Ambon, Ketua DPD Form Pembela Islam (FPI) Maluku, Ketua BKPRMI Wilayah Maluku, Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).

Kemudian sebagai Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Maluku, Wakil Ketua DPD Bidang  Organisasi Partai Golkar Maluku, Ketua Hubungan Persaudaraan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku, Ketua Hari Besar Islam (PHBI) Maluku, dan Wakil Ketua Pengurus Pemerhati Pendidikan kota Ambon.

Seluruh pengalaman dalam organisasi tersebut, dia peroleh dengan baik hingga sejumlah penghargaan penting pun diraihnya. Baik dalam parlemen maupun dalam bidang organisasi. Beberapa penghargaan secara perlahan ia terima. Salah satunya seperti penghargaan dari Gubernur Maluku Said Assagaf untuk Delegasi Malino tahun 2014.

Kemudian penghargaan Awards Best to Wal Night-Asean Executive Development Golden. Dan masih ada beberapa penghargaan lainnya yang tak sempat disebutkan.

“Ada satu catatan penting lainnya, dan membuat saya dan teman-teman bangga. Dimana saya sebagai Ketua Komite di SMA Negeri 13 Ambon. Yang hingga kini menghasilkan sejumlah prestasi yang memuaskan. Bahkan tiap tahun itu, sekolah tersebut menjadi sekolah dengan tingkat kelulusan terbaik mencapai 100 persen dan saya sangat bangga dengan mereka,” puji dia.

Bukan hanya karir serta penghargaan yang Ia raih. Akan tetapi, banyak pula rintangan dan hambatan yang berhasil dilalui. Sebagai pekerja keras, Dirinya masih sanggup berjuang demi kepentingan orang banyak. Hingga berkeinginan untuk mencalonkan diri pada periode mendatang untuk tingkat provinsi periode 2019-2024.

“Itupun jika Allah SWT masih memberikan saya umur yang panjang. Dan jika masyarakat masih menginginkan saya untuk mengawal aspirasi mereka di tingkat provinsi. Maka saya bersedia mengawal aspirasi itu. Tentunya kita memohon kepada Allah SWT, agar diberikan kesehatan yang cukup dan diberikan umur panjang. Agar kedepan saya sudah tidak lagi calonkan diri di kota tetapi di provinsi,” ingatnya. (***)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!