Bupati Mendorong, Raja-raja Menolak – Ambon Ekspres
Trending

Bupati Mendorong, Raja-raja Menolak

Ambon, AE— Pemekaran Leihitu dan Seram Utara Raya, tetap di dorong pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, menjadi kabupaten baru. Prosesnya akan mengikuti aturan dan dipastikan tidak akan mengabaikan aspirasi semua elemen masyarakat baik yang mendukung maupun yang menolak.

“Prosesnya tetap jalan,” kata bupati, kepada Ambon Ekspres, Sabtu, (10/10). Karena itu, bupati sudah memerintahkan untuk segera memekarkan kecamatan menjadi negeri-negeri baru. Dia mencontohkan desakan untuk pemekaran Kecamatan Leihitu menjadi kabupaten.

“Saya sudah perintahkan camat Leihitu kumpul semua raja-raja disana, untuk membicarakan pemekaran baik dusun menjadi negeri, maupun kemungkinan kecamatan baru. Sampai pada pemekaran kabupaten baru,” kata dia. Ini sebagai jawaban atas tudingan sejumlah pihak bahwa pemerintah Kabupaten Malteng tidak ikhlas mengamini desakan pemekaran kabupaten baru.

Sabtu (10/10) telah digelar pertemuan seluruh raja-raja di Leihitu, tanpa kehadian raja Hitu Lama, Mamala, dan Morela. Tiga negeri ini diwakili sekretaris desa. Hadir juga para saniri negeri semua negeri di Leihitu. Rapat dipimpin oleh Sekretaris Camat Leihitu, Santy Suatkab.

Pertemuan itu membicarakan, pengelolaan dana hibah, dana bantuan sosial dari pemerintah kabupaten, dana desa atau anggaran pendapatan dan belanja desa, pemekaran dusun menjadi negeri baru, termasuk juga membicarakan soal pemekaran kabupaten baru. “Yang paling krusial, adalah soal pemekaran dusun, dan kabupaten,” kata Pejabat Hitu Messing, Edwin Slamat, kemarin, yang mengaku ikut pertemuan tersebut.

Mayoritas raja dan saniri negeri, menolak pemekaran dusun-dusun menjadi negeri baru. Selain persoalan syarat, seperti jumlah penduduk, juga karena sejumlah negeri adat merasa belum saatnya ada pemekaran dusun-dusun. “Dalam rapat itu, penolakan cukup keras soal pemekaran dusun menjadi negeri. Dan penolakan itu banyak dari saniri Negeri,” kata Edwin yang biasa disapa Didi ini.

Menyinggung pemekaran kabupaten Leihitu, Didi mengatakan, mayoritas raja juga menolak, karena dorongan yang dilakukan beberapa pihak, tidak pernah dibicarakan dengan raja-raja. “Masa kita sebagai raja tidak pernah dikonsultasikan. Hargai juga kita dong,” tegas Didi, menjawab Ambon Ekspres.

Sementara itu, bupati ditempat terpisah berjanji akan terus mendorong pemekaran kabupaten baru, seperti yang diminta, sepanjang itu keinginan besar mayoritas masyarakat, dan tidak mengganggu stabilitas politik dan keamanan. “Saya tetap mendorong. Siapa bilang saya tidak mendukung? Omong kosong itu. Jangan karena kepentingan politik tertentu lalu, mempolitisasi apa yang menjadi keputusan pemerintah,” kata dia.

Ini dibuktikan, dengan upaya dia untuk memekarkan dusun menjadi negeri, dan beberapa negeri menjadi kecamatan-kecamatan baru. “Ini kan langkah sesuai dengan aturan. Kita tidak bisa menabrak aturan. Jangan sampai dibilang bupati tidak paham aturan lagi. Lalu kemudian kita juga harus mendengar semua aspirasi masyarakat,” kata bupati.

Soal adanya penolakan raja-raja baik di Leihitu maupun untuk Serut Raya, dia mengatakan, “Itu kan aspirasi mereka juga. Mereka juga punya pertimbangan. Yang mendesak pemekaran punya pertimbangan. Tinggal kita lihat mana yang terbaik bagi masyarakat. Yang penting kan masyarakat sejahtera dari semua proses itu,” tandas bupati.

Dia juga meminta aparatur dibawahnya untuk segera memproses pemilihan dan pelantikan raja-raja yang telah siap untuk dilaksanakan. “Semua proses pemilihan dan pelantikan raja segera dilakukan. Ini agar masyarakat bisa memanfaatkan anggaran desa yang dikucurkan pemerintah pusat,” pungkas dia.(MYX)

Most Popular

To Top