BPJJN Acuhkan Peresmian JMP – Ambon Ekspres
Trending

BPJJN Acuhkan Peresmian JMP

AMBON, AE— Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional, Wilayah IX Maluku-Maluku Utara, tak terlalu merespon rencana peresmian Jembatan Merah Putih, 2 Oktober, besok. Mereka justeru acuh, dengan beralasan berpegang pada kontrak kerja sampai Desember tahun ini.

“Saya tidak bisa berkomentar (soal peresmian). Kalau saya sih, kalau sekarang mau diresmikan dengan kondisi seperti ini, ya silakan,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) JMP pada Badan Pelaksana Jalan dan Jembatan (BPJJN) Wilayah IX Maluku-Maluku Utara, Chris Lasmono menjawab Ambon Ekspres soal rencana peresmian JMP, kemarin.

Dia mengaku tetap berpegang pada kontrak kerja. “Saya sekarang pegang kontrak, ya. Kontrak saya sampai Desember,” katanya di kantor (BPJJN) Wilayah IX Maluku-Maluku Utara, kemarin. Saat ini, pekerjaan masih difokuskan pada persiapan pemasangan bentang tengah yang menggunakan baja.  Pihaknya bekerja sesuai kontrak guna mendapatkan hasil kerja yang berkualitas sesuai perencanaan.

Kendati demikian, menurut Lasmono, tidak masalah bila  pemerintah ingin meresmikan JMP sebelum jembatan yang menghubungkan Galala dan Poka itu rampung. Pihaknya mempersilakan. Tapi mengenai penyelesaian pekerjaan, tetap mengacu pada kontrak, yakni rampung pada bulan Dessember.

Dari  total jumlah anggaran yang dialokasikan untuk JMP, tersisa sekitar Rp 50 milyar untuk penyelesaian sisa pekerjaan yang ada. Tidak lagi dilakukan mobilisasi material dari luar Maluku. Semua sudah tersedia di lokasi pekerjaan.

Target untuk menyelesaikan JMP telah disampaikan sejak Jefri Pattiasina memimpin Balai Jalan. Saat itu, ditargetkan rampung pada tahun 2014. Pihak Satker JMP pada balai jalan berdalih, hal itu karena terkendala anggaran yang belum dikucurkan. Namun setelah anggaran turun, kembali diperhadapkan pada masalah cuaca yang menghambat mobilisasi material dari luar Maluku.

Masuk tahun 2015, target baru pun dipasang, JMP baru dapat rampung pada Juli 2015. Namun, impian itu kembali gagal dengan alasan yang sama, yakni masalah cuaca. Tidak bosan-bosan balai jalan kembali memasang target baru. Di masa kemimpinan Wahyudi Mandala Putra, ditargetkan JMP baru dapat rampung pada Agustus. Namun, lagi-lagi target itu tidak berhasil diwujudkan.

Setelah mendapat sorotan publik, pihak balai jalan pun menargetkan JMP yang bernilai Rp416,76 milyar itu rampung pada bulan September, sebelum Pesta Paduan Suara Gerejawi  ( Pesparawi) tingkat Nasional di kota Ambon, Oktober tahun ini.
“Kita akan pertanyakan kinerja mereka. Kenapa sudah beberapa kali menargetkan JMP selesai, tapi belum juga selesai,” kata ketua komisi C DPRD Maluku Fredy Rahakbauw di kantor DPRD Maluku, Rabu (30/9).

Di tempat yang sama, anggota komisi C DPRD Maluku Habiba  Pellu menegaskan, sejak kepemimpinan Wahyudi Mandala Putra, pihaknya telah beberapa kali mendengarkan janji Balai Jalan untuk merampungkan JMP, hingga terakhir bulan September. Ternyata sampai sekarang belum selesai.

“Ini menjadi tanggung jawab komisi C, nanti mempertanyakan janji dan kesiapan mereka itu,  terkait dengan janji mereka bahwa sebelum Pesparawi, JMP sudah selesai. Ternyata sampai hari ini tidak selesai,” jelasnya.

Masalah JMP mendapat perhatian serius komisi C. Apalagi, JMP direncanakan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sebelum Pesparawi dibuka oleh orang nomor satu di Indonesia itu. Sehingga, hal ini akan dibicarakan dalam komisi yang membidangi masalah infrastruktur itu. Selanjutnya memanggil pihak Balai Jalan untuk menjelaskan perkembangan pembangunan JMP dan kendala yang dihadapai sehingga target selalu meleset.

“Kami ingin mempertanyakan pertanggung jawaban mereka tentang pengakuan mereka bahwa  sebelum Pesparawi, kan selesai. Nah kenapa  sampai janji itu tidak ditepati. Kita tidak tahu akhir dari perjalaan JMP, itu kapan. Kita tidak tahu,” tegasnya.

Berdasarkan kinerja balai jalan tersebut, Habiba Tomagola mengaku pesimis, JMP bisa rampung dalam waktu dekat, apalagi sebelum pembukaan Pesparawi. Tomagola menilai, Balai Jalan, terutama Satker JMP tidak bekerja secera efektif.  Tidak komitmen dalam melakukan pekerjaan, membangun JMP.

“Mereka ini kan bukan saja mengaku di hadapan kita di komisi C, tapi dihadapan pemerintah daerah, kan mereka juga menyatakan bahwa sebelum Pesparawi. Ternyata, ini kan tinggal satu Minggu lagi Pesparawi di buka, tapi JMP belum juga selesai,” kesalnya.

Sementara terkait persiapan sarana pendukung pelaksana Pesparawi, Habiba mengungkapkan, komisi C bersama Dinas Pekerjaan Umum Maluku telah melakukan peninjauan di lapangan. Hasilnya, persiapan sudah mencapai sekitar 99 persen.

“Tinggal bersih-bersih saja. Kita berharap, sebelum Pesparawi, semua sudah selesai. Misalnya di Kristiani Center dan taman budaya, sudah selesai, tinggal dibenahi saja,” pungkasnya.(MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!