Kemarau, 2 Tewas Kekurangan Bahan Makanan – Ambon Ekspres
Trending

Kemarau, 2 Tewas Kekurangan Bahan Makanan

Masohi, AE— Kemarau Panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya  merenggut dua nyawa. Dua warga Kecamatan TNS  meninggal dunia  dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Masohi menyusul minimnya ketersediaan air bersih dan bahan makanan.

Beberapa warga lainnya dikabarkan dalam kondisi kritis dan sedang diupayakan untuk dievakuasi ke RSUD Masohi. “Dua orang meninggal, empat  orang lainnya kritis. Mereka adalah warga Kecamatan TNS yang pergi untuk memanen hasil pertanian mereka di Pulau Teon, Nila dan Serua,” ungkap sumber Koran ini.

Untuk diketahui, tiga pulau ini adalah tempat tinggal terdahulu warga Kecamatan TNS. Mereka dievakuasi ke pulau Seram saat bencana bahaya menyerang. Berawal dari sinilah, terbentuklah Kecamatan TNS.

Kuat dugaan, minimnya akses transportasi laut ke tiga pulau ini yang mengakibatkan korban meregang nyawa. Apalagi, saat itu korban dan sejumlah warga sudah dalam keadaan kritis. “Korban terlambat ditolong karena tidak ada rute kapal penumpang ke wilayah ini. Bila ada akses transportasi, pasti nyawa korban bisa diselamatkan,” prediksi sumber koran ini.

Camat TNS Angky Wattimena yang dikonfirmasi Koran ini membenarkan kondisi tersebut. Diakui, bahwa meninggalnya dua warga  diakibatkan akses dan bahan makanan akibat kemarau panjang. Kondisi ini diperparah dengan minimnya akses transportasi ke tiga pulau ini.

Korban meninggal adalah Richard Luturkey (25) Warga Negeri Waru, dan Estefanus Oraplawa (75) warga Tepa Kabupaten MBD yang yang beristrikan orang Bumei. 4 orang lainnya sementara dalam kondisi kritis dan sudah dilarikan ke RSUD Masohi untuk menjalani perawatan. Korban meninggal saat berada di kapal, bukan  di pulau. “Mayoritas penduduk TNS melakukan perjalanan ke pulau Teon, Nila dan Serua untuk kepentingan memanen hasil pertanian,” ungkap Wattimena.

Camat telah mengkoordinasikan di TNS  dengan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua. Kata dia, bupati yang memerintahkan dilakukan evakuasi korban meninggal dan kritis, termasuk langkah antisipasi yang akan diambil untuk meminilaisir bertambahnya korban akibat bencana kekeringan.

“Kondisi awal langsung kita komunikasikan dengan bupati. dari situ langkah taktis berupa penyediaan ambulance hingga evakuasi korban meninggal dan kritis atas instruksi bupati. langkah selanjutnya akan segera kita lakukan misalnya dengan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait,” tutupnya. (MYX)

Most Popular

To Top