Gainau-Obed Berebut Nomor Urut – Ambon Ekspres
Trending

Gainau-Obed Berebut Nomor Urut

AMBON,AE— Komisi Pemilihan Umum kabupaten Aru, secara resmi telah menetapkan pasangan Abraham Gainau-Djafruddin Hamu dan Obed Barends-Eliza Darakay sebagai calon bupati dan wakil bupati, Rabu (23/9). Hari ini, KPU berencana melakukan pengundian nomor urut kedua pasangan yang sebelumnya digugurkan itu.

Ketua KPU Aru, Victor Sjair, yang dihubungi via telepon, Kamis (24/9), mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu).”Pleno sudah dilakukan kemarin (Rabu-red). Besok (hari ini-red), KPU akan mengundang pasangan calon untuk memberikan surat keputusan. Dan Rencana Jumat sore atau Sabtu pagi, dilakukan pengundian nomor urut 3 dan 4,” kata Sjair.

Dengan demikian, kata Sjair, tiga keputusan yang dibuat sebelumnya, akan direvisi dan digantikan dengan SK yang baru. SK KPU nomor 29 tanggal 24 Agustus tentang penetapan calon, akan diubah dengan SK nomor 29.a.

Kemudian SK nomor 30 tentang nomor urut dan SK nomor 31 tentang tahapan kampanye pasangan calon, juga diubah. Pasalnya, ada penambahan dua pasangan calon ini.
“Jadi, KPU Aru akan bekerja  keras untuk menyesuaikan semua ini. Bisa jadi, rapat atau kegiatan sosialisasi akan digelar hingga larut malam,”ujarnya.

Setelah pengundian dan penetapan nomor urut (3 dan 4), pasangan Gainau-Hamu dan Barends-Darakay, diminta segera menyampaikan laporan awal dana kampanye ke KPU. Selain, dua pasangan calon ini menyampaikan desain alat peraga kampanye (APK) untuk dicetak oleh KPU Aru.

Disinggung soal pelaksanaan putusan Panwaslu, Sjair mengaku, secara kelembagaaan KPU telah berkoordinasi dengan lembaga pengawasan pemilu itu. Yang paling penting, adalah penjelasan Panwaslu soal kelengkapan dokumen pasangan calon yang hingga kemarin belum dilengkapi.

“KPU sudah berkoordinasi dengan Panwaslu, soal mekanisme pelaksanaan putusan tersebut. Terutama soal bagaimana kelengkapan dokumen. Baik soal rekomendasi pasangan Obed dan Eliza, maupun tanda tangan Golkar Aru kubu Agung Laksono untuk pasangan Gainau-Hamu,”ungkapnya.

Dia memastikan, pelaksaan putusan Panwaslu tetap berjalan kendati belum ada dokumen-dokumen tersebut setelah pengundian nomor urut.”Kalau pun belum ada dokumen lengkap, maka tetap jalan saja, karena ini keputusan Panwaslu atas perintah UU,”tegasnya.

Ketua Panwaslu Aru, Mokzeng Sinamur saat dikofirmasi via telepon, mengaku telah menerima surat dari KPU setempat. Hanya saja, kata dia, pihaknya belum mengkaji isi surat tersebut.

“Suratnya baru sampai kepada kami sektar jam 12.00 (malam Kamis). Kami masih mempelajarinya, dan karena libur hari ini, maka belum ada keputusan terhadap isi surat ini. Initinya, KPU meminta Panwaslu memberikan penjelasan tentang pertimbangan putusan dan materi persidangan,”kata Sinamur.

Diberitakan sebelumnya, 24 Agustus, KPU Aru menetapkan dua pasangan calon Pilkada Aru, yakni Wellem Kurnala-Asis Goin dan Johan Gonga-Muin Sogalery dengan surat keputusan nomor 29/KPTS/KPU-Kab/029433676/VIII/2015. Sedangkan pasangan Gainau-Hamu dan Obed-Eliza digugurkan.

KPU menilai dua pasangan ini tak memenuhi persyaratan 20 persen dukungan kursi DPRD. Pasalnya, pasangan Gainau-Hamu dalam lembaran formulir B-KWK Parpol dan lampirannya tidak ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris DPD Golkar Aru kubu Agung Laksono, yang diklaim pasangan tersebut memberi rekomendasi dukungan kepada mereka. Formulir B.1 KWK parpol juga tidak ditanda tangani.

Sedangkan tak diakomodirnya pasangan Obed-Eliza, karena dalam proses pendaftaran, pasangan ini memasukan formulir B.1-KWK parpol dalam bentuk scan. Padahal, sesuai aturan harus dokumen asli yang ditandatangani dan dicap basah.

Melalui tim kuasa hukum masing-masing, dua pasangan ini menggugat keputusan KPU Aru 29/KPTS/KPU-Kab/029433676/VIII/2015 tanggal 24 Agustus tentang penetapan calon yang memenuhi syarat administrasi. 10 September, Majelis Musyawarah sengketa Pilkada memutuskan, menerima semua gugatan dua pasangan itu.

Rabu (23/9), KPU Aru telah menetapkan Gainau-Hamu dan Obed-Eliza sebagai pasangan calon bupati dan cawabup. Dengan demikian, jumlah pasangan calon di Pilkada menjadi empat orang. Sebelumnya  KPU telah menetapkan pasangan Wellem Kurnala-Asis Goin dan pasangan Johan Gonga-Muin Sogalrey.
(TAB)

Most Popular

To Top