Gagal ke PON Jabar, Pelatih Harus Bertanggung Jawab – Ambon Ekspres
Olahraga

Gagal ke PON Jabar, Pelatih Harus Bertanggung Jawab

Fatah : Akibat Ego Pengurus AFP dan Ofisial Tim

AMBON, AE.—Tim futsal Pra PON Maluku gagal memberikan kejutan pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional yang berlangsung di  Stadion Aziz Futsal, Ternate, Maluku Utara.

Laskar ‘Pattimura Muda’, julukan Maluku yang diarsiteki Sianatra Wiljaya itu harus tersingkir lebih dulu di babak kualifikasi setelah menderita dua kali kekalahan, masing-masing dari Maluku Utara (9-7) dan Papua dengan skor 10-7. Walau Maluku menang di laga terakhir saat menjamu Papua Barat (7-5), namun hasil tidak mampu meloloskan mereka ke PON 2016 di Bandung, Jawa Barat 2016 mendatang.

Pra PON Maluku pun memperpanjang penampilan buruk di berbagai laga yang pernah mereka lakoni. Sebelum tampil di Pra PON, mereka juga gagal menunjukkan performa terbaiknya di Piala Emas Indonesia 2015. Bukan hanya itu, mereka juga tersingkir di turnamen lokal berlebel ‘Cavaleri Cup’. Mimpi untuk ke Bandung harus dikubur dalam-dalam oleh anak-anak Maluku.

Kepada Ambon Ekspres, Sianatra Wijaya, Pelatih Kepala Pra PON Futsal Maluku beralasan bahwa kegagalan ini diakibatkan karena tim lawan memiliki kualitas pemain yang sangat luar biasa.’’ Hasilnya jelek (gagal ke PON), kami kalah segala-galanya. Wasit pun kurang adil dalam memimpin laga. Ya, hasilnya sudah seperti itu, jadi kami harus terima kegagalan ini,’’ kata Wijaya, kemarin.

Bukan hanya itu, kata Wijaya, jam terbang pemain Maluku juga salah satu alasan kegagalan mereka.’’ Pemain yang memperkuat tim Maluku masih minim pengalaman bertanding. Jam terbang mereka masih kurang. Ini faktor kekalahan kami (Maluku),’’ kilahnya.

Walau demikian, Wijaya tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya karena telah berjuang untuk tim ini.’’ Meski gagal ke PON, saya tetap bangga kepada seluruh pemain karena mereka sudah maksimal,’’ demikian Wijaya.

Dibagian lain, Abdul Fatah Nur, praktisi futsal Maluku mengatakan, alasan yang disampaikan oleh Wijaya atas kegagalan Maluku sangat tidak tepat sebab kualitas pemain Maluku sangat bagus.’’ Kalau mereka (pelatih) yakin dengan kualitas tim, maka jangan berlasan soal kepemimpinan wasit atau minimnya jam terbang pemain,’’ kritik Fatah.

Alasan minimnya jam terbang pemain, Fatah menilai, itu alasan yang mengada-ngada dari pelatih kepala.’’ Johanis Mustamu pernah bermain bersama Tiga Berlian, Hendra Basir pernah mengikuti FLN Seri B di Jakarta hingga Yandi Talakua yang pernah merasakan kompetisi Piala Emas dan FLN Seri B di Jakarta. Jadi, kalau dia (Wijaya) berasalan jam terbang pemain Maluku minim, saya rasa itu alasan mengada-ngada dan tidak tepat,’’ nilai dia.

Menurutnya, kekalah tim Maluku ini disebabkan karena keegoan dari pengurus AFP dan ofisial pelatih yang merekrut pemain tidak sesuai dengan aturan main.’’ Dari awal saya katakana bahwa tim tersebut harus dirombak karena penjaring pemain tidak sesuai dengan harapan, tapi mereka tidak mau mendengar masukan saya. Ini faktor utama kegagalan Maluku,’’ katanya.

Cecep, sapaan akrab Fatah menjelaskan, dalam sebuah tim ada tiga elemen, pertama pemain, pelatih dan manajemen. Bila dalam persiapan tidak menunjukkan peningkatan, maka ada yang salah dari tiga elemen tersebut.’’ Kalau tidak berkembang, pasti ada yang salah dari tiga elemen itu. Stakeholder dan pelaku futsal di Maluku juga perlu dimintai saran, jangan sampai antikritik,’’ jelasnya.

Atas kegagalan ini, imbuh dia, pelatih kepala harus bertanggung jawab. Jangan salahkan pemain.’’ Mereka (pemain) bermain karena instruksi pelatih. Jadi pelatih yang paling bertannggung jawab. Bukan hanya itu, dia juga harus mundur dari jabatan pelatih,’’ kunci Fatah. (ZAL)

Most Popular

To Top