Cindy Kartika Wakim, Ukir Prestasi Di Tengah Kekurangan – Ambon Ekspres
Trending

Cindy Kartika Wakim, Ukir Prestasi Di Tengah Kekurangan

Kesuksesan seseorang, tidak selamanya bergantung pada fisik yang sempurna, atau otak yang pandai. Hal itu, telah dibuktikan Cindy Kartika Wakim alias Cindy. Meski berstatus tuna rungu, Anak kelahiran 17 tahun lalu ini, mampu mengharumkan nama Maluku, di kancah nasional melalui olahraga Tenis Meja.

ecara kasat mata, tidak ada yang berbeda dari darah kelahiran Masohi, 14 Juni 2002 ini. Cindy tampak normal seperti anak biasanya. Anak yang kini duduk di kelas IX, pada bangku pendidikan SMA Luar Biasa Haruru, Kabupaten Maluku Tengah ini, memang miliki kekurangan dalam berkomunikasi dengan lancar bak manusia normal lainnya.

Namun, kekurangan itu tidak membuat anak dari pasangan suami istri, Donny Wakim dan Ace Wakim itu,  membatasi hidupnya. Masa kecil Cindy, selalu menjadi objek ejekan teman-teman seusianya. Anak yang kini berusia 17 tahun itu, malah berusaha untuk menutupi kekurangannya. Dengan olahraga dan mempelajari kerajinan tangan, pada akhirnya membawa anak tertua dari empat bersaudara itu berhasil meraih beberapa prestasi di kancah nasional.

Olahraga Tenis Meja, merupakan Hobby yang digemari Cindy. Karena hobby itulah, Cindy mampu mengukir nama Maluku di ajang Pekan Paralimpic Pelajar nasional di Jakarta. Tentu, perjuangan untuk meraih prestasi itu tidak mudah. Butuh kerja keras, semangat dan dukungan, sehingga membuat Cindy mampu mengukir prestasi yang membanggakan.

Denny Wakim, menyadari kelebihan anaknya itu, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Pasalnya, sekolah SLB Haruru tempat Cindy menimbah ilmu, sering melatih anak-anak tunarungu.  Dari situlah, kelebihan Cindy diasah. Menyadari akan kelebihan anaknya, Denny dan istrinya selalu memberikan motivasi kepada anak tertua mereka itu.

“Ketika tahu dia memiliki kelebihan, kami dukung sepenuhnya. Perhatian penuh diberikan, untuk menyemangati Cindy, “ katanya.

Tentunya, lanjut dia, semua orang tua ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Untuk itu, walaupun dengan keterbatasan yang ada, namun hal itu tidak pernah menyulutkan semangatnya untuk memotivasi Cindy.

“Yang pasti, kami selaku orang tua, tentu memberikan semangat dan motivasi kepada dia (Cindy red). Apalagi, dengan melihat keterbatasan yang dimilikinya. Tentu kami berusaha sebaik mungkin agar anak kami menjadi anak yang mampu berprestasi,” katanya.

Pertama kali Cindy mengikuti seleksi tingkat provinsi tahun 2011. Ketika itu, Cindy hanya meraih posisi juara kedua. Sehingga tidak dapat mewakili Maluku dalam ajang pekan Paralimpic Pelajar Nasional. Namun orang tuanya terus memberikan semangat. Mereka terus melatih Cindy. Cindy pun mengalami kemajuan.
Alhasil, dengan motivasi yang tak pernah berhenti, Cindy berhasil menjadi juara dan mewakili Maluku di Ajang Pekan Paralimpic Pelajar Nasional di Jakarta.

Sejak kecil, Cindy memang bercita-cita untuk menjadi atlet berbakat dan tampil di kancah nasional maupun internasional. Selain itu, dia juga ingin melanjutkan masa depan dengan berkuliah di salah satu universitas di Kota Ambon.
“Anak saya itu kalau sudah selesai sekolah, cita-citanya ingin kuliah dan menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain, “terangnya.

Ibunda Cindy, Ace Wakim, tidak pernah patah semangat dalam membina anaknya untuk menunjukan prestasi. Bahkan, ibu empat anak ini sangat bangga terhadap putri tertuanya itu. Pasalnya, di tengah kekurangan yang ada, anaknya mampu memberikan pelajaran yang berarti bagi keluarga mereka.

“Tentu saja, sebagai ibu saya sangat bangga sekali. Karena dalam kekurangannya, anak saya mampu berprestasi. Dan apa yang dilakukan Cindy, belum tentu itu bisa diraih oleh anak-anak normal lainnya. Dan itu merupakan suatu kebanggaan bagi keluarga kami, “timpalnya.

Ketika mengikuti Pekan Paralimpic Pelajar Nasional tahun 2013 di Jakarta, Cindy meraih medali emaspada cabang olahraga tenis meja kategori tunggal. Cindy mampu menumbangkan lawan-lawannya dari provinsi lain. Sementara tenis meja ganda campuran, Cindy dan rekannya meraih medali perak.

Di tahun 2015, Cindy kembali dipercaya oleh Pemerintah Provinsi Maluku, mengikuti lomba yang sama. Medali emas dan perak diraih Cindy.

“Tahun ini, dia raih prestasi yang sama juga, “kata Ace lagi.
Ketika anaknya mengalami kegagalan, sebagai seorang ibu, Ace terus memberikan dorongan. Tujuannya, memotivasi Cindy agar bisa bangkit kembali. Hal  tersebut tidak mudah. Mengingat, anaknya itu memiliki mental yang labil. Sehingga perlu perhatian lebih.

Selain berprestasi di bidang olahraga, anaknya juga pernah mewakili provinsi Maluku pada lomba kreatifitas anak-anak tunarungu di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Walaupun tidak mendapatkan juara, namun Cindy telah berusaha semampunya, membuat kerajinan tangan dari bahan bekas.

“Waktu ikut lomba itu Cindy tidak dapat juara. Dia mendapat kendala ketika tidak dapat berbicara dengan baik. Tetapi hasil karya kerajinan tangan yang dibuat Cindy sangat bagus. Hanya saja dia terkendala saat komunikasi. Yang penting, dia sudah membawa nama Maluku di lomba itu, “katanya.

Kini, Cindy sementara menimbah Ilmu di SMA Luar Biasa Naruru, Kabupaten Maluku Tengah. Penyumbang medali emas Peparpenas ini sementara tinggal bersama Neneknya. Cindy tidak dapat tinggal bersama kedua orang tuanya, karena di Kota Ambon, tidak memiliki fasilitas SMA bagi anak-anak Tunarungu.

Ditambah lagi ayahnya yang berprofesi sebagai seorang abdi negara, harus berpindah tempat tugas. Namun, dukungan serta motivasi, tidak pernah putus. Bahkan, seringkali Denny maupun Ace menyempatkan waktu untuk menjenguk anak sulung mereka itu.

Ketika diberikan kesempatan berkomunikasi lewat telepon seluler dengan Cindy, terdengar suara terbatah-batah dari gadis yang baru memasuki usia 17 tahun itu. “Setelah tamat sekolah, saya hanya ingin melanjutkan kuliah dan membanggakan kedua orang tua saya. Terutama nenek saya,” singkatnya.

Ace Wakim, juga menambahkan, agar pemerintah Provinsi Maluku, seharusnya lebih memperhatikan anak-anak yang memiliki potensi yang luar biasa. Terutama, anak-anak penyandang cacat. Jika perhatian pemerintah daerah lebih, maka para siswa yang berprestasi dalam semua bidang, tidak sia-sia. (***)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!