Penculik Bayi Mario Terancam 15 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Trending

Penculik Bayi Mario Terancam 15 Tahun Penjara

AMBON, AE— Dora Delila Labeira, pelaku penculikan bayi Mario terancam hukuman penjara selama 15 tahun. Dia kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan oleh penyidik Polres Ambon dan Pp Lease. ‘’Dora ditetapkan tersangka dan dijerat dengan pasal 83 UU No 35 tahun 2014 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” ungkap Kasubag Humas, Iptu Meity Jacobus kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, motif dari aksi nekat tersangka melakukan penculikan tersebut untuk mengelabui dan  meyakinkan pacarnya agar bertangungjawab. Dia ingin menyakinkan sang pacar bahwa bayi yang diculiknya itu hasil dari hubungan mereka. ”Jadi hasil pemeriksaan yang kami peroleh motifnya itu. Tersangka ingin ada  tangunggjawab dari mantan pacarnya yang juga anggota TNI. Tidak ada motif lain atau ada kaitanya dengan jaringan apapun. Jadi alasan dia ke MBD itu karena mantan pacarnya itu ada di sana (Tepa, red),” ungkap Meity.

Sebelumnya, aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus penculikan bayi Mario yang terjadi beberapa waktu lalu. Pelaku penculikan diketahui bernama Dora Delila Labeira. Dia ditangkap pada 12 September 2015 di Tepa, Kecamatan Pulau-Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Pelaku dan bayi yang diculik langsung dibawa ke Ambon.

Dora tiba di Ambon dibawah pengawalan anggota Buser Polres Ambon sekira pukul 11.00 WIT di Bandara Pattimura, Minggu (20/9). Setelah mendarat dengan pesawat Wings, pelaku ini langsung digelandang ke Mapolres Ambon. Dia kemudian diperiksa intensif oleh penyidik.

Saat tiba di Mapolres, pelaku yang mengenakan blus putih dan celana jeans biru muda itu menutup muka dengan jaketnya. Dia kemudian digiring ke ruang unit Perlindungan Perempuaan Anak  (PPA) Polres Ambon. Di tempat itu, sudah menunggu ibu korban, Albertina Tahapary yang terlihat emosi. Albertina sempat hendak memukul pelaku saat dibawa polisi.

Raut wajah keluarga tidak murung lagi seperti biasanya. Mereka terlihat bahagia ketika menggendong, bayi Mario setelah terpisah lebih dari sebulan. Setelah dibawah masuk ke dalam salah satu ruangan unit PPA, pelaku langsung diperiksa penyidik Brigadir IDG Purnama.

Tresye Sahureka, nenek bayi Mario yang mejemput cucunya di MBD mengaku, pelaku sempat mengelak saat diperiksa di MBD. Dihadapan polisi pelaku mengaku kalau anak yang diculiknya itu hasil hubungan gelapnya dengan seorang anggota TNI. “Kata pelaku anak ini hasil dari hubunganya dengan seorang tentara bernama Elisa Watimena. Anggota TNI ini sempat dimintai keterangan disana dan dia mengaku pelaku ini parlente (bohong, red),” ungkap Sahureka, Minggu (20/9).

Berdasarkan informasi tersebut, dua anggota Buser Polres Ambon, Brigadir Abraham Sopaheluwakan dan Bripka Paulus Batsjery kemudian menuju ke MBD. Sakeus Siwang (26), ayah bayi Mario mengaku pihak keluarga mengetahui dari polisi kalau pelaku sudah ditemukan sejak pekan lalu. ”Hati saya sangat senang saat bertemu dengan anak saya. Pekan lalu kita sudah dapat foto anak saya dan foto pelaku dari polisi,” kata Sakeus.

Pihak keluarga berterima kasih atas upaya polisi menemukan bayi Mario. Mereka berharap polisi menindak pelaku sesuai dengan perbuatannya. “Kami pihak keluarga sangat berharap pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambah Tresye.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa penculikan bayi Mario ini terjadi pada Kamis (20/8) di kawasan Terminal Mardika Ambon. Saat itu ibu korban yang baru mengenal pelaku beberapa jam sempat menitipkan anaknya ketika hendak masuk ke toilet umum. Namun setelah keluar dari toilet, korban tidak menemukan anaknya bersama pelaku.(ERM)

Most Popular

To Top