Parpol Pengusung Intervensi Mendagri? – Ambon Ekspres
Trending

Parpol Pengusung Intervensi Mendagri?

Soal Caretaker SBT

AMBON,AE— Meski telah diusulkan Agustus lalu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo belum menetapkan caretaker kabupaten Seram Bagian Timur. Ini diduga akibat adanya intervensi partai politik pengusung calon kepala daerah tertentu. Muaranya pada pengamanan kekuatan pada pilkada di daerah itu.

Namun, pengamat Politik Universitas Pattimura, Jen Latuconsina tak mau berspekulasi. Dia menilai, keterlambatan penetapan caretaker SBT, karena permasalahan teknis. ”Saya kira keterlambatan, itu hanya soal teknis karena Mendagri disibukan dengan agenda internalnya,” kata Jen.

Mendagri, kata dia, tetap menyutujui salah satu dari tiga nama yang diusulkan oleh Gubernur Maluku. “Sebagai mitra yang kapasitasnya sejajar dengan gubernur di pusat, tentu Mendagri dalam posisi menyetujui usulan gubernur. Saya belum melihat tanda ketidaksetujuan Mendagri atas caretaker yang diusulkan oleh gubernur,”ungkapnya.

Disinggung soal adanya intervensi partai pengusung calon tertentu, kandidat doktor ini, belum memastikannya. Pasalnya, menurut dia, hingga sekarang belum ada tanda-tanda adanya intervensi.

“Tentu itu kan cuma sengaja di politisasi oleh pihak yang opurtunis. Soalnya sampai saat ini tidak ada bukti atau fakta rill kalau partai tertentu bermain dibelakang keterlambatan penetapan caretaker SBT ini,” akunya.

Seperti diketahui, sejak Agustus lalu Gubernur telah mengusulkan tiga nama yang dinilai layak untuk menjadi Penjabat Bupati SBT ke Mendagri. Ketiganya Hendrik Far-Far, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sadli Ie, dan Kepala Biro Umum Setda Maluku, Sartono Pinning.

Hingga kemarin Mendagri belum menetapkan satu diantaranya tiga orang itu sebagai carateker. Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah berakhirnya masa jabatan Abdullah Vanath dan Sitti Umuriah Suruwaky, Gubernur Maluku Said Assagaff menunjuk Sekda SBT, Syarif Makmur sebagai pelaksana harian atau Plh.

Di lain sisi, publik SBT mendesak agar segera ditetapkan caretaker, karena ada perhelatan pilkada. Pilkada SBT 2015, diikuti dua pasangan calon, yakni Mukti Keliobas-Fachri Alkatiri dan Sitti Umuriah Suruwaky.

Mukti-Fachri diusung oleh Partai Gerindra, Demokrat, PPP dan PKS. Pasangan Sitti Umuriah Suruwaky-Sjarifuddin Goo yang diusung partai Hanura, PKB, PDIP, PKPI, dan Nasdem.

Pengamat politik Universitas Darussalam Ambon, Ali Roho Talaohu, berpendapat sama dengan Jen. Karena itu, gubernur harus melakukan komunikasi yang intens dengan Mendagri untuk memastikan penetapan carateker.
“Menurut saya, keterlambatan penetapan itu soal teknis saja. olehnya itu pak gubernur perlu membangun komunikasi secara intens dengan Kemendagri sehingga caretaker segara ditetapkan. Sebab, fungsi carateker menjadi vital dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi di SBT,” kata Talaohu.

Namun, tak dinafikan adanya intervensi partai. Karena kata dia, posisi caretaker sangat berpengaruh, bahkan bisa menjadi penentu kemenangan pasangan calon tertentu. Apalagi jika telah disusupi kepentingan.

“Pasti ada manuver-manuver parpol (pengusung) dalam hal penentuan carateker. Karena sesungguhnya jabatan caretaker secara politik berpengaruh terhadap calon kepala daerah yang bertarung dalam menentukan kemenangan. memang, caretaker tidak diberi otoritas lebih, tetapi secara psikologi politik sangat berpengaruh signifikan untuk pengarahan sistem,”paparnya.

Lantas, apa partai itu dan untuk kepentingan pasangan mana? Ali mengaku, belum membacanya. Namun, dia memastikan, tak lepas dari kepentingan mantan bupati SBT, Abdullah Vanath untuk mengamankan petahana (Sitti-red) dan Gubernur yang secara terang-terangan mendukung Abdul Mukti Keliobas.

“Gejalanya belum nampak jelas.  Kalau untuk parpol pengusung, sekalipun ada tetapi yang nampak itu kepentingan petahana yang dimotori Vanath dan gubernur. Kenapa pak gubernur, karena kewenangan administrasi pengusulan caretaker ada di gubernur dan adanya keberpihakan kepada calon tertentu,” jelasnya.(TAB)

Most Popular

To Top