Ribuan Orang Padati Maluku Expo III – Ambon Ekspres
Trending

Ribuan Orang Padati Maluku Expo III

AMBON,AE— Pameran bertajuk pembangunan terus dilakukan di Kota Ambon. Dalam sebulan terakhir, sudah dua kali di gelar. Bulan lalu, Maluku Fair baru ditutup, kini dua hari lalu atau Sabtu (3/10) dibuka lagi pameran bertajuk Maluku Expo. Ribuan orang memadati pembukaannya semalam.  Ini diharapkan menjadi satu dari sekian momentum kebangkitan Maluku.

Maluku Expo 2015 yang merupakan rangkaian dari pelaksanaan pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional ke-XI yang berlangsung di Kota Ambon, Provinsi Maluku, dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua. Pameran nantinya akan berlangsung sejak 3 hingga 7 Oktober ini, diikuti 140 peserta.

Maluku Expo 2015, digelar di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu, (3/10). Masyarakat datang dari berbagai kalangan. Begitu juga dengan para peserta Maluku Expo yang turut ambil bagian dalam memeriahkan Expo Maluku ini.

Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dalam sambutannya sebelum membuka Expo 2015 mengatakan, kegiatan ini bukti eksistensi pemerintah Provinsi Maluku mengenalkan potensi yang dimiliki. “Pameran Maluku Expo  2015 ini, merupakan yang ke tiga kalinya. Yang pertama dilaksanakan tahun 2010 saat perhelatan Sail Banda, kemudian yang kedua tahun 2012 saat MTQ tingkat nasional dan kali ini saat Pesparawi,” ungkapnya.

Maluku Ekpo, menjadi pameran akbar bertaraf nasional. Karena, dalam pameran tersebut akan ditampilkan produk-produk unggulan dari berbagai daerah di Tanah air. “Maluku Expo akan menampilkan berbagai produk unggulan nasional. Selain itu, akan ditampilkan berbagai pameran budaya daerah, potensi daerah, industri kreatif, produk unggulan serta tampilan dari UMKM,” ujarnya.

Peserta Maluku Expo terdiri dari berbagai kalangan. Diantaranya instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, kalangan badan usaha milik negara (BUMN) badan usaha milik daerah (BUMD), perusahaan swasta nasional, serta pelaku dunia usaha termasuk usaha mikro kecil dan menengah di tingkat lokal maupun nasional.

“Kita tentu berharap event ini dapat mendorong industri kreatif di Provinsi Maluku ke depan agar semakin maju dan berkembang serta mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Ketua Harian Pesparawi, Paulus Kastanya mengungkapkan, Maluku Expo disambut peserta untuk mempromosikan potensi yang dimiliki daerah masing-masing.“Pameran ini diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari BUMN, BUMD, 11 Kabupaten/kota se-Maluku, serta 34 provinsi di seluruh Indonesia,“ kata Kastanya.

Maluku Expo, kata Poli, selain mengenalkan potensi daerah masing-masing, juga dapat menarik minat investor yang dapat berinvestasi pada daerah yang menurut mereka potensial.

Pantauan koran ini dalam tenda-tenda yang diisi oleh peserta Maluku Expo, hadir dengan berbagai macam produk unggulan, serta potensi dan budaya daerah. Misalnya, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan pakaian adatnya. Selain itu, mereka hadir dengan kain tenun Buna dan Tenun Ikat khas NTT, dengan berbagai macam corak dan warna yang memikat mata.

Begitu juga dengan Jambi, yang hadir dengan batik Jambi. Sementara Papua Barat, hadir dengan berbagai macam produk unggulan. Selain itu, Provinsi Papua barat juga tampil dengan pakaian adat khas Papua. Masyarakat bergantian untuk mengambil gambar dengan peserta papua barat dengan pakaian adatnya. Ada juga kuliner yang dipamerkan oleh Provinsi Betawi. Dodol berbagai jenis buah sangat diminati para masyarakat yang hadir menyaksikan Maluku Expo.

Stand LPPD Sumatera Utara, memamerkan kain tenun Ulos yang merupakan hasil karya para pengrajin tenun. Tenun Ulos yang telah dilestarikan turun-temurun ini, merupakan produk unggulan pada daerah yang terkenal dengan Danau Toba tersebut.“Kain ini masih dibuat dengan cara tradisional. Dan kami bangga bisa memamerkan kain tenun Ulos ini pada Pesparawi Nasional ke XI di Kota Ambon, Maluku, “ungkap pengrajin Tenun Ulos, T Br Silalahi.

Holly Sindhi, yang merupakan peserta LPPD Kalimantan Tengah (Kalteng) kepada koran ini mengatakan, Provinsi Kalteng turut berpartisipasi dalam Maluku Expo, dengan memamerkan sejumlah produk-produk unggulan daerah.

“Ada tas rotan, batik khas Kalimantan Tengah, kalung, gelang, anting, liontin dan produk-produk unggulan lainnya. Terutama tas rotan, yang proses pembuatannya masih tradisional dengan rajutan tangan,” paparnya.

Wanita yang berprofesi sebagai pengrajin sekaligus denaider batu permata itu mengungkapkan, Provinsi Kalteng sangat antusias dalam mengikuti Maluku Expo yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Maluku. “Banyak yang kita bisa pelajari dari kegiatan ini. Baik itu budaya, kerajaninannya dan banyak hal lainnya,” tandasnya. (AFI)

Most Popular

To Top