Diujung Karier Bertinju, Ingin Mengukir Prestasi – Ambon Ekspres
Trending

Diujung Karier Bertinju, Ingin Mengukir Prestasi

Thomas Keliombar, Petinju Yang Menunggu Restu Komandan

Keluarga Keliombar, dikenal di dunia tinju. Beny Keliombar, petinju yang sampai kini menjadi legendaris di Maluku. Meski hanya bermain di amatir, namun namanya sangat dikenal di jagat tinju. Pensiunan polisi itu, kini menetaskan bakatnya kepada putranya, Thomas Keliombar. Thomas juga seorang polisi. Bahkan kini dia perwira berpangkat Letnan dua. Cukup garang, dan siap mengukir prestasi di Pra Pon Jawa Barat.

ikalangan olaragawan Maluku, terutama atlet tinju, nyaris tak ada yang tidak mengenal sosok Thomas Keliombar. Pria banyak prestasi, menggunung juga optimismenya. Bertubuh kekar, dan kerap mengharumkan nama Maluku dikancah olahraga adu pukulan itu.

Di ring dia begitu garang. Tak jarang, lawannya dibuat mencium kanvas. Kini diujung masa kariernya, dia ingin memberikan prestasi terbaik. Tak hanya bagi Maluku, tapi juga Polri, dan dirinya. Dia dipastikan menjadi satu, dari beberapa petinju Maluku yang akan berlaga di Pra Pekan Olaraga Nasional (PON),  Tahun 2016, di provinsi Jawa Barat.

Petinju yang keseharianya berdinas sebagai kepala kepolisian sektor Elpaputih itu, dengan penuh optimis akan merebut medali emas di ajang bergensi bagi para olaragawan di republik ini.

Sayang di tengah optimism itu, Thomas terkendala ijin dari kesatuan dimana dia bertugas. Restu untuk mengukir sejarah sekaligus prestasi, belum di dapat. Tapi dia yakin, pimpinannya di Mapolda Maluku akan mengamini keinginan besarnya mengharumkan nama daerah, juga institusi Polri.

“Itu keinginan terbesar saya untuk berbuat yang terbaik di dunia tinju. Dan itu untuk masyarakat Maluku, dikancah tinju nasional. Tapi itu saya harus tunggu restu dan ijin dari atasan dulu,” kata perwira pertama berpangkat Inspektur Polisi Dua itu, kepada koran ini, beberapa waktu lalu.

Putra dari mantan petinju yang juga pelatih tinju Maluku, Benny Keliombar itu, terus berlatih rutin di sela-sela tugasnya untuk menjaga keamanan di kawasan perbatasan antara kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat. “Sambil menunggu, saya tetap melakukan latihan pelan-pelan disamping melaksanakan tugas sebagai polisi terutama Kapolsek. Latihan di tempat tugas saja,” kisahnya.

Thomas, pernah menyumbangkan medali emas dalam kejuaraan daerah (Kejurda) tinju tahun 2009, bersama dua rekannya, Erna Rahaeng di kelas 51 kg (putri), Dessy Ohoiulun (54 kg putri). Dia juga sudah menyumbangkan medali buat Maluku di beberapa ajang tinju nasional.

Dengan segudang prestasi itu,  mantan Kasi propam Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ini percaya diri, punya peluang dalam merebut emas di PON. “Kita lihat saja. Yang pasti, saya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpi itu. Dan itu mimpi saya sebelum pensiun dari tinju untuk Maluku dan Polri sendiri,”kata pria dengan pangkat satu balok ini.

Thomas akan bermain di kelas 75 kilogram. Di kelas ini, dia yakin,  kekuatan lawan tak terlalu banyak. “Jadi ini peluang untuk mencuri emas sangat terbuka bagi saya untuk bertarung,” kata dia optimis.

Alumni Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri beberapa tahun lalu itu, memilih pensiun dari dunia tinju yang membesarkan namanya, selain dari intitusi polri itu, karena pentingnya regenerasi di dunia tinju terutama dikelas welter atau (65-75 kg). “Regenerasi di kelas ini (welter), hampir terputus. Dan kami harus pensiun biar ada regenasi juga,”tutur dia.

Selain dia, dalam Pra PON Jawa Barat, ini ada sejumlah petinju juga yang ikut, diantaranya David Isikiwar (kelas 81 kg) dan Lodewijk Batlajery (kelas 69 kg). “Kita sama-sama telah bertekad untuk menyumbangkan emas terakhir bagi Maluku di pentas PON. Mohon doa dan dukungan,” tutup dia. (****)

Most Popular

To Top