Peneliti Kembangkan Semacam Lab Berjalan untuk Deteksi Chlamydia – Ambon Ekspres
Kesehatan

Peneliti Kembangkan Semacam Lab Berjalan untuk Deteksi Chlamydia

Bagi pasangan yang tidak memperhatikan kesehatan alat kelaminnya, penyakit menular seksual akan mudah menjangkit. Namun penyakit semacam ini sendiri tidak mudah terdeteksi.

Hal ini mendorong tim peneliti dari Johns Hopkins University untuk menciptakan alat deteksi chlamydia yang tak hanya praktis, tetapi juga akurat dan cepat. Namanya MobiLab.

MobiLab sebenarnya hanya terbuat dari cartridge atau alat cetak printer yang diubah menjadi alat pembaca sampel sekaan (swab) dari alat kelamin. Meskipun kecil, alat ini juga dilengkapi satu unit alat pemroses DNA dan data untuk mengenali atau ‘membaca’ sekaan yang diperlihatkan.

Yang membuatnya semakin praktis adalah nantinya hasil tes dari alat ini akan langsung dikirim dan diproses dengan aplikasi yang ada di ponsel.

Hasilnya pun dapat langsung diketahui sendiri 30 menit kemudian. Padahal biasanya untuk mendeteksi risiko penyakit seksual tertentu, dibutuhkan waktu hingga berhari-hari dengan pemeriksaan lab.
“Tingginya hanya 6 inci, dengan berat setara 2-3 buah iPhone dan kami hanya menghabiskan biaya 200 dollar AS untuk membuatnya,” tandas Dong Jin Shin, salah satu peneliti.

Ini tentu lebih terjangkau jika dibandingkan dengan biaya tes standar untuk chlamydia, yang mencapai 50-200 dollar, dan biasanya tidak ditanggung oleh asuransi.

“Untuk platform kami, sekali pakai biayanya mungkin tak sampai 2 dollar AS,” imbuhnya seperti dikutip dari Baltimore Sun, Senin (5/10/2015).

Peneliti juga telah membandingkan performa MobiLab dengan tes serupa yang selama ini diketahui memiliki standar tinggi dalam mendeteksi penyakit kelamin ini, yaitu Gen-Probe Aptima Combo 2.

Setelah menganalisis sampel pada 20 pasien dengan menggunakan kedua alat, ditemukan bahwa baik MobiLab dan Gen-Probe dapat memberikan identifikasi yang sama-sama benar, yaitu 10 kasus positif dan 10 kasus negatif.

“Ini artinya MobiLab memang dapat digunakan sebagai pengganti tes terstandar,” kata Dong.
Setidaknya tim yang dipimpin Jeff Tza-Huei Wang, profesor di bidang teknik biomedika di Johns Hopkins ini juga bisa bangga karena MobiLab adalah tes DNA untuk chlamydia yang pertama berbasis ponsel. Tak hanya itu, bahan bakar alatnya pun hanya berupa baterai.

Untuk sementara, MobiLab masih berupa purwarupa, dan hanya dapat mendeteksi risiko chlamydia. Kendati begitu, Wang meyakini bahwa alatnya dapat dipakai untuk mengetes risiko infeksi berbasis DNA/RNA lainnya, seperti untuk tes HIV dan sepsis. (lll/up)

Most Popular

To Top