Unidar Terancam Ditutup Permanen – Ambon Ekspres
Trending

Unidar Terancam Ditutup Permanen

AMBON, AE— Universitas Darussalam (Unidar) Ambon masih dapat melakukan aktivitas akademik dan non akademik, dengan syarat, para pihak yang terlibat kisruh harus patuh pada  putusan pengadilan nanti tentang sengketa  Yayasan. Dan menyudahi  konflik di internal Unidar, demi menyelamatkan mahasiswa. Bila konflik berlanjut, kampus berjas merah itu dapat ditutup secara permanen.

Penjelasan itu disampaikan oleh Koordinator Kopertis Wilayah XII Maluku, Maluku Utara Zainudin Notanubun ketika dikonfirmasi tentang bentuk pelaksanaan keputusan Dikti tentang penonaktifan sebanyak 243 di Indonesia, termasuk Unidar Ambon. Unidar, menjadi salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) yang pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) nya ditutup sementara oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti).

Notanubun menjelaskan, penonaktifan PDPT 243 PTS, termasuk Universitas Darussalam,  itu karena berbagai pelanggaran yang dibuat oleh Perguruan tinggi maupun  karena adanya   konflik. Untuk Unidar Ambon, itu tidak ada pelanggaran, tapi hanya masalah konflik. “Jadi konfliknya itu dua pengurus Yayasan, kemudian sampai dengan dua kepemimpinan di Universitas,” kata Notanubun di ruang kerjanya, Jumat (2/9)

Ada tiga tahapan  pemberian  sanksi pada PTS. Pertama, sanksi ringan yaitu berupa surat teguran dari Kopertis. Kemudian sanksi sedang yaitu penutupan PDPT, ini diberlakukan  kalau sanksi  teguran tidak ditindaklanjuti. Sanksi sedang ini yang saat ini diberikan kepada 243 PTS tersebut. Termasuk di wilayah XII itu adalah Universitas Darussalam Ambon.

“Dan kalau ini tidak diantisipasi dengan baik, nanti sampai pada penutupan Universitas. Ini sesuai amanat undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang pengolahan Perguruan Tinggi,” sebut Notanubun.

Terkait dengan itu, meski  PDTP diblokir, tapi aktivitas bagi mahasiswa itu diberikan ruang untuk tetap jalan. karena mahasiswa  harus dilayani,  mereka itu adalah stakeholder yang harus dilayani oleh Universitas. Mereka  tidak boleh dirugikan. Pelayanan sementara dilakukan lalu Kopertis membuat pembinaan.

“Memanng harus diberikan pelayanan kepada mereka. Kalau sampai mereka sudah islah, selesai persoalannya, mereka kembali normal, kita input data mereka itu,” jelasnya.

Ditegaskan, bila selama tiga semester berturut-turut PDPT tidak dibuka, otomatis Unidar akan ditutup. Bukan siapa-siapa yang tutup, tetapi dalam ketentuan undang-undang nomor 12 tahun 2012 itu, dengan sendirinya akan ditutup.

Kopertis mendorong agar pelayanan kepada mahasiswa tetap jalan, dengan harapan akan ada komitmen semua pihak mengakhiri kisruh Unidar. Kendati nanti sikap Yayasan tertentu yang kalah dalam persidangan, menempuh upaya hukum ke tingkat banding atau kasasi, itu tidak masalah, yang penting tidak berpengaruh pada aktivitas di dalam kampus.

“Saya sementara upayakan hal itu. Demi kepentingan mahasiswa. Siapa pun yang menang, mari kita mendukung itu. Sebab,  pembukaan blokir PDPT itu tidak bisa hanya karena saya menyurat (ke Dikti), harus mereka membuat dulu surat masuk kepada saya  bahwa masalah ini sudah putusan pengadilan dan kita komitmen untuk menyelamatkan universitas,” ujarnya.

Setelah menerima surat, lanjut Notanubun akan menyurati Dikti, menjelaskan bahwa kedua belah pihak  sudah sepakat untuk menyelamatkan perguraun tinggi, baik yayasan dan universitas.

“Silakan, boleh lanjut di banding atau kasasi, tetapi tidak ada lagi konflik di internal kampus, itu bisa. Maka tentunya, duduk bersama, tidak ada lagi dua rektor, hanya satu. Untuk menyelamatkan banyak orang ini. Tidak ada jalan lain, harus itu,”tegasnya.

Dia menegaskan, bila tidak ada kesepakatan dan berakibat pada ditutupnya Universitas Darussalam Ambon, maka pihak manapun yang menang  dalam proses hukum nanti, tidak ada gunanya, karena universitas yang merupakan objek sengketa itu telah ditutup secara permanen. Untuk mengaktifkan lagi Unidar, harus dimulai dari awal lagi, lazimnya mengurus pendirian sebuah universitas yang baru.

Diakuinya, penutupan PDPT saat ini lebih disebabkan oleh dualisme kepemimpinan di universitas. Beda dengan penutupan sebelumnya yang dilatari masalah dua yayasan. Dan saat itu, Kopertis menyiasati dengan memanggil rektor Ibrahim Ohorella dan rektor membuat pernyataan bahwa setelah putusan pengadilan, siapa pun yang menang, harus patuh dan melaksanakan putusan itu.

Sementara itu, Farida Mony, Plt rektor Unidar  yang diangkat dengan SK Yayasan Darussalam ini mengatakan, pihaknya belum dapat bersikap tentang hal itu. Semua akan ditentukan setelah melihat dan mempertimbangkan perkembangan dalam proses hukum hingga putusan nanti.

Kendati demikian, Mony mengisyaratkan pihaknya akan patuh pada putusan majelis hakim bila yang menang adalah Yayasan Darussalam Maluku, yang diyakini sebagai yayasan yang memiliki dasar hukum kuat sebagai pemilik Universitas Darussalam Ambon.

“Ya kalau memang itu benar, karena yang kita yakini, yang benar itu ya  yayasan yang dikasi izin operasional menurut kami. Yayasan yang sekarang dengan kami ini, Yayasannya Pak Saleh dan kawan-kawan, bukan Yayasannya Ibrahim dan kawan-kawan. Itu Yayasan bodong, itu menurut kami. Memang sah, tapi tidak ada ada hubungan dengan universitas,” kata Mony via seluler, kemarin.

Dimintai ketegasannya tentang harapan agar semua pihak dapat menerima putusan pengadilan dan kembali menata Universitas Darussalam demi menyelematkan para mahasiswa, Mony mengatakan. “Insya Allah. Kami berharap, kami yang menang, sesuai dengan keyakinan kami. Dan kami sudah mendengar kajian, termasuk kajian dari Dikti, yang benar itu di kami. Kalau hakim eror, ya tetap kami tidak setuju. Kami berharap, yang menang adalah kami. Kalau bukan kami yang menang berarti hakim salah memberikan keputusan,” tegasnya.

Dengan demikian apakah pihaknya belum dapat mengikuti putusan tersebut? Lagi-lagi Mony belum dapat memastikan, pihaknya masih ingin melihat perkembangan proses hukum, putusan pengadilan nanti.

Sementara terkait proses kuliah di kampus B Wara, Mony mengatakan kegiatan akademik dan non akademik berjalan lancar. Pihaknya  jujur untuk mahasiswa dan bekerja  sesuai aturan. (MAN)

Most Popular

To Top