Asset Pemkot Alami Selisih Data – Ambon Ekspres
Amboina

Asset Pemkot Alami Selisih Data

Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap asset Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon ditemukan selisih data. Hal tersebut diakui Kepala Badan Pengelola Aset Kota Ambon, Piet Leuwol, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (5/10).

Menurut dia, selisih tersebut terdapat pada laporan keuangan dan laporan aset. Seharusnya, antara laporan keuangan dan laporan asset harus sama atau selaras.

Untuk menyelaraskan lapaoran keuangan dan laporan aset selama ini digunakan Kartu Inventaris Barang (KIP).
Tapi karena adanya temuan perbedaan tersebut, kata Leuwol, pihaknya akan memanggil semua pemegang aset pada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Pemanggilan tersebut dilakukan agar semua aset yang ada pada setiap SKPD bisa disingkronkan dengan KIP. Karena ada dugaan, banyak asset pemkot yang belum terdaftar pada Kantor Pengelola Aset Kota Ambon.
“Mungkin dalam minggu ini, kami sudah akan melayangkan surat pada setiap SKPD untuk menindaklanjuti temuan BPK,” tegasnya.

Leuwol mengungkapkan, total rekapitulasi buku KIP sejak pendirian Balai Kota Ambon hingga 2014 lalu sebesar Rp 1,4 Triliun. Tapi jumlah asset yang terdaftar dalam data terdapat perbedaan.

Karena ada selisih, kita harus cocokan dulu agar ada kesamaan antara laporan keuangan dan laporan aset,” terangnya.

Dia mengatakan, singkronisasi antara laporan keuangan dan laporan aset tersebut sangat penting dilakukan agar pemkot memiliki kejelasan aset.

Selain itu, upaya penyelarasa tersebut juga merupakan bagian dari upaya agar Pemot Ambon dapat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. ”Aset merupakan syarat utama meraih WTP, makanya kita harus melakukan perbaikan,” ujarnya.

Pemkot Ambon telah meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Kalau ingin meraih WTP, pemkot harus melakukan perbaikan semua data yang ada pada lingkup Pemkot Ambon, termasuk data asset. (PRO2)

Most Popular

To Top