Minggu Ini 3 Calon Sekprov Diumumkan – Ambon Ekspres
Trending

Minggu Ini 3 Calon Sekprov Diumumkan

AMBON,AE— Panitia Seleksi (Pansel) sekretaris daerah provinsi  (Sekprov) Maluku segera mengumumkan hasil rekapitulasi dari hasil seleksi semua tahap yang diikuti tujuh kandidat calon Sekprov Maluku. Pansel masih menyisahkan sedikit rekapitulasi hasil test, dalam satu dua hari kedepan, tiga nama calon sekprov yang lolos sudah dapat diumumkan.

Pengumuman dilakukan dengan menempatkan setiap kandidat pada nomor urut berdasarkan hasil perangkingan. Sekprov terpilih harus mampu menciptakan birokrasi yang lebih terbuka dan koordinasi dengan DPRD dan tetap mengutamakan masyarakat banyak.

Anggota Pansel, Abidin Wakano mengatakan, ditargetkan dalam minggu ini, Pansel sudah dapat mengumumkan hasil kerja mereka. “Mungkin satu atau dua hari lagi, sudah ada (pengumuman),” kata Wakano, menjawab Ambon Ekspres via seluler, Minggu (11/10).

Seperti apa hasil rekapituasi hingga saat ini, Wakano enggan memberikan penjelasan. Hal itu akan disampaikan secara resmi melalui pengumuman agar lebih jelas dan tertanggung jawab secara baik. “Mudah-mudahn tidak ada kendala, sehingga kita juga bisa selesaikan sesuai target,” ujarnya.

Tujuh kandidat yang bersaing untuk menggantikan Ros Far-Far di kursi Sekprov Maluku adalah Wakil Walikota Ambon M.A.S. Latuconsina, Asisten Pengembangan Ekonomi, Investasi, Keuangan dan Administrasi Pembangunan Setda Maluku  Zedek Sangadji, Staf ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan Hallatu Roy,  Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Maluku Hamin Bin Thahir, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Buru, Umad Muhammad, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Mike Pontoh, dan Kepala Balai Besar Kehutanan Makassar, Hengki Koedoeboen.

Pengamat Pemerintahan Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Jadusin mengemukakan, masing-masing kandidat memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, dalam konteks kebutuhan tata kelola birokrasi pemerintah daerah yang lebih baik dan efektif maka Sekprov terpilih harus merupakan figur yang  punya pengalaman dalam mengatur birokrasi dengan baik.

Selain itu, Sekprov nanti harus komunikatif dengan semua pihak. Koordinasi dengan lembaga legislatif di daerah serta lembaga-lembaga lain harus dilakukan secara baik dan menjaga agar hubungan itu tetap terjalin dengan baik, dalam semangat kerja sama untuk membangun Maluku demi kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

“Jangan fokus pada rutinitas tugas sebagai Sekprov, tapi  juga harus menjaga agar  koordinasi tetap  lancar. Baik koordinasi ke dalam maupun ke luar, antar instansi, terutama dengan DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat. Sehingga kepentingan daerah, kepentingan masyarakat dapat disikapi dan diselesaikan secara bersama dengan baik,” katanya.

Ditanya pendapatnya tentang kemungkinan adanya tekanan politik terhadap Sekprov nanti, Magister jebolan  Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, tahun 2009  itu menegaskan, hal itu pasti ada. Apalagi, Sekprov harus sering berkomunikasi dengan DPRD yang merupakan lembaga politik. Sehingga, sangat mungkin, ada kelompok tertentu yang lebih mengutamakan kepentingan sempit.

Menyikapi kemungkinan itu maka Sekprov terpilih dituntut untuk tetap berintegritas, tidak mudah ditekan apalagi dipengaruhi hanya untuk kepentingan yang mengorbankan kepentingan daerah  dan masyarakat.

Sebagai ketua Tim anggaran pemerintah daerah, Sekprov harus mampu menjaga agar anggaran yang diperuntukkan bagi  kebijakan pembangunan demi kepentingan masyarakat tidak dipangkas hanya karena tekanan  kelompok tertentu yang mengutamakan kepentingan sempit.

“Karena itu, saya kira akan lebih baik jika ada transparansi, akses bagi semua kalangan untuk mengontrol dan mengawal penganggaran pembangunan, saat dibahas di DPRD. Baik OKP maupun LSM, semua diberikan akses untuk mengontrol, bukan memutuskan. Ini akan mendukung  kinerja Sekprov,” ujarnya.(MAN)

Most Popular

To Top