Damai Dalam Pesparawi – Ambon Ekspres
Trending

Damai Dalam Pesparawi

AMBON,AE— Kehadiran Presiden RI Joko Widodo untuk membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke XI di Maluku menegaskan komitmen pemerintah untuk menopang seluruh proses kehidupan beragama di Indonesia. Kehadiran presiden, akan memberikan semangat bagi seluruh umat beragama di tanah air bahwa persaudaraan itu hal penting.

“Tidak hanya kita nyanyikan kerukunan dan persaudaraan itu. Tetapi yang penting, kita melafaskan kerukunan itu sebagai refleksi dari kebangsaan kita,“ kata Ketua MPH Sinode Gereja Protestan Maluku, John Ruhulessin, kemarin.

Dikatakan, Pesparawi bukan hanya sekadar bernyanyi, namun makna sebenarnya dari Pesparawi harus diwujudkan dalam solidaritas dengan seluruh umat beragama yang ada di Indonesia, khususnya di Maluku. “Kita harus pelihara relasi sosial dan tanggungjawab sosial kita tentang persaudaraan dan kerukunan. Karena kerukunan dan persaudaraan adalah jiwa bersama kita. Tanpa kedua hal itu, kita tidak bisa membangun bangsa ini,“ jelasnya.

Uskup Diosis Amboina, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC mengatakan, Pesparawi merupakan perayaan kerukunan. Hal itu terbukti dengan partisipasi umat muslim dalam mendukung kegiatan itu. “Saya begitu terharu dengan sambutan saudara kita yang beragama muslim di Batu Merah. Hal itu, sebagai bukti kerukunan menjadi simbol perdamaian. Mereka tidak memandang suku dan agama, tetapi yang mereka tahu, yang mereka sambut itu saudara,“ kata Uskup Mandagi.

Dikatakan, bukan hanya di Batu Merah, namun di seluruh Kota Ambon, bahkan Maluku secara keseluruhan sangat mendukung kegiatan Pesparawi Nasional ke XI. Sambutan umat muslim terhadap umat kristen sama halnya dengan kegiatan MTQ Nasional pada 2012 lalu. “Di Batu Merah dan beberapa tempat saudara kita umat Muslim menerima umat Kristen. Jadi disini (Maluku, red) walaupun majemuk dalam agama, suku,  tetapi ada kerukunan dan persaudaraan. Dan ini sebenarnya adalah cita-cita dari bangsa Indonesia. Bangsa yang begitu pluralistis, namun ditekankan dalam satu Sila yakni Persatuan Indonesia,“ tegasnya.

Lewat Pesparawi, diungkapkan dengan jelas, apa itu Persatuan Indonesia. Karena ada kerukunan dan persaudaraan.  Dengan kehadiran Presiden untuk membuka Pesparawi ke XI, untuk meneguhkan hal yang sangat fundamental di bangsa Indonesia, yaitu persatuan persaudaraan dan kerukunan. “Awalnya ketika mendengar presiden tidak datang, saya merasa kecewa. Saya sampai bilang, kalau panen padi Presiden datang, kalau soal asap Presiden datang, tetapi panen kerukunan tidak mau datang. Nah, tetapi, saya sangat senang, akhirnya Presiden memutuskan untuk datang membuka kegiatan Pesparawi ini,“ jelasnya.

Ketua MUI Maluku, Ustadz Idrus Toekan mengatakan, Pesparawi Nasionla XI sudah disosialisasikan sejak tahun 2014. Sehingga bukan saja mendukung, tetapi MUI Maluku ikut mensukseskan proses penyelenggaraan Pesparawi tersebut.

Tentunya untuk lebih mempererat  kembali hubungan persaudaraan masyarakat di Maluku terkhusus kota Ambon yang semakin lebih baik kedepan. “Atas dasar itulah maka MUI dan beberapa komponen umat Islam mendukung sepenuhnya. Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengundang berbagai tokoh Islam sekitar 300 orang lebih termasuk majelis ta’lim untuk mencari tahu sampai dimana kesiapan umat ini mendukung Pesparawi. Tapi ternyata semuanya mendukung penuh, sebagaimana umat Kristen mendukung pelaksanaan MTQ tahun 2012 lalu,” jelas Toekan kepada Ambon Ekspres, Selasa (6/10).

Dirinya mengaku, pada pelaksanaan MTQ  2012 lalu di Kota Ambon, seluruh umat Kristiani memberikan dukungan yang luar biasa bagi para kafilah atau kontingen yang hadir di Ambon. Dengan membersihkan lingkungan, menghiasi kota dengan lampu warna, menyediakan tempat bagi kafilah, bahkan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dengan iklas menyediakan tempat untuk pelaksanaan salah satu matalomba. “Tanpa dukungan dari masyarakat Nasrani di Maluku, maka MTQ tidak akan berhasil. Dan pelaksanaan MTQ waktu itu sangat sukses. Maka pelaksanaan Pesparawi Nasional ke XI harus sukses di Kota Ambon dan MUI Maluku sangat mendukung penuh,” tutur Toekan.

Toekan berharap, dengan sukseskan penyelenggaraan Pesparawi hingga selesai nanti, akan semakin mempererat tali persaudaraan di Maluku. Dan ini akan menjadi pintu masuk awal bagi para investor untuk datang ke Maluku khususnya daerah bertajuk Manise ini.

“Ini moment paling menentukan di Maluku khususnya Kota Ambon bahwa kita sudah aman. Dan ini merupakan modal utama untuk gambaran bagi dunia luar, bahwa dampak luar biasa bagi para investor. Kerukunan makin terjamin dan keamanan makin terbina. Kita umat Salam Sarani di Maluku akan hidup berdampingan seperti dulu yang akan bersama-sama membangun daerah ini kedepan,” ingatnya.
(AFI/ISL)

Most Popular

To Top