Maluku Menanti Kepastian Jokowi – Ambon Ekspres
Trending

Maluku Menanti Kepastian Jokowi

AMBON, AE— Presiden Joko Widodo belum dipastikan hadir untuk membuka Pesta Paduan Gerejawi (Pesparawi) tingkat Nasional ke-XI di kota Ambon, pekan depan. Hingga  kemarin, pemerintah provinsi Maluku masih terus berkomunikasi dengan pihak istana untuk memastikan kehadiran RI 1. Sementara itu, dipastikan tidak ada masalah yang berarti lagi dengan  persiapan pelaksanaan hajatan bertaraf nasional itu. Sebanyak 1000 lebih peserta  yang  sudah tiba di kota Ambon.

Kemarin, panitia Pesparawi menggelar rapat pleno, di ruang rapat lantai VI kantor gubernur Maluku, dipimpin oleh Gubernur Maluku Said Assagaff, dan dihadiri wakil gubernur Maluku sekaligus ketua umum panitia pelaksana Pesparawi Zeth Sahuburua, dan ketua Harian panitia Pesparawi Poly Kastanya. Dihadiri semua pimpinan SKPD yang menjadi pengurus  panitia, guna mengevaluasi persiapan yang dilakukan semua seksi, demi menyukseskan Pesparawi nanti.

Pesparawi akan dibuka pada tanggal 6 Oktober. Namun, sejumlah kegiatan mulai berjalan sejak tanggal 3, diantaranya  Musyawaran Nasional (Munas)  untuk menentukan provinsi yang akan menjadi tuan rumah Pesparawai tingkat nasional tahun depan. Diikuti kegiatan lainnya.

“Saya inginkan agar seksi konsumsi kumpulkan para supir besok. Kemudian berikan arahan, seperti jangan merokok dalam Bus, atau hal-hal teknis lainnya. Karena kita harus berikan pelayanan yang terbaik bagi para tamu kita,” ujar gubernur Maluku, Said Assagaff.

Gubernur menambahkan, seksi akomodasi, seksi transportasi dan seksi konsumsi, perannya sangat penting. Untuk itu, orang nomor satu di Maluku ini meminta agar ketiga seksi itu bekerja ekstra, guna menyukseskan Pesparawi Nasional nanti.

Presiden dijadwalkan  tiba tanggal 6 menggunakan pesawat kepresidenan.  Tiba di Ambon, presiden direncanakan menuju kampus Universitas Pattimura untuk meresmikan sejumlah proyek yang dibiayai dengan APBN. Setelah itu menuju  Sport Hall Karang Panjang untuk membuka kegiatan Pesparawi.

Untuk memastikan kehadiran RI 1 di Ambon, malam tadi gubernur Maluku Said Assagaff terbang ke Jakarta, berkomunikasi dengan pihak istana terkait agenda orang nomor satu Indonesia itu. Sebelumnya, diinformasikan bahwa presiden akan memimpin HUT ke- 70  Tentara Nasional Indonesia (TNI)  pada tanggal 5 Oktober 2015. Sehingga, bila pembukaan Pesparawi dilaksanakan pada tanggal 6 maka dimungkin mantan walikota Solo itu dapat membuka Pesparawi.

“Malam nanti ( malam tadi-red) bapak gubernur ke Jakarta untuk memastikan  apakah bapak presiden yang hadir atau bapak wakil presiden. Tapi persiapan yang kita lakukan adalah persiapan harus baik. Kita tetap berharap, semua proses berjalan lancar dan sukses,” ungkap ketua panitia, Zeth Sahuburua.

Ada tiga tempat yang disiapkan sebagai tempat menginap Presiden, yakni rumah dinas geburnur di kawasan Mangga Dua sebagai tempat utama. Sementara dua lainya, yakni Swissbell-hotel dan Hotel Natsepa untuk antisipasi saja.

Pengamanan  VVIP juga disiapkan di Sport Hall Karpan sebagai tempat pembukaan dan penutupan Pesparawi. “ Secara keseluruhan, Persiapan sudah hampir seratur persen, tinggal persiapan kecil-kecil saja,” ungkap Sahuburua.
Ketua Seksi Transportasi Benny Gazpers mengungkapkan, nantinya, akan ada 41 Bus yang akan disediakan bagi para kontingen peserta Pesparawi. Bus-bus tersebut, merupakan bantuan dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, selama Pesparawi dilaksanakan.

“Untuk seksi transportasi sendiri, kami sudah terima 41 Bus dari Kementrian Pehubungan. Nantinya, 41 Bus itu, akan mengakomodir seluruh kontingen Pesparawi, “jelasnya.

Nantinya, masing-masing kontingen, akan difasilitasi dengan 2 Bus, dan 4 buah mobil kijang. Dan diperkirakan, Bus dan mobil kijang tersebut mampu memfasilitasi tiap-tiap kontingen.“Ada sebagian yang sudah difungsikan untuk proses penjemputan tamu. Sementara untuk saat ini, para supir bus sementara menjalani tes kesehatan, “kata Gazpers.

Gazpers menambahkan, selama berlangsungnya Pesparawi, seksi transportasi akan berusaha dalam memperlancar transportasi bagi peserta pesparawi. Sehingga, mencegah adanya keluhan-keluhan dari berbagai pihak tentang fasilitas transportasi yang tersedia.

Ketua seksi akomodasi, Syarif Bakri Asyathri mengatakan, sejauh ini, animo masyarakat untuk datang ke Ambon untuk menyaksikan Pesparawi Nasional sangat tinggi. Hal itu terbukti dengan banyaknya kedatangan para tamu kontingen, para pejabat daerah, maupun tamu-tamu pendukung.

Sesuai data, diperkirakan kontingen Pesparawi yang terdiri dari peserta lomba, pejabat, dan tamu pendukung akan berjumlah 7.013 orang. Khusus untuk Sulawesi, akan  ada 20 Kepala Dinas yang akan hadir. Hingga kemarin, sudah sebanyak 1000 lebih peserta dari enam provinsi yang tiba Dan ditempatkan disejumlah penginapan dan hotel di kota Ambon.

“Animo masyarakat sangat tinggi untuk datang ke Ambon. Hal itu terlihat karena ada 14 Provinsi yang sudah melebihi kuota yang kita tetapkan. selain itu, Provinsi Sulawesi diperkirakan ada 20 Kepala Dinas yang hadir. Jadi, ada para tamu yang kami pending kedatangan mereka, “ujarnya.

Untuk tamu peserta pesparawi, telah disiapkan 81 hotel/penginapan yang berada di kota Ambon. Bahkan, ada 40 persen para tamu undangan tinggal di rumah-rumah warga.

Asyatri menambahkan, untuk para tamu VIV seperti Presiden atau wakil presiden beserta anggota MPR, DPR, dan DPD serta Menteri, nantinya akan dipersiapkan Swissbell- Hotel, atau Natsepa Resorts. kedua hotel itu dipersiapkan apabila, Presiden atau wakil presiden tidak tinggal di kediaman Gubernur Maluku.

Salah satu pengurus Kontingen Selawesi Tengah,  Lanto Mawo Budjalemba mengaku mengapresiasi persiapan panitia Pesparawi. Ini bisa dilihat dari prosesi penyambutan dengan berbagai music tradisional Maluku. Kontingen ini sudah tiba sejak tanggal 30 September dan menginap di beberapa penginapan, yakni penginapan Rizki Satu dan penginapan Rahmat. “Kami ikut semua mata lomba, persiapan pelatihan kontingen sejak Januari 2015,” ungkapnya.

Selain Selawesi Tengah, juga ada 11 yang berasal dari 11 provinsi yang sudah tiba di kota Ambon. Diantaranya, Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Nangroe Aceh Darusalam, Bengkulu, Bangka Belitung dan Sumatera Selatan. Yang secara keseluruhan berjumlah 1.114. Sementara pejabat daerah yang mendampingi 12 provinsi itu berjumlah 359 orang.

Mata lomba yang akan dipertandingkan dalam Pesparawi nanti diantaranya, Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Wanita, Paduan Suara Remaja Pemuda Campuran, Paduan Suara Anak, Vocal Grup, Musik Pop Gerejawi, Solo Remaja Putra, Solo Remaja Putri, Solo Anak 7-9 Tahun, Solo Anak 10-13 Tahun dan Musik Etnik. (MAN/AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!