Oknum Pegawai Telkom Dipolisikan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Oknum Pegawai Telkom Dipolisikan

AMBON, AE— Herman A Lokolo, salah satu oknum pegawai Telkom Ambon dilaporkan ke polisi. Dia diduga melakukan tindak pidana penipuan. Warga Jalan Yan Pais itu dilaporkan korban, Sunaryo Yanto (27).

Penipuaan ini dilakukan Herman terjadi pada 1 Desember 2014 lalu di Toko 5 Putra Jaya milik korban yang berada kawasan Jalan Yos Sudarso. Tidak terima dengan tindakan pelaku, korban kemudian mengadu ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Ambon Iptu Meity Jacobus membenarkan laporan itu. Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterima polisi, kasus penipuan itu bermula pada 10 Oktober 2014, PT Bumi Jaya Utama  mengeluarkan surat jasa penjualan dua unit mobil merek Avanza G dengan nomor polisi B 1495 SOD dan B 1463 SOD.

Setelah surat itu dikeluarkan, Sunaryo langsung menghubungi Herman selaku penerima kuasa untuk membeli mobil tersebut. Disitulah dilakukan transaksi jual beli mobil. Sunaryo membeli dua unit mobil tersebut dengan total harga Rp. 222.500.000. Satu unit harganya Rp 110 juta yang mana korban baru membayar Rp 100 juta dengan sisa Rp 10 juta. Sedangkan satu unit lainya harganya Rp 112.500.000 dan korban baru membayar Rp 100 juta tersisa Rp 12.500.000. Sisa kendaraan akan dibayarkan apabila BPKP sudah diberikan. “Berdasarkan laporan yang kita terima itu, dia (Herman-red) yang juga pegawai Telkom ini diduga tidak menyetor sebagian uang pembayar dua unit mobil itu ke PT Bumi Jaya Utama,” kata Meity, Jumat (16/10).

Apa yang dilakukan Herman itu, kata Meity, menyebabkan korban terkejut saat pihak dealer mendatanginya dengan tujuan menarik dua unit mobil tersebut. “Korban sudah membayar Rp 200 juta yang tersisa Rp 22.500.000 yang belum dibayar. Korban kaget saat pihak perusahaan ini menarik mobil yang sudah dibeli tersebut,” imbuhnya.

Sunaryo, merasa dirugikan dengan dua unit mobil tersebut ditarik kembali oleh pihak dealer. Pria yang yang bermukim di Waiheru itu langsung mendatangi pihak kepolisiaan dan melaporkan persolan tersebut. “Kasus ini dilaporkan setelah dealer menarik mobil tersebut,” ucapnya.

Meity menandaskan, kasus ini sudah disikapi pihaknya. Namun belum dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku. “Kasus ini sudah ditangani. Penyidik masih mengumpulkan semua bukti transaksi dua unit mobil tersebut, baik dari pihak korban maupun dari pihak pihak perusahaan (PT Bumi Jaya Utama-red). Pelaku belum diperiksa atas laporan ini. Secepatnya akan dikirimkan surat pemanggilan untuk dimintai keterangan terkait dengan laporan tersebut,” tuturnya.

Apabila dalam pemeriksaan nanti, Herman terbukti melakukan penipuaan, maka kasus ini akan diproses sesuai dengan ketentuaan hukum yang berlaku berdasarkan pasal 378 KUHPidana. “Ancaman hukuman penjara selama 4 tahun,” pungkas dia.(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!