Palapia Minta Pendukung Jismy Hargai Proses Hukum – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Palapia Minta Pendukung Jismy Hargai Proses Hukum

AMBON, AE.—Kericuhan yang terjadi akibat ketidakpuasan dari para pendukung Jismy Reubun, salah satu tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Kegiatan Fasilitas Usaha Kecil dan Menengah mengakibatkan kantor Pengadilan Negeri (PN) Tual dirusak masa.

Pengrusakan yang dilakukan simpatisan Jismy yang merupakan anggota DPRD Kota Tual periode 2014-2019 ini berawal ketika dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Tual dalam kasus dugaan korupsi anggaran Kegiatan Fasilitas Usaha Kecil dan Menengah pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kota Tual.

Selain Jismy, Kejari Tual juga menetapkan mantan Kadis Koperasi dan UKM Tual, Adolof Tapotubun dan PPTK sekaligus ketua panitia pelaksana, Abdul Ghani Tamher sebagai tersangka. Penetapan itu dilakukan pada 15 Juli 2015.

“Penyidik Kejari Tual menetapkan tiga orang itu sebagai tersangka karena berdasarkan bukti-bukti yang dikantongi. Selain itu, kerugian sementara dalam kasus ini sebesar Rp 390 juta,“ ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia kepada koran ini, akhir pekan kemarin.

Akibat ketidakpuasan Jismy, akhirnya dia mengajukan permohonan praperadilan. Praperadilan diajukan Reubun dan kuasa hukumnya Abdul Halik Rora. “Mereka ajukan praperadilan terkait penetapan tersangka dan penyitaan yang menurut mereka tidak sesuai dengan mekanisme,“ jelasnya.

Sidang perdana praperadilan kemudian digelar 30 September lalu. Kemudian pada 8 Oktober 2015 hakim hakim tunggal David F CH Soplanit menolak praperadilan yang diajukan pemohon secara keseluruhan. ‘’Dalam putusannya, penetapan Jismy Reubun sebagai tersangka oleh Kejari Tual sah menurut KUHP. Dan penyitaan dokumen yang dilakukan kejaksaan, sudah sesuai dengan prosedur penyitaan. Sehingga hakim menolak praperadilan tersangka,“ terangnya.

Tidak puas dengan putusan majelis hakim, para pendukung Jismy Reubun sontak mengamuk. Mereka mengobrak-abrik ruang sidang. Tidak hanya ruang sidang, bahkan kantor PN Tual diacak-acak oleh puluhan simpatisan Reubun.
Bahkan, massa hendak menuju kantor Kejari Tual. Beruntung, aparat keamanan yang terdiri dari TNI dan Polri sigap dilokasi tersebut. Merasa tidak puas, masa kemudian menuju kantor Walikota Tual dan melemparinya dengan batu.

Menyikapi hal itu, juru bicara Kejati Maluku ini menghimbau kepada pendukung Jismy agar menghormati dan menghargai proses hukum yang sementara berlangsung. Dasarnya adalah Indonesia merupakan negara hukum sehingga pihak-pihak tertentu tidak boleh mengambil sikap diluar kewajaran.

‘’Kalau memang yang bersangkutan (Jismy Reubun, red) merasa tidak bersalah, nanti dibuktikan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon,“ jelasnya.

Palapia juga menambahkan, kejaksaan dalam mengusut suatu perkara korupsi, tentu memiliki dasar-dasar tertentu. Dan semua kasus korupsi yang diusut jaksa, merupakan pajak atau uang yang disetorkan oleh masyarakat kepada negara.

“Kejaksaan tidak mempunyai kepentingan dalam usut kasus ini. Intinya siapa yang bersalah, nanti dibuktikan di pengadilan. Bukan dengan cara-cara yang tidak wajar,“ pungkasnya. (AFI)

Most Popular

To Top