Unidar Tetap Belajar – Ambon Ekspres
Trending

Unidar Tetap Belajar

AMBON,AE— Aktivitas akademik dan non akademik di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon tetap berjalan seperti biasa, kendati  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menutup kran beberapa jenis pelayanan, termasuk Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Unidar. Direncanakan, PDTP Unidar kembali dibuka dalam bulan ini.

“Kegiatan akademik tetap berjalan seperti biasa, tidak ada masalah yang berarti dalam proses ini,” ungkap Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unidar, Zulfikar Lestaluhu, Kamis (1/9).

Dosen fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidiikan (FKIP) Unidar Abdullah Derlen yakin, Unidar tidak menuai dampak yang lebih besar dari penutupan PDPT akibat konflik Yayasan yang sementara diproses hukum di pengadilan negeri Ambon. “Semua berjalan seperti biasa. Ini saya mau ke kempus, kita tetap jalankan kewajiban  sebagai dosen,”katanya.

Dosen fakultas Perikanan Husain Latuconsina  memastikan, keputusan Dikti tidak berpengaruh banyak bagi kehidupan akademik dan non akademik di kampus berjas merah itu. Sebab penutupan PDPT bukan berarti pentupan perguruan tinggi. PDPT adalah  alat  Kontrol dari Dikti untuk menjamin kegiatan akademik dan non akademik berjalan lancar.

Saat ini, lanjutnya para mahasiswa masih terus melakukan  pengisian dan pengembalian Kartu Rencana Study (KRS). Dan sesuai jadwal, kuliah perdana  semester berikut akan dilaksanakan pada tanggal 5 bulan ini.

Disamping itu, Unidar Ambon juga sedang dalam masa persiapan untuk pelaksanaan wisuda yang rencananya akan digelar tanggal 31 Oktober tahun ini. Hingga kemarin, tercatat sudah 200 lebih mahasiswa peserta wisuda yang mendaftar, tersisa 100 lebih lagi. Dengan siswa waktu yang masih tersedia, semua mahasiswa diharapkan dapat mendaftar agar dapat mengikuti wisuda.

“Saya mau luruskan bahwa penutupan PDPT itu sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan perguruan tinggi. Itu keliru. Masalah ini juga terjadi di Makassar. Sebuah perguruan tinggi besar yang masalahnya adalah rasio mahasiswa dan dosen, sehingga juga seperti ini,” jelasnya.

Juru bicara rektor Unidar itu menegaskan, bahkan berlebihan bila penutupan PDPT dilakukan  akibat pengangkatan  pelaksana (Plt) rektor Unidar oleh pimpinan Yayasan Darussalam, Sofyan Sangadji yang melantik Farida Mony sebagai Plt rektor.  “Bagi kami, tidak ada dualiseme kepemimpinan karena keberadaan teman-teman di Wara adalah Ilegal. Makanya kami tetap jalan seperti biasa,” tegasnya.

Terkait upaya agar PDPT  dapat buka kembali, Latuconsina mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan koordinator  Kopertis wilayah XII Maluku, Maluku Utara Zainudin Notanubun. Hasilnya, PDPT akan dibuka  setelah pengadilan negeri Ambon  memutuskan sengketa antara Yayasan Darussalam Maluku dengan Yayasan Pendidikan Darussalam.

“Bulan ini, kan putusan pengadilan. Setelah itu, PDPT akan dibuka lagi. Pak  Rektor sudah  komitmen bahwa siapa pun atau pihak manapun yang menang di pengadilan, kami akan ikuti, yang penting aktivitas di Unidar tetap berjalan lancar,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menggugat Plt rektor Farida Mony yang diangkat oleh Sofyan Sangdaji dengan menggunakan nama Yayasan Darussalam. Gugatan untuk menghentikan aktivitas. Keberadaan Plt rektor telah meresahkan mahasiswa dan menganggu aktivitas akademik dan non akademik di kampus Unidar.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Erwin Saramoku mengungkapan, hingga kemarin kehidupan akademik di kampus yang dipimpin oleh Ibrahim Ohorella itu tetap berjalan lancar seperti biasa. Informasi tentang penonaktifan oleh Dikti tidak terlalu mempengaruhi.

“Pada bulan-bulan ini mahasiswa lebih sibuk dengan proses pembayaran uang semester pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan melakukan pengembalian pada setiap fakultas masing-masing, dan dalam waktu dekat proses perkulihaan kembali berjalan seperti biasanya,” ungkapnya.

Selain itu, sebutnya, Unidar juga melakukan kegiatan akademik lain, yakni ujian hasil pada semua fakultas. Belum lagi kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk pertandingan sepak bola yang dikemas dalam Rektor Cup juga berlangsung sukses.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Unidar ini menegaskan, sebagai Perguraun Tinggi yang sudah lama berdiri dan beroperasi, Unidar Ambon tentu telah memiliki dasar hukum yang kuat untuk menyelenggarakan Tridarma perguruan tinggi.

Mahasiswa lainnya, Mira Keledar mengatakan, saat mendengarkan informasi tentang keputusan Dikti, dia sempat kaget dan resah, namun setelah menelusuri di beberapa sumber, termasuk para dosen, dia pun tenang karena keputusan Dikti bukan menutup perguruan tinggi. “Dan sampai hari ini (kemarin-red) kegiatan di kampus masih seperti biasa, ini lagi pengembalian KRS,” ungkapnya.

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Rifaat mengatakan, kendati aktivitas di kampus masih berjalan lancar, namun keputusan Dikti harus disikapi secara serius oleh semua pimpinan Unidar, dengan segera melakukan pembenahan di internal kampus. Semua pihak harus duduk bersama untuk menyelesaikan konflik ini agar tidak berlarut dan dapat berdampak lebih besar bagi mahasiswa dan keberadaan Unidar sebagai sebuah perguruan tinggi di Maluku.

“Saya rasa ini peringatan yang keras dari Dikti bahwa jangan lagi ada masalah. Sehingga harus disikapi dengan serius dan kepala dingin oleh semua pihak. Jangan sampai, saat ini hanya PDPT yang ditutup, tapi di waktu mendatang, kampus yang ditutup akibat masalah yang tak kunjung selesai,” jelasnya. (MAN)

Most Popular

To Top