Sudah Setahun Lulusan Honorer K2 Belum Terima SK – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Sudah Setahun Lulusan Honorer K2 Belum Terima SK

PIRU, AE.—Sudah lebih dari satu tahun honorer K2 yang lulus PNS di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) belum juga mengantongi SK. Salah satu perwakilan dari puluhan honorer K2 tersebut akan menyambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) SBB pekan ini.

Hal ini dilakukan untuk meminta kejelasan atas status mereka yang masih terombang-ambing sebagai honorer.  “SK kami tak dikeluarkan. Padahal sudah satu tahun sembilan bulan sejak dinyatakan lulus tahun 2014,” kata seorang honorer yang tak ingin namanya korankan kepada Ambon Ekspres di kantor Bupati SBB, Senin (21/9).

Menurut dia, selama ini pihaknya tak pernah mendapat kejelasan mengenai SK dimaksud. Pemerintah daerah hanya memberi janji palsu bahwa saat ini masih dalam proses untuk dikeluarkan SK.

“Buktinya kami bekerja tanpa SK. Selama ini kami jalankan kewajiban dengan ikhlas. Tapi semakin kami diam, SK juga tak keluar,” terangnya.

Pria yang mengajar di salah satu SMP Negeri di Bumi Saka Mese Nusa ini mengaku mereka hanya meminta kejelasan status. “Kami tak minta banyak, kami hanya ingin SK itu keluar,” tegasnya.

Menurutnya, sejumlah tenaga honorer K2 yang dinyatakan lulus dan belum mendapat NIP akan melakukan protes dan meminta DPRD SBB untuk memperjuangkan nasib mereka.

“Kami masih berharap agar sekian orang yang lulus K2 ini untuk segera mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Kami minta DPRD SBB untuk memperjuangkan hak kami,“ katanya.

Dikatakan, jika alasan BKD tidak dikeluarkan NIP para tenaga honorer ini karena melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 48 diantaranya karena pindah tugas ke sekolah lain, rasanya tidak pas mengingat banyak honorer lainnya yang pindah dari guru menjadi tenaga honorer di SKPD  lainnya tetap mendapat NIP.

Dia menambahkan, sejumlah tenaga honorer K2 yang dinyatakan lulus dan belum mendapat NIP akan tetap melakukan protes dan meminta DPRD SBB untuk memperjuangkan nasib mereka.  “Kami masih berharap agar honorer yang lulus untuk segera mendapatkan NIP. Maka kami minta DPRD untuk memperjuangkan hak kami,“ kata tenaga honorer itu.

Sementara itu, salah anggota DPRD SBB La Maarup Tomia kepada Ambon Ekspres melalui telepon selulernya mengatakan, pihaknya akan berusaha maksimal untuk memperjuangkan tenaga honorer K2 yang belum mendapatkan NIP.

Termasuk juga tenaga honorer yang puluhan tahun mengabdi namun sampai saat ini juga belum diangkat menjadi PNS. “Kami akan mempertanyakan hal ini kepada pemerintah daerah dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sudah sejauhmana proses penyelesaian honorer K2 tersebut. Karena sampai saat ini  belum juga ada kepastian,” katanya.

Tomia menandaskan, pihaknya akan berkoordinasikan dengan Ketua DPRD SBB dan komisi terkait agar bisa menyelasikan masalah ini sehingga tidak terkatung-katung. ‘’Paling tidak BKN hendaknya mengklarifikasi alasan tidak keluarnya NIP bagi honorer SBB yang dinyatakan lulus CPNS dari kategori K2,“ katanya.

Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) SBB saat hendak dimintai keterangan justru menghindar. Dia bahkan menyarankan untuk menanyakan hal itu langsung kepada bupati. ”Tanya saja kepada bupati,” tandasnya.(CR1)

Most Popular

To Top