Ambon Dijaga Ketat – Ambon Ekspres
Trending

Ambon Dijaga Ketat

Presiden Belum Pasti Hadir

AMBON, AE— Mulai hari ini, hingga tanggal 12 Oktober ribuan personil aparat keamanan TNI maupun  Polri dan organisasi kemasyarakatan (Ormas), diterjunkan untuk mengamankan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Nasional ke XI, yang akan berlangsung di Kota Ambon, Jumat tanggal 2 Oktober besok.  Sampai kemarin, belum ada kepastian kedatangan Presiden RI Joko Widodo, untuk membuka acara Pesparawi di lapangan stadion Mandala Karang Panjang Ambon.

Meski rencana kedatangan dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu, belum jelas, pengamanan tetap dilakukan secara intensif. Tak tangung-tanggung, Maluku, terlebih kota Ambon di kawal oleh  2.039 personil keamanan yang terdiri dari TNI Polri sebanyak 1.858 dan ormas sebanyak 181 orang.

“Personil Polri sebanyak 1.573, TNI 285, dan Ormas 181, itu yang kita turunkan untuk mengamankan jalannya kegiatan pesparawi mulai saat ini hingga selesai pelaksanaan kegiatan,” jelas Kapolda Maluku, Brigadir Jenderal Polisi Murad Ismail, kepada wartawan usai Upacara Gelar Pasukan Lonceng Siwalima, Rabu (30/9) kemarin.

Menurut Murad, pihaknya telah menyiapkan sebanyak delapan pos pengamanan dengan menempatkan lima hingga 20 personil dalam satu pos pelayanan yang ada di kota Ambon itu.

“Pos itu mulai dari Bandara hingga di lokasi kegiatan. Bahkan tempat tinggal dari para peserta yang ada. Jadi pos pam di Bandara, Pelabuhan, Gong Perdamaian, Trikora, Gedung Oikumene, Lapangan Mandala Karpan dan beberapa tempat kegiatan lainnya. Jadi semuanya kita amankan, bahkan kita juga telah menyiapkan personil cadangan,”katanya.

Tak hanya personil cadangan diluar jumlah personil yang ada, tetapi mantan kasat Brimob Polda Metro jaya ini, mengaku pihkanya telah menyisipkan dua personilnya, disetiap kontingen yang datang dan selama berada di kota Ambon dalam mengkuti pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Semuanya kita amankan, termasuk ditempat tinggal mereka. Dua anggota yang kita selipkan dua anggota disetiap kontingan sebagai LO,” tegasnya.

Soal kerawanan selama kegiatan tersebut, perwira tinggi Polri itu mengaku, ada ratusan titik konflik di Maluku, terlebih di kota Ambon. Namun hal itu telah dilakukan antisipasi oleh pihaknya.

“Ada 136 titik konflik di Maluku. Dan paling banyak itu di Kota Ambon dan Maluku Tengah. Namun apapun itu kita sudah amankan, sehingga tidak perlu takut dan kuatir Pesparawi tetap aman,” tegasnya.

Untuk kedatangan Presiden dan wakil Presiden sendiri, kapolda mangatakan, pihaknya akan mempertebal pasukan pengamanan, namun itu bukan dibawa kendalinya. Melainkan itu tanggungjawab dari Panglima Kodam XVI/Pattimura.

“Sudah pasti jika presiden dan wakil presiden datang, maka komposisi pengamanan berubah dan personil kita (TNI/Polri) pertebal, karena ada paspampresnya juga. Dan itu di bawa komando Pak Pangdam. Kita Polisi berada di ring dua,” timpalnya.

Tempat yang sama Gubernur Maluku Said Assagaff, mengatakan hingga saat ini pemerintah provinsi dan panitia pelaksana, belum memastikan kedatangan Presiden RI Joko Widodo, ke  Maluku, untuk membuka pelaksanaan kegiatan Pesta Paduan Suara (Pesparawi) tingkat nasional, yang puncaknya jatuh pada Selasa (6/10) mendatang.

“Pak Presiden janjinya untuk hadir. Namun tadi malam itu (Selasa malam red), sepertinya di minta Pak Wapres untuk hadir. Jadi kita masih ikuti perkembangan, apakah Pak Presiden hadir atau Pak Wapres, kita belum bisa pastikan itu. Paling lambat besok kita sudah ada berita kepastian kehadiran dari Pak Presiden atau Pak Wapres,” kata gubernur.

Assagaff, kepastian dari kehadirian mantan Walikota Solo itu, setelah pihaknya melakukan rapat bersama dengan menteri sekertaris Negara, guna memaparkan kesiapan dari pelaksanaan Pesparawi tersebut.

“Kita (Pemprov red), dipanggil untuk hadir rapat di sekretaris Negara, sejauh mana kesiapan kita dalam rangka pelaksanaan kegiatan ini (pesparawi), untuk kehadiran menghadirkan pak RI I maupun pak RI II,” jelasnya.
Ditanya soal sarana dan prasarana pelaksanaan kegiatan Pesparawi, mantan Sekda Maluku itu mengaku, seluruh sarana pelaksanaan kegiatan sudah rampung, tinggal digunakan saja.

“Sampai besok itu seluruhnya sudah siap dan tinggal dilaksanakan kegiatan saja. Jadi sudah tidak ada lagi masaalah soal saran dan lain sebagainya. Intinya kita sudah siap untuk melaksanakan kegiatan ini,” terangnya. (AHA)

Most Popular

To Top