Rivai Masih Terganjal di PKS – Ambon Ekspres
Trending

Rivai Masih Terganjal di PKS

AMBON,AE— Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya, belum memastikan waktu pendaftaran Rivai Fatsey sebagai calon bupati Buru Selatan ke Komisi Pemilihan Umum. Ini diakibatkan belum adanya keputusan resmi dari DPP PKS soal pencalonan Rivai.

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) provinsi Maluku yang baru terpilih, H Aziz Sangkala mengaku, pihaknya akan berusaha maksimal agar dalam interval waktu empat hari menjelang batas akhir pengajuan 17 Oktober, sudah bisa mengajukan calon.

“Belum ada rencana pendaftaran. Tapi kami akan berusaha untuk sesuai dengan jadwal dan waktu yang ada. Mungkin saya melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan penanggungjawab Pilkada Bursel dulu,” ungkap Sangkala kepada Ambon Ekspres seusai pembukaan Muswil PKS Maluku ke-4 di Hotel Amaris, Minggu (11/10).

Sangkala mengaku, belum mengetahui pasti siapa figur yang direkomendasikan oleh DPP PKS sebagai calon pengganti almarhum Hakim Fatsey pada Pilkada Bursel. Komunikasi dan koordinasi akan dilakukan dengan ketua DPD PKS Bursel untuk mengetahui informasi yang benar dan akurat.

“Jadi begini, saya ini sebelum diangkat menjadi ketua DPW, saya adalah penanggungjawab di tiga Seram. Jadi saya akan berkoordinasi dengan DPD PKS kabupaten Bursel. Memang saya mendengar informasi seperti itu (Rivai-red).

Tapi saya harus memastikan dulu, apakah rekomendasi dari DPP sudah keluar atau belum. Kalau sudah ada fisik rekomendasi dari DPP dan saya sudah lihat, maka kita akan menggelar konferensi pers untuk memutuskan posisi kita di Pilkada Bursel,”katanya.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa, dan ketua DPC Partai Gerindra Bursel, Adjadad Makassar tidak menjawab pertanyaan Ambon Ekspres via sms. Saat dihubungi via telepon, keduanya tak menanggapi hingga berita ini naik cetak.

Sebelumnya kepada Ambon Ekspres via telepon (7/10), Adjajd mengaku, DPP telah mengeluarkan rekomendasi kepada Rivai Hakim Fatsey dan wakilnya Anthonius Lesnussa 6 Oktober 2015. Rekomendasi diterbitkan setelah Gerindra melaksanakan seluruh mekanisme perekrutan calon kepala daerah.
Tetap Menunggu PKPU

Ketua KPU Provinsi Maluku, Musa Latua Toekan mengatakan, jika sampai batas waktu 17 Oktober belum ada calon pengganti yang didaftarkan oleh Partai Gerindra dan PKS, KPU tetap melaksanakan Pilkada dengan calon tunggal. Hanya saja, KPU belum memastikan seperti apa mekanismenya.

”Jika sudah diberikan kesempatan mengajukan pasangan calon tapi tidak terpenuhi sekurang-kurangnya dua pasangan calon, dilaksanakan pemilihan pasangan calon tunggal sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, hingga kemarin KPU masih menunggu revisi Peraturan KPU nomor 9/2015 Junto PKPU nomor 12/2015 tentang pencalonan yang saat ini uji publik. Senin hari ini, dikonsultasikan dengan komisi II DPR RI,”kata Musa.

Musa melanjutkan, soal waktu kesiapan pelaksanaan Pilkada dengan pasangan calon tunggal, disesuaikan dengan perubahan tahapan dan jadwal yang dilakukan oleh KPU Bursel. Landasannya pada PKPU hasil revisi yang akan segera ditetapkan.

“Soal waktu, akan diatur lanjut melalui perubahan tahapan dan jadwal Pilkada Bursel oleh KPU setempat dengan mengacu kepada tahapan jadwal calon tunggal yang sudah dikeluarkan oleh PKPU oleh KPU Republik Indonesia,” paparnya.

Disinggung soal keefektifan waktu bagi KPU melakukan verfikasi dan penelitian berkas pencalonan Rivai, akademisi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Pattimura itu mengaku, akan disesuaikan dengan jadwal.”Soal persyaratan calon, sama dengan calon lainnya. Kalau waktu verfikasinya, terjadwal sendiri kan. Nanti juga ada dokumen yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) bisa saja dilengkapi ulang,” paparnya.

Anggota KPU Buru Selatan, Beny Soulissa saat dikonfirmasi Ambon Ekspres via pesan pendek atau sms, mengatakan hingga kemarin belum ada calon pengganti yang diusung oleh Gerindra dan PKS.”Sampai sekarang belum ada yang mendaftar. Sesuai keputusan, batas calon pengajuan calon pengganti itu tanggal 17 Oktober,”kata Beny.

Dia mengaku, KPU Bursel belum membicarakan skenario pelaksanaan putusan MK soal pemilihan dengan calon tunggal bila hingga batas waktu pengajuan, belum ada calon pengganti. KPU tetap menunggu hasil revisi PKPU.

“Iya nanti kita tunggu saja sampai tanggal 17 kan. Kalau nantinya tidak ada calon pengganti pak Hakim Fatsey, ya kita akan sesuaikan dengan putusan MK. Tapi menyangkut teknisnya, kita akan meunggu petunjuk dari KPU (PKPU) yang akan mengaturnya,”katanya.

Seperti diketahui,  Pilkada Bursel awalnya diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Tagop Soulissa-Ayub Saleky dan Hakim Fatsey-Anton Lesnussa Ayub Saleky. Tagop-Ayub diusung oleh PDIP, Golkar, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PPP. Sedangkan Hakim-Anton maju dengan rekomendasi Partai Gerindra dan PKS.

Dalam proses dan tahapan Pilkada, Hakim Fatsey meninggal dunia di kediamannya di Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. KPU Bursel kemudian menunda tahapan Pilkada Bursel untuk sementara, yakni mulai 3-17 Oktober atau 14 hari dengan tujuan agar Gerindra dan PKS mengajukan calon pengganti Hakim.

Dengan rincian sepuluh hari untuk pengajuan calon pengganti terhitung 3-13 Oktober. Selanjutnya 14 Oktober sosialisasi untuk pendaftaran pada tanggal 15, 16 dan 17 Oktober, jika tidak ada calon pengganti selama sepuluh hari penundaan.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!