Semburan Gas Ancam Warga Seti – Ambon Ekspres
Trending

Semburan Gas Ancam Warga Seti

MASOHI,AE— Semburan gas dengan ketinggian mencapai 25 meter, dan kini meluap, mengancam wilayah Seti, kecamatan Seram Utara Timur Seti. Warga yang tinggal di sekitar areal tersebut, terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Kejadian semburan tersebut terjadi, Kamis, (1/10) sekira pukul 10.30 Wit. Hingga kini beberapa Dinas teknis dintaranya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD),Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Perusahan Daerah Air Minum(PDAM) kabupaten Maluku Tengah telah berada dilokasi untuk upaya penanganan.

Kepala Distamben Maluku Tengah,  Bob Rachmat yang berada di lokasi, desa Seti mengatakan, semburan disebabkan proyek pengeboran sumur air bersih oleh Kementerian Pekerjaan Umum satuan kerja(Satker) Dinas Pekerjaan Umum provinsi Maluku di desa Seti. Semburan terjadi, ketika kedalaman pengeboran sudah mencapai 92 meter. “Kemungkinan besar gas karena wilayah ini banyak terdapat minyak dan gas,” katanya ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres via telepon, Jumat,(2/10).

Pihak BPBD dibantu aparat kepolisian Polsek Seram Utara, tengah membantu mengevakuasi warga yang tinggal dekat lokasi lumpur. Hal tersebut guna menghindari meluapnya lumpur. “Warga yang tinggal dekat lokasi ini untuk sementara kita evakuasi ke tempat yang aman,” ujar Rachmat.

Semburan lumpur tersebut juga berdampak terhadap rusaknya saluran irigasi sawah, terganggunya akses jalan Lintas Seram, serta sebagian sawah milik warga ikut terendam lumpur.

Lokasi pengeboran hanya berjarak empat meter dari jalan utama lintas seram, atau berada pada Km 86 arah timur Seti. Ketinggian sumur berfluktuasi O hingga 25 meter, bahkan dua kali terjadi ledakan pada Jumat dini hari. Areal tersebut telah dipasang garis polisi.

Rachmat menduga lumpur tersebut bercampur gas karena wilayah Seti hingga Kobi merupakan areal minyak dan gas. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT CITIC yang kini melakukan eksplorasi minyak di Kobi untuk membantu penanganan agar semburan tidak meluas. “Kita sementara menunggu bantuan teknis dari PT CITIC,” katanya.

Terkait dengan proyek pengeboran tersebut, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Masohi mengaku, proyek tersebut atas usulan PDAM, namun dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku. “Itu atas usulan kita ke Kementerian PU, tapi pelaksanaannya adalah Satker Dinas PU Provinsi,” ujar Direktur PDAM Masohi, Daud Syukur terpisah.

Daud mengatakan, sebelum memulai proyek pengeboran, lokasi tersebut telah diteliti oleh para ahli dari Institut Teknologi Bangung (ITB). “Sebelumnya sudah diteliti ITB dan hasilnya titik air berada pada kedalaman 90 meter,” timpalnya.(ANC)

Most Popular

To Top