Ratusan Senpi Ilegal Dimusnahkan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Ratusan Senpi Ilegal Dimusnahkan

HUT TNI Meriah

AMBON, AE— Ratusan senjata api (senpi) ilegal baik organik maupun rakitan yang merupakan hasil razia TNI dibawa Kodam XVI/Pattimura dimusnahkan, Senin (5/10). Pemusnahan ini bertepatan dengan perayaan HUT TNI ke 70 di Mako Lantamal IX Ambon.

Senpi illegal ini didapat dari masyarakat selama kurun waktu dua tahun terakhir. “Ada 427 pucuk senpi terdiri dari senpi organik 64 pucuk dan rakitan 362 pucuk. Ini hasil operasi kita (TNI, red) selama dua tahun terakhir,” jelas Pangdam Mayjen TNI Doni Munardo disela-sela pemusnahan senpi tersebut.

Menurut mantan Danjen Kopassus itu, ratusan senpi ini dari tangan masyarakat. Namun ada juga senjata yang diserahkan masyarakat kepada Banbinsa maupun Babinkamtibmas. “Jadi ada yang ditemukan melaui razia dan ada juga yang diserahkan secara diam-diam dari masyarakat kepada anggota babinsa dan tidak mau menyebutkan identitas alasan keamanan,” katanya.

Dikatakan, senpi yang diserahkan masyarakat kepada aparat keamanan itu, lantaran masyarakat terus dihimbau dan diminta secara baik-baik untuk menyerahkan benda berbahaya itu tanpa diproses hukum. “Setelah dilakukan sosialisasi oleh TNI/Polri, kemudian pemerintah maka mereka menyerahkan itu. Tetapi kalau tidak diserahkan maka saat ditemukan sudah pasti diproses hukum,” katanya.

Disinggung soal, ratusan senjata oraganik yang diamankan dari tangan masyarakat itu, mantan Danpaspampres di era Presiden SBY itu menduga merupakan milik TNI/Polri yang hilang saat konflik sosial menimpa Maluku beberapa tahun silam. “Dugaanya memang kearah itu. Tetapi apapun itu, sudah pasti senjata-senjata yang ada akan kita musnahkan secara bersama-sama. Untuk senjata standar, kami masih koordinasi dengan Mabes TNI. Jika memang dimusnahkan maka kita musnahkan, tetapi jika tidak maka akan kami kembalikan ke mabes,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaf mengaku, selama senpi masih berada di tangan masyarakat, maka keamanan Maluku belum terjamin secara utuh. Olehnya itu, dia meminta kepada Pangdam dan Kapolda untuk mengintensifkan razia terhadap senpi yang masih ada ditangan masyarakat. “Pak Pangdam dan pak Kapolda harus tegas. Jangan biarkan barang-barang berbahaya ini ada ditangan masyarakat. Harus ditarik kembali, karena yang punya kewenangan untuk barang-barang berbahaya itu hanya TNI/Polri. Sipil dan masyarakat tidak boleh,” tegas Assagaf.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dengan lapang dada dan senang hati menyerakan senpi yang masih berada ditangan kepada pihak yang berwajib yakni TNI dan Polri. “Maluku ini aman ada ditangan kita semua.

Berikan dan serahkanlah senjata yang ada ditangan kalian (masyarakat, red) kepada aparat keamanan. Masyarakat dilarang untuk menyimpan dan memegang senjata. Yang berhak pegang itu aparat keamanan. Serankan secara baik-baik, karena ini demi keamanan kita bersama,” pungkas dia.
HUT TNI MERIAH

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaf saat membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo mengatakan, saat menapaki usia yang ke-70 tahun, TNI bisa menggunakan momentum HUT untuk mengingat kembali jati diri TNI sebagai sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.  “Saya mengapresiasi tema  HUT TNI ke 70,  yaitu ‘Bersama Rakyat  TNI Kuat, Hebat, Profesional Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian,” ujar Presiden.

Menurutnya, TNI harus menegaskan kembali jati diri sebagai tentara rakyat, sehingg TNI tidak boleh melupakan rakyat. “TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat.  TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat serta harus selalu bersama-sama rakyat. Hanya dengan bersama-sama rakyat, TNI akan kuat dalam menjalankan tugas pengabdian pada bangsa dan negara. Hanya bersama-sama rakyat, TNI menjadi kekuatan militer yang hebat, kekuatan militer yang disegani serta kekuatan diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia,” jelasnya.

HUT TNI ini juga dimeriahkan puluhan nelayan dan masyarakat terutama pemilik perahu layar yang melintasi Mako Lantamal IX Ambon. Tak hanya perahu nelayan dan masyarakat, ada devile prajurit TNI dari tiga matra turut menghiasi HUT tersebut.
(AHA)

Most Popular

To Top