Ratusan Warga Masih Terjebak – Ambon Ekspres
Trending

Ratusan Warga Masih Terjebak

Krisis  di Pulau Teon, Nila dan Serua

Masohi, AE— Kondisi warga di Pulau Teon Nila dan Serua, Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah, yang diperkirakan ratusan orang masih belum jelas. Mereka masih terisolasi karena minimnya sarana transportasi untuk dievakuasi. Sementara bayangan krisis air bersih, dan bahan makanan akibat kemarau panjang di daerah itu, masih menghantui.

Sampai kemarin, Rolis Koknussa (24) masih dalam perawatan medis di RSUD Masohi, sedangkan  tiga lainnya yakni,  Yana Wattimury (22), Nikodemus (74), dan Ny Yohana (60) dipulangkan keluarga karena  sudah pulih dari sakit yang diderita. Keempatnya merupakan warga Maluku tengah yang dilarikan ke RSUD Masohi dari Pulau Teon, Nila dan Serua,  karena bencana kelaparan.

“Kemarin yang masuk UGD ada 4 orang.  Rolis Koknussa  masih dirawat di Bangsal sedangkan Yana Wattimury , Nikodemus dan Ny Yohana sudah memutuskan sendiri untuk pulang karena merasa sudah baikan,” ujar salah satu petugas UGD RSUD Masohi kepada Koran ini, Rabu (7/10).

Untuk diketahui, kehadiran mayoritas warga Kecamatan TNS  Seram ke tiga pulau ini hanya untuk memanen hasil perkebunan berupa Cengkeh, pala dan tanaman umur panjang  lain. Mereka juga mencari  hasil laut disana. Aktivitas ini sudah merupakan tradisi bagi umumnya warga  Kecamatan TNS.

Sekira 37 tahun silam, seluruh warga yang mendiami tiga pulau ini dievakuasi ke Pulau Seram akibat bahaya bencana gunung meletus. Sejak itu, pembangunan fasilitas pemerintahan dan pelayanan public tidak lagi diarahkan kesana.

Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua masih terus berupaya memfasilitasi ketersediaan tenaga kesehatan ke wilayah itu.  Minimal dalam rangka menjamin kesehatan warga yang masih berada disana. “Pemerintah fasilitasi semua yang menjalani perawatan di RSUD Masohi dan pemulangan jenazah.  Secepatnya, tenaga  kesehatan akan kita kirim kesana dalam rangka pemulihan kesehatan warga,” tandas bupati.

Bupati mengakui, untuk memantau langsung  terhadap kondisi masyarakat di tiga pulau itu, sangat sulit karena akses pelayanan pemerintahan sudah tidak ada. “Disana tidak ada fasilitas pemerintahan apapun. Warga yang kesana hanya dalam rangka memanen hasil perkebunan kemudian kembali lagi ke tempat tinggal mereka. Tapi, kita tetap akan mengoptimalkan segala upaya untuk meminimalisir jatuhnya korban. Persoalan ini sudah kita komunikasikan dengan pemerintah pusat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana,” tandas bupati.

Hingga saat ini, jumlah warga yang masih berada di pulau Teon, Nila dan Serua belum dapat dipastikan. Kondisi kesehatan terakhir warga, serta jenis penyakit yang  menyerang juga tidak diketahui.  Ini lantaran arus  warga yang kesana tidak terdata.

“Yang kita tahu, yang ke pulau-pulau tersebut bukan ansih orang TNS saja. Ada orang Tepa, Saparua dan kecamatan lain di Maluku Tengah. Tapi tiap tahunnya hampir setengah dari jumlah warga TNS ke pulau untuk memanen. Sayangnya, keberangkatan mereka kesana tidak pernah dilaporkan ke pemerintah. Baik ditingkat negeri maupun kecamatan,” ungkap camat TNS Angky Wattimena.

Terhadap kondisi ini, camat menghimbau warganya agar melapor diri terlebih dulu. Hal ini penting agar pemerintah  dapat memantau secara seksama kerberadaan warga. Disisi lain, dapat lebih memudahkan koordinasi dengan instansi terkait menyikap kondisi-kondisi yang tidak diinginkan bersama.

“Yang  penting diperhatikan adalah persiapan bahan makanan dan kebutuhan dasar lainnya, dan faktor keselamatan selama perjalanan dan saat berada di pulau. Tapi masyarakat juga harus melaporkan diri terlebih dulu agar semua kondisi-kondisi yang tidak diinginkan bersama, dapat diantisipasi lebih dini dan dicarikan jalan keluar. Apalagi, disana tidak tersedia faslitas umum,” tekkannya. (MYX)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!