Mamala-Hitu Messing Bentrok – Ambon Ekspres
Trending

Mamala-Hitu Messing Bentrok

3 Luka, 4 Kendaraan Rusak

AMBON, AE— Bara konflik masih menyala di Leihitu, Maluku Tengah. Upaya pemerintah untuk mendamaikan masyarakat disana, tak pernah bisa menyadarkan mereka. Sabtu (26/9), aksi saling serang antar warga dengan menggunakan batu dan benda keras maupun benda tajam, terjadi. Tiga warga luka-luka, empat kendaraan rusak.

Peristiwa itu di duga berawal dari aksi pengeroyokan yang dilakukan terhadap warga desa Mamala.
Berdasarkan informasi yang diterima koran ini, peristiwa saling lempar antar warga desa bertetangga terjadi sekira pukul 01.05 WIT, Minggu dihari, dipicu dari sejumlah pemuda yang diduga dipengaruhi minuman keras, mengeroyok  HU alias Man (26), yang tengah menonton acara pesta perkawinan warga Dusun Waipalapi, desa Hitu Messing.

Akibat pengroyokan itu, HU alias Man, menderita luka di beberapa bagian tubuh. HU sendiri kini telah menjalani perawatan medis, disalah satu rumah sakit, yang ada di kota Ambon, setelah diselamatkan oleh aparat keamanan.

Penganiayaan itu, di ketahui oleh warga desa Mamala. Warga Mamala yang tak terima dengan aksi pengroyokan salah satu warga itu, mendatangi desa Hitu Messing, dengan tujuan menanyakan penyebab penganiayaan.  Entah apa alasan lanjutannya, aksi saling serang dengan menggunakan batu, akhirnya terjadi selama beberapa menit, sebelum aparat keamanan tiba di lokasi kejadian.

Aparat keamanan dari Satgas BKO Yonif 732/ Banau dan Satgas Brimob, yang dibantu oleh aparat dari polsek Leihitu, tiba di tempat kejadian perkara untuk menghentikan bentrokan. Hingga kini kondisi keamanan diperbatasan kedua desa sudah kembali aman.

Kapolsek Leihitu, Ajun Komisaris Polisi Gesky Mansa, yang konfimasi Minggu siang kemarin membenarkan, peritiwa tersebut. “Tadi malam memang ada insiden antara kedua warga tetapi tidak berlangsung lama. Dan hal itu sudah kami serahkan ke polres. Jadi silakan langsung ke bapak kapolres saja,” singkat Kapolsek.

Ditempat terpisah Raja Hitu Messing, Ethwin Slamat menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari pesta perkawinan di Dusun Waipalipi, Desa Hitu Messing. Saat pesta berlangsung, tiba-tiba listrik padam. Saat padamnya listrik tersebut, kemudian aksi saling serang dengan menggunakan batu terjadi.

Dari peristiwa itu, lanjut Slamat, setidaknya ada tiga  korban luka, dan empat kendaraan roda roda dua dan satu kendaraan roda milik baik dari Hitu Messing maupun Mamala, rusak. Untuk korban luka, kata dia,kini sudah dirawat di Rumah sakit yang berbeda di kota Ambon.

“Kondisi ketiga korban sudah mulai membaik. Dua dari Hitu Messing dan satu dari Mamala. Para korban juga sudah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian, pagi tadi (Minggu kemarin). Untuk kendaraan yang terdata di kami itu dua motor milik warga Hitu, satu motor milik warga Mamala dan satu mobil yang dilempari oleh warga Hitu Messing, tadi pagi (kemarin),”katanya.

Dipastikan, tidak ada pemalangan jalan oleh warga Desa Hitu Messing, terhadap warga Desa Mamala. Namun hingga sore kemarin, Lanjut Raja, warga Desa Mamala, belum bisa melintasi desanya.

Lebih lanjut, pria berkulit hitam manis ini mengaku, pihaknya telah melakukan negosiasi dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuda dari kedua desa untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami dari kedua pemerintah negeri sudah melakukan pembicaraan damai tetapi sampai sekarang belum ada titik temu,” terangnya. Sambil menambahkan, pihaknya akan mengembalikan sepenuhnya  kepada pemuda dan aparat penegak hukum.

“Kalau memang tidak ada lagi solusi penyelesaian maka akan dikembalikan kepada hukum. Namun kami juga tetap berupaya untuk menyelesaikan secara kekeluargaan biar saudara-saudara kami dari Mamala, bisa lewat, dan tidak susah,”terangnya.

Dia menghimbau seluruh masyarakat baik Hitu Messing maupun Mamala, untuk tidak lagi terprovokasi, yang dapat memperkeruh situasi dan kondisi keamanan. “Mari kita sama-sama menahan emosi kita, untuk tetap menjaga stabilitas keamanan dan kondisi yang ada. Sambil kita berkomunikasi untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi kemalam,” harapnya. (AHA/ERM)

Most Popular

To Top