Curi Uang Orang Tua, Anak Dipesakitan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Curi Uang Orang Tua, Anak Dipesakitan

AMBON, AE— ET alias Tiara (17) akhirnya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Ambon. Dia terseret ke meja hijau karena mencuri uang ratusan juta rupiah milik orang tuanya. Tiara tidak sendirian. Ia diseret meja hijau bersama rekannya SS alias Sola (terdakwa II). Sidang dengan agenda mendengarkan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Asmin Hamja itu dipimpin hakim Halidja Wally . Sementara dua terdakwa duduk didampingi penasehat hukum, Rosa Alfaris.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, kejadian pencurian yang dilakukan Tiara dan rekannya Sola serta saksi Bella Dona (penuntutan secara terpisah) terjadi pada 16 Agustus 2015. Ketika itu, kedua terdakwa berada di rumah saksi Bella yang beralamat di Batu Meja.

Saat itu, Tiara (terdakwa I) memberitahukan kepada terdakwa II dan saksi Bella akan pergi ke rumah orang tuanya yakni Jhon Hitijahubessy dan Juliana Hitijahubessy yang beralamat di desa Lateri III. Tujuannya mencuri uang orang tuanya itu.

Kemudian, terdakwa menyewa sepeda motor dari salah satu tukang ojek dan ketiga orang itu berboncengan bertiga menuju Desa Lateri pada pukul 04.00 WIT. Tiba di Desa Lateri, tepatnya di sebelah kanan lokasi Citra Line terdakwa I menyuruh kedua rekannya menunggu di depan jalan sementara dia berjalan kaki menuju rumah orang tuanya sambil memegang linggis dan betel.

Terdakwa I kemudian memasuki rumah dengan cara melompati pagar dan membuka jendela rumah bagian belakang menggunakan linggis. Setelah itu, terdakwa masuk kedalam dan mengambil 1 buah brankas yang berada di dalam kamar keluarga tempat ayahnya Jhon Hitijahubessy bekerja.

Selanjutnya terdakwa yang masih duduk di bangku SMA pada salah satu sekolah di Kota Ambon itu keluar rumah dan menghampiri kedua temannya yang masih menunggu. Tiga wanita itu kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Riang, Kecamatan Teluk Ambon dan menginap di Penginapan Paradiso dengan tujuan untuk membuka brankas tersebut. Sayangnya, terdakwa I tidak tahu cara membuka brankas tersebut.

Sekitar pukul 07.00 WIT, terdakwa II dan saksi Bella pulang menuju rumah Bella sementara terdakwa I, masih berada dalam penginapan. Karena brangkas tersebut belum terbuka, terdakwa I akhirnya menghubungi rekannya, Jimy Steward alias Jimy (penuntutan secara terpisah). Kemudian pukul 15.30 WIT pada hari yang sama, terdakwa II, saksi Devri Pattipeilohy (penuntutan terpisah) yang merupakan terman terdakwa I serta Jimy dan Bella datang kembali ke penginapan Paradiso untuk menemui terdakwa I.

Pukul 17.30 WIT, saksi Jimy pulang ke rumahnya. Pukul 19.30 WIT, terdakwa I, terdakwa II dan saksi Devri keluar dari penginapan. Kemudian terdakwa II dan Devri berboncengan dengan sepeda motor ke Batu Gajah. Sementara terdakwa menumpangi mobil angkot. Terdakwa I tidak mengikuti kedua rekannya itu, melainkan menuju penginapan Asri di Jalan Baru, belakang Gereja Silo. Setelah itu, brankas itu dibuka saksi Devri, namun terdakwa I tidak melihatnya.

Devri kemudian menemui terdakwa I membawa tas ransel yang berisikan uang dan perhiasan. Ketika menerima uang curian dari tangan Devri, terdakwa I tidak menghitungnya. Namun yang pasti, terdakwa I membuka tas itu, ada uang pecahan Rp 100 ribu 20 bundel, pecahan Rp 50 ribu 1 bundel berjumlah Rp 5 juta, uang pecahan 20 sebanyak 2 bundel senilai Rp 6 juta. Ada juga mata uang asing sebanyak 270 lembar. Selain uang tunai, ada juga perhiasan emas berupa cincin8 buah, giwang anting 6 buah, gelang 3 buah, kalung 2 buah dan mainan kalung 2 buah.

Uang hasil curian tersebut kemudian digunakan terdakwa untuk berfoya-foya. Terdakwa I membelikan satu buah motor Satria, biaya penginapan dan uang makan minum terdakwa I bersama rekannya selama dua minggu berkisar Rp 10 juta.

Terdakwa I juga berikan sejumlah uang kepada terdakwa II, Bella dan Devri. Sementara untuk saksi Jimmy, dibelikan satu buah sepeda motor terdakwa I. Terdakwa juga membeli barang-barang seperti kamera digital DSLR, dispenser, kompor gas, kulkas dan dibawa ke kamar kos terdakwa di Wayame. Sementara sisa uang curian lainnya, dipakai terdakwa untuk menyewa mobil pangkalan tujuan Wahai, pergi ke tampat hiburan Happy Puppy, menyewa kamar di Ora Beach serta biaya lainnya selama dua minggu.

Kemudian, uang sisa hasil curian ketika ditangkap polisi berkisar Rp 55.927.000 yang terdakwa I simpan di dalam tas dan perhiasan emas lainnya. Akibat perbuatan terdakwa, orang tuanya mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Terdakwa I dijerat pasal 363 ayat (1) butir (3) KUHP Pidana sebagaimana dakwaan Primair. Terdakwa juga dijerat dengan pasal 363 ayat (1) butir (3), (4), (5), jo pasal 362 jo pasal 367 ayat (2) KUHP sebagaimana dakwaan subsidair. Usai membacakan surat dakwaan oleh JPU, majelis hakim kemudian menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.(AFI)

Most Popular

To Top