2 Pemuda Batu Merah Dibacok – Ambon Ekspres
Trending

2 Pemuda Batu Merah Dibacok

AMBON,AE— Perkelahian pecah antara beberapa pemuda di Sabtu (10/10) dini hari  sekira pukul 00:10 Wit. Ada pihak menggunakan senjata tajam. Mereka saling berhadapan. Tak mundur sejingkalpun. Dua orang pemuda yang teridentifikasi berasal dari Batu Merah pun kena tusukan benda tajam. Lawannya memilih kabur, ketika warga desa Batu Merah sudah berada di lokasi kejadian.

Insiden itu terjadi di Jembatan Puskesmas Rijali, Ruko Batu Merah, Kecamatan Sirimau.  Kosentrasi massa mulai terjadi di sekitar lokasi kejadian. Ratusan pemuda langsung mencari pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Tiang listrik pun dibunyikan. Warga yang saat itu masih berada dilokasi lari berhamburan. Namun para pemuda Batu Merah tidak sempat melakukan penyerangan sampai di tempat yang diduga lokasi para pelaku berada. Mereka menuding pelaku melarikan diri kea rah kawasan Gedung Putih, Pasar Mardika.

Ribut-ribut itu menarik perhatian aparat keamanan dari TNI Satgas 732/Banau beserta aparat kepolisian dari satuaan PRC Polres Ambon dan Polsek Sirimau.  Mereka tiba di dilokasi kejadiaan dan langsung membubarkan massa. Sebelumnya 5 orang anggota Satgas TNI 732/Banau yang sedang patroli sempat melerai perkelahian tesebut, satu diantaranya sempat terkena pukulan.

Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres dilokasi kejadian, sekira pukul 23.30 Wit, 2 pemuda Orang tak dikenal menggunakan Sepeda Motor saat melewati dan masuk dalam kompleks Batu Merah. Keduanya lalu menabrak salah satu pemuda Batu merah, Ari Cekot (16). Tidak terima ditabrak, dia menyampaikan kejadian tersebut kepada para Pemuda Batu Merah lainnya.

Mereka lantas mengejar 2 pemuda yang menggunakan kendaraan roda dua itu. Pengejaran sampai di Jembatan depan Puskesmas Rijali Ruko Batu Merah. Disana, ada delapan orang pemuda yang diduga rekan dua pemuda yang dikejar. Kedelapan orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu, sudah siap dengan alat tajam. Perkelahian antara dua kelompok pemuda tersebut tak terhindarkan.

Dua orang Pemuda Batu Merah pun terkena bacokan saat itu. Setelah membacok, para pelaku melarikan diri. Mereka yang terkena bacokan, adalah Rajul Kaidupa (21), mengalami luka tusuk tepat dibawa ketiak sebelah kiri, dan Tamrin Palembang (37) luka pada tangan sebelah kanan, akibat terkena benda tajam. Kedua korban ini kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Maluku Tantui untuk mendapat pertolongan medis.

Kepala pemuda Desa Batu Merah, Husein Walla, di lokasi kejadiaan, menjelas kasus seperti ini sering terjadi di lokasi yang sama. Untuk itu dirinya meminta agar pihak aparat keamanan menangkap pelaku secepatnya, ini guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bersama, apa lagi ini masih dalam momen pesparawi.
“Pelakunya harus secepatnya ditangkap, karena kasus seperti ini sudah berulang kali terjadi, kan sampai sekarang ini pelaku juga tidak pernah terungkap,” ungkapnya.

Dia mengaku, sudah mengambil langka antisipasi dengan meminta pemuda Batu Merah saat itu untuk menghindar dari lokasi kejadiaan. Tujuannya untuk tidak terjadi perkelahiaan diantara kedua kelompok.

“Tadi itu yang masuk dalam kampong. Mereka sudah mabok. Saya minta anggota polisi suruh anak-anank (pemuda-red) masuk ke dalam kampung. Karena ada dari kelompok ini sempat bilang 10 menit nanti katong bale. Pada hal sebelum sampai disini (TKP-red) harus lewat depan Hotel Wijaya. disitu ada polisi kenapa tidak tau kalau dari kelompok ini membawa alat tajam,” kesal pria disapa Ceno itu.

Kasat Resktim Polres Ambon AKP Theodorus Priyo Santosa, Minggu (11/10) kemarin, saat dikonfirmasi terkait penanganan dengan perkembangan kasus bentrokan kedua kelompok tersebut, mengaku belum mengetahui identitas para pelaku. ”Kita belum ketahui pelaku penikaman, karena saat kejadian mereka juga langsung kabur,” jelasnya.

Kasus ini telah ditangani polisi, dan masih terus ditelusuri untuk mengungkap pelaku, menggali informasi dari korban mapun dari warga yang berada di lokasi kejadiaan saat itu. ”Kasus ini dilatari miras, untuk itu kita masih terus selidiki lebih jauh lagi, supaya dapat diungkap secara jelas,” katanya. (ERM)Mereka saling berhadapan. Tak mundur sejingkalpun. Dua orang pemuda yang teridentifikasi berasal dari Batu Merah pun kena tusukan benda tajam. Lawannya memilih kabur, ketika warga desa Batu Merah sudah berada di lokasi kejadian.

Insiden itu terjadi di Jembatan Puskesmas Rijali, Ruko Batu Merah, Kecamatan Sirimau.  Kosentrasi massa mulai terjadi di sekitar lokasi kejadian. Ratusan pemuda langsung mencari pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Tiang listrik pun dibunyikan. Warga yang saat itu masih berada dilokasi lari berhamburan. Namun para pemuda Batu Merah tidak sempat melakukan penyerangan sampai di tempat yang diduga lokasi para pelaku berada. Mereka menuding pelaku melarikan diri kea rah kawasan Gedung Putih, Pasar Mardika.

Ribut-ribut itu menarik perhatian aparat keamanan dari TNI Satgas 732/Banau beserta aparat kepolisian dari satuaan PRC Polres Ambon dan Polsek Sirimau.  Mereka tiba di dilokasi kejadiaan dan langsung membubarkan massa. Sebelumnya 5 orang anggota Satgas TNI 732/Banau yang sedang patroli sempat melerai perkelahian tesebut, satu diantaranya sempat terkena pukulan.

Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres dilokasi kejadian, sekira pukul 23.30 Wit, 2 pemuda Orang tak dikenal menggunakan Sepeda Motor saat melewati dan masuk dalam kompleks Batu Merah. Keduanya lalu menabrak salah satu pemuda Batu merah, Ari Cekot (16). Tidak terima ditabrak, dia menyampaikan kejadian tersebut kepada para Pemuda Batu Merah lainnya.

Mereka lantas mengejar 2 pemuda yang menggunakan kendaraan roda dua itu. Pengejaran sampai di Jembatan depan Puskesmas Rijali Ruko Batu Merah. Disana, ada delapan orang pemuda yang diduga rekan dua pemuda yang dikejar. Kedelapan orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu, sudah siap dengan alat tajam. Perkelahian antara dua kelompok pemuda tersebut tak terhindarkan.

Dua orang Pemuda Batu Merah pun terkena bacokan saat itu. Setelah membacok, para pelaku melarikan diri. Mereka yang terkena bacokan, adalah Rajul Kaidupa (21), mengalami luka tusuk tepat dibawa ketiak sebelah kiri, dan Tamrin Palembang (37) luka pada tangan sebelah kanan, akibat terkena benda tajam. Kedua korban ini kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Maluku Tantui untuk mendapat pertolongan medis.

Kepala pemuda Desa Batu Merah, Husein Walla, di lokasi kejadiaan, menjelas kasus seperti ini sering terjadi di lokasi yang sama. Untuk itu dirinya meminta agar pihak aparat keamanan menangkap pelaku secepatnya, ini guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bersama, apa lagi ini masih dalam momen pesparawi.
“Pelakunya harus secepatnya ditangkap, karena kasus seperti ini sudah berulang kali terjadi, kan sampai sekarang ini pelaku juga tidak pernah terungkap,” ungkapnya.

Dia mengaku, sudah mengambil langka antisipasi dengan meminta pemuda Batu Merah saat itu untuk menghindar dari lokasi kejadiaan. Tujuannya untuk tidak terjadi perkelahiaan diantara kedua kelompok.

“Tadi itu yang masuk dalam kampong. Mereka sudah mabok. Saya minta anggota polisi suruh anak-anank (pemuda-red) masuk ke dalam kampung. Karena ada dari kelompok ini sempat bilang 10 menit nanti katong bale.

Pada hal sebelum sampai disini (TKP-red) harus lewat depan Hotel Wijaya. disitu ada polisi kenapa tidak tau kalau dari kelompok ini membawa alat tajam,” kesal pria disapa Ceno itu.

Kasat Resktim Polres Ambon AKP Theodorus Priyo Santosa, Minggu (11/10) kemarin, saat dikonfirmasi terkait penanganan dengan perkembangan kasus bentrokan kedua kelompok tersebut, mengaku belum mengetahui identitas para pelaku. ”Kita belum ketahui pelaku penikaman, karena saat kejadian mereka juga langsung kabur,” jelasnya.

Kasus ini telah ditangani polisi, dan masih terus ditelusuri untuk mengungkap pelaku, menggali informasi dari korban mapun dari warga yang berada di lokasi kejadiaan saat itu. ”Kasus ini dilatari miras, untuk itu kita masih terus selidiki lebih jauh lagi, supaya dapat diungkap secara jelas,” katanya. (ERM)

Most Popular

To Top