KPU SBT Manipulasi Data Pemilih – Ambon Ekspres
Trending

KPU SBT Manipulasi Data Pemilih

DPS Bula  Didata Ulang

AMBON,AE— Komisi Pemilihan Umum kabupaten Seram Bagian Timur melakukan manipulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Desa Bula, Kecamatan Bula dari 6.595 menjadi 13.596. Panitia Pengawasan Pemilu mengeluarkan rekomendasi pendataan ulang di desa tersebut.

Ketua Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) M Saleh Tianotak kepada Ambon Ekspres via seluler, Kamis (1/10), mengatakan, Daftar Pemilih Sementara (DPS) desa itu yang ditetapkan oleh KPUD 5 September sebanyak 6.595. Data ini kemudian bertambah menjadi 13.596 ketika diturunkan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk dikroscek dan nantinya ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap.

“Jadi data yang ditetapkan pada 5 September dengan data yang dikirimkan ke PPS untuk dilakukan kroscek lagi dari masyarakat, ternyata tidak sama. Yang ditetapkan 6.595, tapi sampai ditangan petugas pendataan naik menjadi 13.596. Ini kan tidak rasional. Data ini berbanding terbalik dengan data Panwaslu. Karena sudah sudah diubah dari atas oleh KPUD,”kata Tianotak.

Menurut Tianotak, KPU SBT telah melakukan kejahatan dan pelanggaran pidana pemilu dengan memanipulasi data. Sedianya, perubahan data dilakukan dari bawah ke atas, bukan sebaliknya. Dan dilakuan setelah adanya penilitian dan pencocokan kembali setelah ditetapkan jadi DPS.

“Ini namanya kejahatan. Ketau KPU harus bertanggungjawab atas perubahan data ini. Sebab, sesuai aturan perubahan data yang dilakukan dari bawah ke atas, bukan sebaliknya. Selain itu, perubahan harus dilakukan bersama oleh KPU dan Panwaslu serta tim pasangan calon,” jelasnya.

Dia menuturkan, perubahan data ini telah diketahui oleh Panitia Pengawasan Kecamatan (Panwascam) setelah diserahkan kembali kepada PPS melalui PPK untuk dilakukan kroscek. Tanggal 21 September, Panwaslu kabupaten juga menyurati KPU dan PPK untuk mengklarifikasi perubahan tersebut.

“Namun tidak diindahkan oleh KPUD. Padahal lima komisioner yang menandatangani berita acara penetepan DPS dan dicap, itu merupakan lembaran negara yang diubah tanpa sepengetahuan Panwaslu dan pasangan calon. Nah, ini yang menjadi pertanyaan,”katanya.

Data 13.596 tersebut dipersoalkan oleh tim pasangan calon Mukti Keliobas-Fahri Alkatiri dan Sitti Umuriah Suruwaky-Sjafruddin Goo saat ditetapkan menjadi DPS, Kamis (30/9) malam. Pasalnya, hasilnya juga tidak sama data yang dimiliki tim dua pasangan calon tersebut.

“Karena itu, telah disepakati secara bersama oleh KPU, Panwaslu dan saksi serta tim dua pasangan calon untuk dilakukan pendataan ulang. Selain itu, karena persoalan ini merupakan temuan, maka kami (Panwaslu) sedang membuat rekomendasi agar dilakukan pendataan ulang,”ungkapnya.
DPT

Sementara itu, KPU SBT sejak Kamis, telah melakukan pleno penetapan jumlah DPT Pilkada serentak SBT 2015. Hingga Rabu (1/10), lima kecamatan telah berhasil tetapkan. Diantaranya Kecamatan Bula Barat 4.445 pemilih, Kiandarat 4.454, Tutuk Tolu 4.539, Siwalalat 4.093 dan Siti Taun Wida 4.503.

“DPT lima kecamatan sudah ditetapkan. Saat ini masih diskorsing. Nanti dilanjutkan setelah sholat,”kata angota KPUD SBT, Junaidi Mahad kepada Ambon Ekspres via telepon, kemarin. Namun Junaidi tak mau berkomentar soal adanya perubahan DPS di Desa Bula yang dilakukan oleh KPU.

Sementara itu ketua KPU SBT, Kisman Kilian, ketua divisi Teknis Taib Wangsi maupun ketua devisi data dan informasi, Amnum tak menerima telepon konfirmasi dari Ambon Ekspres. Sms yang dikirimkan, juga tak dibalas hingga berita ini naik cetak.

Sementara itu, saat dikonfirmasi anggota KPUD SBT, Taib Wangsih membantah kenaikan tersebut disebabkan oleh pihaknya. “Setelah ditetapkan, data itu disampaikan ke PPS dalam tiga rangkap. Namun data yang dalam bentuk soft copy, berbeda dengan data print. Jadi kenaikan data itu tidak dilakukan oleh KPU, “kata Taib.

Dikatakan, pada saat penetapan ditingkat PPK, 29-30 September, semua PPS berjalan normal atau tidak ada masalah soal data. Hanya saja, PPS Bula yang mengalami kenaikan menjadi 13 ribu sekian.”Kalau naik sampai 13 ribu lebih, itu kan tidak masuk akal. Apalagi hanya disatu TPS (Bula). Sedangkan lainnya tidak ada masalah, “ungkapnya.

Namun, lanjut Taib, KPU belum dapat memastikan penyebab kenaikan tersebut. Bisa saja, kata dia, disebabkan salah hitung atau pendobolan nama pemilih. ”Tapi kami dapat memastikan kemungkinan-kemungkinan itu. olehnya itu, akan kami berikan kesempatan kepada PPK dan PPS untuk mengkroscek ulang, “paparnya.
dikatakan, data tersebut tetap dikoreksi, karena masih dalam tahapan perbaikan, bukan penetapan DPT. Sehingga, kata dia, tanpa rekomendasi Panwaslu pun, tetap dilakukan koreksi. ”Ini kan masih dalam tahapan perbaikan. Karena itu, KPU akan tetap melakukan koreksi, tanpa atau pun rekomendasi Panwaslu, “kuncinya. (TAB)

Most Popular

To Top